Seorang teman memintaku mereview hasil BLW Thoriq kemarin. Apakah berhasil? Apakah Thoriq beneran gak jadi seorang picky eater. Apakah ini dan itu. Sebenarnya memang sudah niat mo menceritakan perkembangannya…makanya ada beberapa video dan gambar hasil dokumentasi.
Parenting
Ini adalah huruf-huruf yang Ziyad masih suka lupa pas bulan Januari kemarin. Biar inget, aku bikinin kaya gini (karena kalo bikin kaya model yang kemarin…gampang diprotolin sama Thoriq hehe…jadi ini ditempel didinding depan laptop Ziyad…)
Homeschooling di Mataku
Homeschooling adalah label/nama/istilah. Bagiku seperti itu. Label yang membantu seseorang menjelaskan suatu aktifitas pendidikan/pembelajaran yang dilakukan di rumah. Dan bagiku sama saja ketika menyebutnya dengan Home Education. It’s just a name.
Jadi…saran pertamaku untuk teman-teman yang mau memulai homeschooling, gak usah pusing dengan berbagai deskripsi yang ada. Kita bukan sedang/akan melakukan sesuatu yang disesuaikan dengan suatu label. Tapi sebaliknya, kita akan melakukan sesuatu yang membantu perkembangan anak (peserta didik kita, mad’u kita) dari berbagai sisi – utamanya diniyah – terserah nanti namanya itu mau homeschooling, homeeducation, dll.
Berhubung kalo mo cerita full proses belajar Ziyad yang lain nanti malah gak keposting-posting, atau malah nunggu postingan review HP android juga malah gak jadi-jadi hehe, jadi posting sekilas tips ini aja. Yap, proses homeschoolingnya Ziyad masih berjalan alhamdulillah, walaupun mungkin kelihatannya kemajuannya tak sepesat anak lainnya, tapi aku tetap bersyukur masih bisa mendapatkan pahala itu insyaAllah…karena mengajarkan lafal per lafal, huruf per huruf, dan tahap per tahapan ke Ziyad.
Langsung saja, tak akan berpanjang-panjang.
Ziyad, mungkin seperti kebanyakan anak lainnya, atau mungkin tidak seperti kebanyakan anak lainnya, sulit membedakan antara huruf “b” dan “d”. Kalau pas satu huruf itu yang dipelajari sih lancar. Tapi kalo udah ketemu campur…nanti dia malah jadi takut salah karena memang hampir selalu salah. Kasihan, tapi ga boleh menyerah dan gak usah takut, kata aku. Salah itu wajar, kan lagi belajar, yang penting sabar.
Baiklah…sejak hari ini, resmi ada tukang coret kedua dalam rumah ini, yaitu bernama Thoriq Ibrohiimm…><’

Itu tadinya nyoret di ubin…hadeuh…”Ini sayang…di kertas ya…”
Malamnya dia asyik lagi corat-coret tanpa sepengetahuan aku…soalnya akunya lagi sibuk bikin bolu ketan item lhooo (request si abang tercintah). Eh enak banget ternyata yaa masyaAllah…cuma ada pelajaran yang didapat nih..tapi di postingan lain insyaALlah cerita tentang bolu ketan itemnya.

Hasil coret-coret di ubin malam hari
Btw…Thoriq udah bisa jalan semingguan lebih nii…alhamdulillah…sama kaya Ziyad berarti, pas umur setahun udah bisa jalan.
Perkembangan Thoriq ada yang kelupaan kecatet kemarin…plus ada yang udah nambah juga.
Koordinasi tangan-mata:
Bisa membolak-balikkan kertas buku. Ini dia suka banget, apalagi buku yang judulnya “Baba Gorila” (buku tentang pengurangan tapi dalam bentuk cerita gitu).
Nah kalo lagi bongkar-bongkar rak buku-buku Ziyad, yang biasa ditarik duluan itu biasanya buku “Super…”.(gak usah disebut judul lengkapnya deh hehe)…Ini buku tentang Himpunan.
Dia juga mulai suka menepatkan tutup toples/gelas dengan toples/gelasnya.
Baru-baru ini juga mulai bisa ngelus kepala Ziyad pake tangan dengan benar. Kalo dulu kan dikaplok hehe. Ternyata dikasih tau yang bener ini kaya ginii – sambil ngelus-ngelus Ziyad -, ngerti juga ya, masyaAllah.
Kelihatan kalau mulai mau ngomong dan berkomunikasi. Kata yang biasa dia maksudkan dia lagi ngomong itu, “papah…” gak papa maksudnya. Tadi aku main-main “Ammmm…”, nunjukin dia makan sisa jeruk dia yang berceceran, dia konsen ngeliatin mulut aku terus ngomong, “amm…” hihi…lucu masyaAllah.
Di video ini, Thoriq sedang bermain pesawat dengan mengeluarkan suara “Ngeenng…ngeenngg…” Yang pinternya lagi masyaAllah, dia selalu cari posisi yang benar supaya roda pesawat/mobil di bawah.
Hehe…aku gak tau deh ini termasuk perkembangan pesat atau bukan…soalnya dulu seingat aku, Ziyad gak kaya gini (deuu…emang beda kali ya tiap anak). Thoriq termasuk anak yang bisa main sendiri alhamdulillah, gak harus selalu ditemani. Diam-diam, ngutak-ngatik, obrak-abrik (kalo ini semua anak kaliii).
Asal diberi contoh, insyaAllah Thoriq dengan cepat menangkap dan mengingat. Tapi setiap yang dipegang, termasuk misalnya mainan sapi atau kuda, nanti dia juga suaranya, “Ngeeenng….ngeennnggg” sambil dilambaikan di udara seakan-akan itu pesawat hehe. Atau mainan mobil juga gitu…tapi apa aja juga bisa jadi mobil.
Salah satu perkembangan bayi, adalah dapat meraih benda yang ada di depannya (kordinasi tangan-mata) dan biasanya dimasukkan ke mulutnya. Entah kenapa, Thoriq suka sekali dengan handphone aku atau barang-barang elektronik dan barang kotor lainnya (contohnya mouse).
Dari akhir Agustus, hpku sony ericsson, resmi gak bisa dibuat telpon, karena suara aku gak kedengaran oleh penelpon. Tadinya gak ngeh kenapa. Sampai kemudian baru nyadar, kalo Thoriq itu suka banget ngisep2…dan yang diisep itu selalu bagian bawah hp-nya (pinter banget emang masyaAllah), dan di bagian bawah itu kan ada komponen yang buat nyarger (hp sony itu colokannya lebar gitu).
Padahal sebelumnya hp itu juga udah susah payah kalo dicharger…(dulu awal di jogja juga punya hpnya sony ericsson masalahnya sama…kemarin kok gak kepikiran ya pas beli).









