Cerita lengkapnya di ummiummi okee…Penting banget ibu-ibuu…hiks hiks…
Cerita lengkapnya di ummiummi okee…Penting banget ibu-ibuu…hiks hiks…
Saya memiliki seorang suami yang sangat khawatiran yang juga merupakan hasil didikan sang ibu mertua dahulu juga sangat khawatiran dan sangat protective kepada anak-anaknya. Sedangkan saya sendiri termasuk yang tingkat kekhawatirannya di bawah suami dan cenderung ingin lebih “membebaskan” anak untuk bereksplorasi. Keduanya insyaAllah tidak ada yang salah, asal tidak ada yang berlebihan, tidak berlebihan dalam membatasi anak (over protective) atau tidak berlebihan dalam melepaskan anak beraktifitas semaunya.
Insiden orang asing ini adalah insiden yang kedua. Kejadian yang kedua ini, saya lebih yakin bahwa memang ada kemungkinan Ziyad akan menjadi korban penculikan (na’udzu billah min dzalik) dan membuat kami bersyukur bahwa hal itu tidak terjadi. Dan semoga tidak akan terjadi, baik untuk Ziyad ataupun anak-anak ibu-ibu.
Baca selengkapnya Insiden Orang Asing dan Ziyad beserta Tips PENTING untuk Diajarkan ke Anak
Terinspirasi ngeliat foto ini di link , akhirnya aku semangat bikin sendiri buat di taro di hp (ini dia salah satu fungsinya yang enak banget buat belajarnya anak-anak).
Aku bikin sendiri jadinya kaya gini,

Sebenarnya timbang-timbang ni mau cerita bagian ini. Tapi ini adalah rentetan dari postingan-postingan selanjutnya (insyaAllah) yang kalau gak ditulis bisa menumbilkan eh menimbulkan kesan “wah” atau pikiran “ih hapenya baru niyee…” padahal di balik itu ya aslinya tidak semudah itu (gak semudah ganti hape 5x dalam satu setengah tahun yang jelas *wink wink ke tia* :D). Hehe…yang namanya kebahagiaan manusia itu memang terlihat menyilaukan orang-orang di kejauhan. Cobalah kau ketuk sebentar dan lihat ke dalam rumahnya, kalau kau boleh masuk, mungkin ia dalam keadaan menangis karena ujian yang menimpa yang tak terlihat dari luar. (Ada satu puisi seorang sastrawan yang nohok banget deh tentang itu). Oh baiklah…kok jadi berpuitis puitis…
Rezeki handphone datang dari dua orang, suamiku dan bu Erlina…Ya Allah…sampai mau nangis pas buka kotak dari bu Er. Kejadiannya sehari setelah dibeliin hp Samsung sama abang. Sampe langsung nelpon bu Erlina, bilang jangan kaya gitu…saya malah jadi gak enak, pokoknya kaget bangettttttt….langsung ngetok abang yang lagi di kamar mandi, “Abaang…aku dikasih HP sama bu Er…” Bu Er ini sebenernya udah mau ketemuan aku dari seminggu sebelumnya, tapi akunya lagi gak bisa karena udah ada rencana sama abang. MasyaAllah…alhamdulillahiladzi bi ni’matihi tatimushsholihaat…Gak lama abis aku telpon, bu Erlina nelpon lagi, bilang jangan merasa gak enak, itu tidak seberapa, dan sebagainya yang tetep bikin aku tambah berkaca-kaca banget, hiks. Jazahallahu khoiron jazaa…
Baiklah…sejak hari ini, resmi ada tukang coret kedua dalam rumah ini, yaitu bernama Thoriq Ibrohiimm…><‘

Itu tadinya nyoret di ubin…hadeuh…”Ini sayang…di kertas ya…”
Malamnya dia asyik lagi corat-coret tanpa sepengetahuan aku…soalnya akunya lagi sibuk bikin bolu ketan item lhooo (request si abang tercintah). Eh enak banget ternyata yaa masyaAllah…cuma ada pelajaran yang didapat nih..tapi di postingan lain insyaALlah cerita tentang bolu ketan itemnya.

Btw…Thoriq udah bisa jalan semingguan lebih nii…alhamdulillah…sama kaya Ziyad berarti, pas umur setahun udah bisa jalan.
Salah satu peran kita sebagai ibu yang menyiapkan makanan untuk keluarga adalah memberikan makanan yang sehat. Salah satunya adalah telur. Ada beberapa cara untuk mengetahui umur telur. Berikut tipsnya:
Perkembangan Thoriq ada yang kelupaan kecatet kemarin…plus ada yang udah nambah juga.
Koordinasi tangan-mata:
Bisa membolak-balikkan kertas buku. Ini dia suka banget, apalagi buku yang judulnya “Baba Gorila” (buku tentang pengurangan tapi dalam bentuk cerita gitu).
Nah kalo lagi bongkar-bongkar rak buku-buku Ziyad, yang biasa ditarik duluan itu biasanya buku “Super…”.(gak usah disebut judul lengkapnya deh hehe)…Ini buku tentang Himpunan.
Dia juga mulai suka menepatkan tutup toples/gelas dengan toples/gelasnya.
Baru-baru ini juga mulai bisa ngelus kepala Ziyad pake tangan dengan benar. Kalo dulu kan dikaplok hehe. Ternyata dikasih tau yang bener ini kaya ginii – sambil ngelus-ngelus Ziyad -, ngerti juga ya, masyaAllah.
Kelihatan kalau mulai mau ngomong dan berkomunikasi. Kata yang biasa dia maksudkan dia lagi ngomong itu, “papah…” gak papa maksudnya. Tadi aku main-main “Ammmm…”, nunjukin dia makan sisa jeruk dia yang berceceran, dia konsen ngeliatin mulut aku terus ngomong, “amm…” hihi…lucu masyaAllah.