Ketika Akhirnya Berpisah dengan (Tim) Penalette

Ini, sebenarnya salah satu hasil merenung kemarin. Gak nyangka juga kalau hasilnya seperti ini.

Ceritanya, kita (aku dan bang hen) banyak melakukan diskusi, intropeksi dan semacamnya. Memikirkan berbagai hal dan gagasan yang berkaitan dengan hidup, cita-cita dan juga penalette. Dan salah satu wasilah yang kami harapkan kemarin untuk mencapai cita-cita itu adalah dengan kerjasama yang ada di penalette. Sayang rapat malam itu, harus berakhir tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Asa yang kami pupuk dan berharap bisa bersemi tunasnya dari rapat tersebut malah seakan-akan tenggelam oleh banyaknya air yang tersiram. Baca selengkapnya Ketika Akhirnya Berpisah dengan (Tim) Penalette

Di Atas Langit Ada Langit

Lagi inget kalimat ini sejak kemarin. Mengingatkan diri untuk tidak sombong dan berusaha menempatkan diri berada pada posisi orang lain yang kita berikan sikap tertentu…

Kalimat ini keluar dari bocah berusia 15 -16 tahun. Waktu itu masih SMP. Aku senang membaca kalimat yang ia tuliskan di buku kelas kami. Kalimat itu ditujukan kepada seorang teman lainnya yang menunjukkan gelagat kesombongan – yang aku pikir hanya aku yang merasakannya –

Kadang…ketika aku mengira seseorang sombong, lama kelamaan aku berpikir (karena kemudian memikirkan kesalahan orang yang kuanggap sombong), “Jangan-jangan, akulah yang sombong dengan menganggap dia sombong, sehingga menganggap akulah yang benar sehingga aku merasa lebih tinggi dan paling benar.”

Karena kesombongan adalah merendahkan orang lain dan tidak menerima kebenaran… (blum bisa kasih hadits riwayat siapa, yg jelas shahih dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)

Saatnya Merenung…

Banyak banget kejadian akhir-akhir ini yang membuat aku sedikit banyak merenung. Memikirkan hal-hal yang tadinya tidak terpikir. Atau membalikkan perspektif pikiranku yang dulunya A menjadi Z. Dan seterusnya. Mungkin itu yang membuat akhir-akhir ini aku jadi lebih sedikit melow dan lebih mudah uring-uringan. Yang lebih membuat pikiranku berkecamuk adalah, hal-hal yang mungkin jika dipadankan dengan ilmu tentang Islam yang sudah aku ketahui. Sehingga di satu sisi aku terus memikirkan berbagai hal, namun di sisi lain aku juga membatasi diriku dengan seluruh pergolakan yang ada sehingga hal yang demikian membuat pikiranku semakin terhimpit. Masalahnya bukan berarti aku menyalahkan sisi syari’at. Bukan insya Allah. Dan aku berlindung dari hal yang demikian.
Baca selengkapnya Saatnya Merenung…

Mabruk Untuk Mas Lyno dan Mba Iyus

Kemarin, dapet sms dari mas Lyno. Kakak kandungku yang pertama. Beliau ‘untuk sementara ini’ tinggal di Belanda. Dah 2 tahunan gak ketemu iy. Entah kapan yaa balik ke Indo.

Aku belum cerita ya, kalau Ma & Pa sempat ke Jogja akhir bulan kemarin. Padahal aku emang lagi kangen banget dan bolak balik minta ke bang Hen untuk ke Jakarta. Qadarulllah, anaknya mba Maya – kakak kandungku yang kedua dan tinggal di Surabaya – (Maritza Naazneen K) mesti opname dan mba Maya-nya juga ikutan di rawat karena tipes. Jadilah Mama sama Papa ke Surabaya terus pulangnya mampir ke Jogja. Tapi qadarullah, Papa cuma nginep semalem aja di rumah. Paginya dah ke Solo terus langsung pulang ke Jakarta. Nah, alhamdulillah Mama bisa agak lamaan di rumah (3 malam), kebetulan pas mo dipesen tiket yang hari Ahad, ternyata penuh. Hihi…seneng deh.

Kok jadi ngelantur yaa ceritanya. Pokonya, Mama kan main-main terus tuh sama Ziyad. Terus sempet nyeletuk tentang masalah mas Lyno dan mba Iyus yang belum dikaruniai anak sampai saat itu (nikahnya cuma beda 3 bulan loh sama aku, mas Lyno bulan Agustus 2006, aku bulan November 2006). Terus mama bilang, “Mama ngebayangin kalo anaknya mas Lyno nanti lucu, putih.”

Hihi…gak salah sih bayangan mama. Soalnya mas Lyno-nya kan masya Allah ganteng. Terus mba Iyus juga masya Allah cantik dan keturunan Arab asli (cuma kebetulan pindahan ke Belanda dari kecil).

Di awal bulan, mas Lyno sempet sms ngasih tau kalau abis kecelakaan, jatuh dari sepeda. Tangannya patah. Jadi, gak bisa kerja selama sebulan. Wah…la ba sa thohurun insya Allah ya Mas. Terus-terus…kira-kira semingguan lebih ya, mas Lyno sms nanyain kabar sambil ngasih tau kalau mba Iyus (nama aslinya Fayrus) lagi hamil 5 minggu!!!

Waaaaaaaaaahhhh aku langsung mau nangis terharu. Seneeng banget. Ikut seneng dengernya. Bisa ngerasain insya Allah kebahagiaan mas Lyno di sana. Di jaga ya kakakku sayang. Semoga dimudahkan sampai proses kelahiran nanti dan terus diberi kemudahan dalam merawatnya. Aamiin. Mama juga aku yakin senenggg banget. Soalnya langsung sms aku juga ngasih tau kalau seneng soalnya mas Lyno dan mba Iyus dah 3 tahun menikah.

Mabruk ya akhil kabiirr…

Kemana Artikel Bahasa Arab Itu…?

Pada gak nyadar ya??

Hehehe…artikel tulisanku yang judulnya “Bahasa Arab Bahasa Islam”, sedang hilang dari peredaran muslimah.or.id lho.

Kenapa?

Bukan karena isinya yang bermasalah. Jadi, ‘afwan jiddan itu tetap bukan merupakan kalimat arab yang benar, bahasa Arab itu memang benar-benar mulia, tidak ada hadits shahih yang menyatakan bahasa Arab bahasa surga, dan lain-lainnya. Hanya saja, kemarin sempat ada diskusi antara akh Satria dari badar.muslim.or.id yang juga merupakan teman suami dan teman satu tim di Penalette bersama suami dan tentu aja sama aku secara gak langsung. Berkaitan dengan kalimat yang bener dari ‘afwan itu. Sepertinya ada permasalahan berkaitan dengan nahwu dan shorof.

Setelah aku pikir-pikir, ada benarnya yang dikatakan akh Satria itu. Cuma perlu di cek ke ustadz. Akhirnya ditanyakan ke dua orang ustadz, tapi katanya belum dapat jawaban. Jadi, insya Allah mau ditanyain lagi ke ustadz Aris Munandar. Sebenarnya artikel itu memang sudah dimuraja’ah ustadz Aris. Sepertinya bagian yang ‘itu’ agak terlewat, karena memang dilihat secara kaidah, secara sepintas hasilnya benar. Tapi kalau dirunut-runut, ternyata kurang tepat.

Jadi, aku minta ke bang Hen di-unpost dulu aja, sampai dapat jawaban dari ustadz Aris insya Allah. Mohon maaf atas ketidaknyamaan tersebut.

Antara Komersial dan Bukan Komersial

Sebenarnya, beberapa waktu yang lalu, abang pernah membicarakan masalah orang-orang yang hosting di wordpress gratisan tuh kadang ada yang salah. Misal pasang adsense, jualan di blognya, dll. Bahkan dari ikhwan teman-teman juga ada beberapa yang secara tidak sadar melakukan hal tersebut. Alhamdulillah kemarin teman dari Al-Furqon yang nanganin website majalah Mawaddah telepon-teleponan sama abang, dan sudah abang beritahu hal tersebut. Mudah-mudahan bisa cepat ganti hosting, soalnya itu kan hampir emang tujuannya untuk komersial ya.

Nah, terus kemarin juga ngeliat si abang buka website salah satu ikhwan yang pindah hosting (gak digratisan wordpress lagi), karena isinya kadang-kadang membicarakan bisnis miliknya (yang emang tujuan dia nulis itu buat mempromosikan bisnisnya). Nah, nah…aku kan jadi kepikiran websiteku juga yang di sini. Terus, kadang-kadang kan aku ngomongin penalette, desainku, kerjaan, dll. Padahal maksudku sebenarnya copy paste di situ buat database aja kalo-kalo yang di sini hilang. Tapi karena dah tahu hal tersebut, insya Allah aku mutusin nulis di cizkah.com aja. Soalnya sering juga nih postingannya berbau bisnis. Hehehe…Lagian juga biar gak bingung dan lebih memanfaatkan waktu insya Allah.