Rumah Tangga-Keluarga

Jeng Maryam

Jeng

Punya panggilan sayang dari suami?

Hihi…mo ketawa duluan nulis ini.

Mungkin hampir setahun yang lalu, ada yang memutuskan mau manggil aku dengan sebutan, “Jeng…”

Kata abang, jeng itu kesannya lembut, dewasa, keibuan (lupa deh tepatnya :D).

Karena si sanguinis ngomong sama orang melankolis yang suka cenderung memandang dari sisi negatif :D. Aku langsung ngomong,

“Jadi aku kurang lembut, kurang keibuan…bla bla…?” :D

Biasanya menghadapi pola pikir aku yang kaya gitu ya si abang ketawa aja. “Abang tu heiiraan…kok bisa mikirinya ke situ..” 

Read more…

Sakit dan Pulang…

Beberapa teman yang baru menjalani biduk rumah tangga, seringkali terkena syndrom “pulang”. Dulu aku juga mengalami. Apalagi waktu itu langsung hamil. Yang namanya orang hamil itu pada umumnya kepayahan. Kalau kepayahan/sakit, biasanya seseorang kepikiran pingin pulang. Pingin di rumah. Pingin di dekat Mama. Walau pada kenyataannya aku di rumah bukan orang yang tipikal dimanja. Bahkan pernah badan aku panas. Cuma karena adik-adik yang lain juga panas, sampai kayanya gak ketahuan kalau aku tuh juga panas. Karena pada dasarnya biasanya aku juga kalau sakit in sya Allah gak menunjukkan sakit. Gak tahu. Budaya di rumah seperti itu. Atau aku sendiri yang membentuk budaya pada diriku seperti itu hehe. 

Read more…

Kangen Olah Raga

Masih lanjut cerita barusan. Pas lagi ngerasa nafas pendek itu, aku jadi merasa pingin sekali olah raga. Terus baru sadar kalau dulu sebenarnya termasuk rajin olah raga. Cuma saat ini banyak olah raga yang biasa aku jalani kayanya gak memungkinan untuk dijalankan.

Renang

Aku bisa renang dari kelas 1 SD. Bisa berenang karena gak sengaja kepleset trus langsung gerak-gerakin kaki.  Suka banget sama berenang. Cuma gaya kupu-kupu aja yang aku gak bisa. Gaya dada, gaya bebas, gaya kodok bisa :D in sya Allah. Walau abis berenang kulit langsung jadi kebakar. Waktu itu, berenang jadi ekstrakurikuler. Setelah itu, kalo lagi ada kesempatan ya ke tempat kolam renang umum sama mba Maya dan Jepi. Dulu Icad belum ada. Beda umur aku sama Icad (adik yang bungsu 10 tahun hehe).

Read more…

Cerita Kopi

Akhir-akhir ini, Thoriq lagi masa-masanya pingin duduk ditemani bersama saat bermain. Sama seperti Ziyad dulu juga, aku diminta main mobil-mobilan atau mainannya, membuat suatu cerita, kemudia dia memperhatikan  (baca: nonton) aku memainkan mainannya hehe…  Belum lagi Ziyad yang juga suka sekali kalau aku berperan jadi si Dino boneka dinosaurus. Plus, Thoriq juga jadi jarang tidur siang sejak disapih.

Karena banyak waktu yang digunakan bersama anak-anak, waktu untuk pekerjaan di siang hari jadi berkurang. Alternatifnya harus memanfaatkan sebaik mungkin saat-saat mereka tidur. Karena hasrat badan sebenarnya ingin ikut tidur sama mereka, tapi karena banyak amanah yang harus dijalankan, maka aku harus melek. Terus jadi memberanikan diri minum kopi. Herannya, aku gak kena migraine atau maag seperti biasanya.

coffee lover

Read more…

Jarang-Jarang…

Salah satu kenikmatan hidup di Jogja adalah sering ada Islamic Book Fair. Gampang dijangkau dari rumah alhamdulillah. Cuma 15-30 menit bisa sampai, gak pakai macet :D.

Salah satu kenikmatan lagi pas Islamic Book Fair kali ini, si abang lagi dapat rezeki tambahan dari Allah.
Salah satu kenikmatan lainnya lagi adalah, suami yang juga ikut semangat melengkapi perlengkapan permainan edukatif di rumah sejak kejadian kemarin.

Jadi, berangkatlah kami Ahad ini ke Islamic Book Fair.Walau sempat salah tempat karena ternyata bukan di  gedung Wanita Tama – dimana biasanya Book Fair di adakan di situ – tapi kali ini diadakan di GOR UNY. Walau hampir gak jadi karena hujan yang luar biasa lebat. Walau terjebak di Masjid Kampus UGM selama hampir 2 jam karena hujan itu.

Read more…

Belajar Berhitung

Alhamdulillah…sejak sekitar 4 mingguan yang lalu, Ziyad mulai belajar berhitung. Maksudnya sudah mulai masuk dalam ranah belajar yang lebih diseriuskan hehe. Sebelum-sebelumnya secara tidak langsung sudah belajar dasar-dasar. Dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya ketika dia minta kertas, aku bilang “Lima ya, coba dihitung dulu benar 5 gak?” Terus hitung deh.

Mulai belajar berhitung juga karena aku lihat perkembangan belajar membaca latin dan arabnya alhamdulillah bagus. Proses belajar kedua materi itu sudah berjalan lebih  ringan. Bahkan, untuk baca latin  karena satu halaman sudah lancar dan cepat, bisa aku rapel 2-3 halaman. Walau baru AISM 4, Ziyad sudah sering buka buku dan berusaha baca karena menikmati dia sudah mulai bisa membaca. Alhamdulillah :)

Nah…sebelum mulai proses belajar berhitung ini, aku banyak melihat dan download dari youtube. Terutama cara belajar di Montessori. Proses belajar berhitung ini, aku lihat jadi lebih terlihat mudah. Salah satu video yang aku lihat ini:

Read more…

Romantis

Sampai kemarin malam, aku berpikir romantis itu bukanlah hal yang sifatnya naluri atau natural. Maksudnya romantis disini yang berkaitan sama hal-hal “manis” yang disukai wanita pada umumnya, misalnya bunga. Tadinya juga aku berpikir, kalau orang yang suka kasih bunga itu mungkin juga sok romantis. Karena si pemberi bunga mungkin terpengaruh dengan tulisan yang dia baca, kisah yang dia dengar atau mencontoh dari kejadian orang lain. Tapi di rumah ini, ternyata ada yang dengan pikiran sederhananya, bisa berbuat sesuatu yang romantis, walau dia sendiri belum tahu apa arti romantis :).

Yep…siapa lagi kalo bukan Ziyad.

Read more…

Kadang Aku Lupa…

Kadang aku lupa…kalau Ziyad itu masih anak-anak. Masih umur 5 tahun.

Masih membutuhkan rasa aman dan bukannya memberi rasa aman untuk ibunya.

Masih butuh dimengerti, bukannya diharapkan jadi anak pengertian.

Sedih. Marah. Kecewa. Lebih ke diri aku sendiri, yang membuat aku menangis terus sejak sore tadi.

Maafin ummi ya sayang…

- lagi sedih sangat -

Memelihara Ayam

Di Jambi, mertua memelihara ayam. Dua ayam bangkok – jantan dan betina –  yang dibeli dari sepupu suami. Dua ekor lainya adalah ayam kampung  yang habis disembelih ketika kami datang. Kelihatannya memelihara ayam mudah. Sampai di Jogja, ketika memandang halaman rumah dan samping rumah kontrakan kami yang lowong, aku usul ke abang untuk memelihara ayam. Semuanya setuju. Anak-anak senang. Ibu mertua yang diberitahu memberi saran untuk membeli ayam bangkok saja. “Tidak bisa terbang tinggi, ” katanya.

Aktifitas baru Ziyad

Read more…

Pulang Mudik: Acara Selanjutnya adalah ADAPTASI

Helloww….siapa aja yang pulang mudik?! Yes…saya juga termasuk di dalamnya. Demi demi…demi silaturahim. Dengan berbagai pertimbangan dan kemungkinan (misalnya tahun depan insyaAllah hamil, abis itu ngelahirin), jadinya kalo tahun ini gak pulang, berarti masih 2-3 tahun lagi bisa mudik…ya sudah,huhu… semoga Allah melapangkan rezeki kami ya Allah…aamiin.

Dan lucunya, pulang mudik ini, lagi jumpalitan adaptasi lagi sama kesibukan super duper, beberapa orang (iya beberapa orang!), nanyain hal yang intinya sama. Gimana menej waktu dengan buah hati di sekeliling kita para wanita. Alhamdulillah pas ditanya pas udah mulai menata hati dan fisik, hihi…jadi bisa kasih jawaban yang menghibur (dan mudah-mudahan jadi solusi). Kalo engga nanti ceritanya jadi sama-sama melow memikirkan nasib jadi ibu rumah tangga yang luar biasa besar pahalanya namun penuh perjuangan.

Yang perlu ditata duluan emang hati ya bu ibu. Menata hati bahwa semua yang kita lakuin itu butuh pertolongan sama Allah dan mengharap ganjaran dari-Nya.

Trus kemarin yang juga mendorong aku untuk lebih kuat dan gak malas-malasan adalah keinginan untuk bikin kue yang gak kesampean sampe sebelum berangkat mudik. Ajib ya. Karena pingin bisa bikin kue, aku jadi mikir bahwa pekerjaan lain harus bisa diselesaikan seefektif dan seefisien mungkin supaya tersisa tenaga dan waktu untuk bikin kue hehe. Walaupun akhirnya hari ini ujung-ujungnya “cuma” bikin brownies kukus, tapi tetep alhamdulillah. Itupun juga kepotong karena listrik konslet, kertas roti yang ternyata udah dibuang sama si Abang karena katanya kotor dan pritil-pritil lain yang alhamdulillah gak merusak hasil browniesnya :D.  Bayangannya soalnya pengen nyoba resep kue yang pake butter… (bacanya: baththher ya…:D). Iya mentega. Udah dibeliin mentega merek Orchid (yg ada label halalnya dong) dari sebelum mudik…huhu…mudah2an minggu depan atau weekend ini bisa bikin sesuatu yang pake mentega! insyaAllah aamiin.