Insya Allah, tanggal 24 bulan Juli ini, buah hatiku tersayang berumur 24 bulan alias 2 tahun. Tapi seperti ketika ia berusia 1 tahun, kami melewati hari-hari tersebut sebagaimana hari-hari biasanya. Kenapa? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencontohkan merayakan atau menjadikan hari raya ketika seseorang memasuki tanggal lahirnya. Dan merayakan ulang tahun itu termasuk syiar dari kaum kuffar karena itulah kita gak boleh meniru-niru mereka. “Man tasyabbaha biqoumin fahuwa minhum.” (”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.”). Wal ‘iyyadzu billah. (more…)
Archive for the ‘Parenting’ Category
Buah Hatiku Menuju Bulan Ke-24
Thursday, July 16th, 2009Masya Allah Lucunyaa…
Wednesday, May 20th, 2009Sebenarnya dari kemarin banyak hal yang ingin ditulis. Cuma… karena untuk menyelesaikan tugas-tugas lainnya aja dah kepayahan ples koneksi lagi jelek bangettt (gak tau telkom flashnya kok jadi gini ya sejak menerima pendaftaran baru) terus kayanya sejak (alhamdulillah) beli PC supaya aku lebih leluasa ndesain dan abang lebih leluasa mengerjakan pekerjaannya, aku jadi lebih jarang nyentuh internet (padahal sebelumnya juga udah jarang ya?). Bener-bener bekerja di belakang layar internet :P
Lagi pingin cerita tentang Ziyad aja ah, yang gak terlalu perlu mikir dan gak mesti buka-buka buku. Kemarin banyak yang ketinggalan soalnya catatan perkembangannya bujang satu ini.
Tips Penggunaan Diaper
Friday, May 8th, 2009Salam kenal untuk Mamanya Nayla yang menginspirasi tulisan ini :)
Sejauh ini, hampir selama satu setengah tahun ziyad menggunakan diaper, alhamdulillah hampir tidak pernah iritasi.
Tipsnya:
- Kalau diaper sudah terlihat berat dan penuh, walaupun baru sebentar dikenakan, sebaiknya segera diganti. (Saya pernah ke dokter anak, bahkan disarankan untuk mengganti tiap 3 jam sekali. Tapi saran ini tidak saya terapkan, hehehe, boros!).
(more…)
Toilet Training Versi 2 (Malam Hari)
Monday, March 16th, 2009Alhamdulillah, setelah satu setengah bulan menjalankan toilet training siang hari, pada bulan Maret ini, Ziyad Syaikhan bisa mulai ‘lepas diaper’ pada malam hari.
Awalnya aku dan suami berniat menjalankan (mencoba) ide frugal yang aku telah posting kemarin (soalnya kami sendiri belum pernah mencobanya). Jadilah kami di awal bulan membeli diaper Mamy Poko dua buah. Perkiraanku, ketika satunya dicuci, paling tidak ada persediaan satu lagi untuk dipakai. Kemudian aku membeli diaper uukuran XL isi 20, jaga-jaga untuk dipakai ketika berpergian.
Malam pertama, aku masih kenakan ke Ziyad diaper Momy Poko tersebut. Ide suami sih ini sebenarnya. Paginya aku buang isi diaper yang sudah kena pipis tersebut, kemudian aku cuci seperti mencuci baju lainnya. Kemudian sambil itu, aku masih menunda sekaligus berpikir bagaimana menerapkan secara enak metode itu. Karena berarti harus ada kain yang diisikan ke diaper. Dan alternatifnya yang paling enak sepertinya mengisi dengan popok. Aku pikir tidak bagus untuk kulit Ziyad kalau langsung kugunakan popok yang sudah aku simpan hampir 1 setengah tahun yang lalu. Mesti ada binatang-binatang kecil yang bersarang di situ. Jadi, aku pikir paling tidak ,aku harus menyetrikanya.
Alhasil, setelah berputar-putar berpikir dan mempertimbangkan semuanya, aku memutuskan, “Sekarang saatnya”, untuk mulai mengajarkan toilet training di malam hari (alias tidak jadi menerapkan metode isi diaper dengan kain tersebut). Pertimbangannya,
1. Tidak nyaman untuk Ziyad.
2. Sama saja pilihannya, yaitu aku harus bangun di malam hari. Baik untuk mengganti kain yang mungkin sudah dikencingi, atau bangun untuk mengantarkan Ziyad ke kamar mandi.
Hasilnya?
Alhamdulillah…Senaaannggg bangetS!! Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Karena pada malam hari (waktu tidur), Ziyad memang jarang pipis. Aku hanya perlu bangun sekali untuk membawanya ke kamar mandi. Membawanya??
Yup, sekedar mengendong, kemudian aku taruh dipangkuanku, kemudian kakinya aku pijakkan ke lantai supaya dia merasakan dinginnya. Hebatnya, Ziyad tetap tidur walaupun aku begitukan. Kemudian aku siram-siram sedikit kaki dan penisnya dengan air. Pipislah dia…Hehehe. Setelah acara siram-siram ke bagian-bagian yang kena pipis dan terciprat, aku bawa lagi ke kamar dan masing-masing melanjutkan tidurnya. Hehehe…
diaper Momy Poko yang satunya sampai sekarang masih belum terpakai lho. Siang hari, misalnya kami ajak Ziyad Syaikhan keluar, ternyata ia tetap tidak pipis (walaupun perginya selama 2 jam). Sampai di rumah, biasanya langsung aku cek, dan ketika bersih dari pipis, langsung aku suruh pipis di kamar mandi. Jadilah diapernya aku simpan lagi. Sudah berapa kali seperti itu. Alhamdulillah, diaper yang kubeli kemarin yang bentuknya celana. Jadi, tidak ada masalah dengan perekat (yang mungkin akan aus kalau berkali-kali dibuka tutup).
Begitulah Ibu-Ibu. Hehehe…Setelah hiruk pikuk di dua minggu pertama toilet training, di bulan kedua ini, alhamdulillah hasilnya sudah dapat dikecap sedikit demi sedikit. Bukan berarti sudah bisa leha-leha (santai) lho. Karena aku tetap menjadwalkan satu jam sekali mengantarkan Ziyad Syaikhan pipis di siang hari. Kemudahannya sekarang adalah Ziyad bisa disuruh untuk pipis walaupun yang keluar sedikit ketika sudah di kamar mandi. Kalau dulu awal-awal, bisa-bisa 10 menit di kamar mandi, kalau Ziyad lagi tidak ingin pipis ya tidak akan keluar pipis itu.
Mudah-mudahan Allah memberi kesabaran untuk meneruskan toilet training ini. Insya Allah kalau Ziyad sudah lancar bicara, ia akan lebih mudah menyampaikan kalau “Uridu an abul ya Ummi…” Hehehe…
Tips Memilih Popok; Lampin, Diaper
Wednesday, January 21st, 2009Sebenarnya lebih tepat kalau tidak dikatakan popok ya? Denotasinya kan kalau popok itu ya kan yang dijadikan alas untuk bayi ketika pipis dan biasanya dikenakan ketika berumur 1-2 bulan.
Untuk tahap awal, aku kasih pilihan berdasarkan yang pernah aku coba ya, diantaranya, diaper bermerk, mamy poko, EQ dry, Popoku, (satu lagi gak pernah lihat di swalayan, dulu aku beli di koperasi Taruna di daerah monjali itupun sepertinya sudah sangat lama, dan gak ingat merknya apa), terakhir adalah Sweety.
Mamy Poko
(kok ga ada webnya ya, mbo Penalette nawarin gih)
Pertimbangan untuk memilih di sini sebenarnya bervariasi. Biasanya untuk orangtua yang berkecukupan, alasan yang paling utama menjatuhkan pilihannya ke salah satu produk adalah karena tidak membuat iritasi. Dan ini jatuh pada produk Momy Poko.
Tapi harganya, Ya Allah. Untuk kita-kita (termasuk aku ya), kalau dikenakan tiap hari pada bayi dan sebulan penuh, budgetnya bisa melebihi budget makan sebulan lho. Aku pakai produk Momy Poko waktu itu Ziyad Syaikhan baru lahir dan mau periksa ke Rumah Sakit Sakina Idaman. Memang bahannya lembut, enak banget dan ada gambar petunjuk kalau panper sudah penuh atau belum (apa ya namanya, lupa aku).
EQ Dry
Ini juga enak bahannya. Pertimbangan tidak memakai ini juga karena harganya masih terlalu mahal jika dihitung secara total sebulan.
Bahan dasar luarnya agak kurang enak (lebih ke arah plastik), dibandingkan dengan bahan Popoku. Tapi dayaserapnya lebih banyak dari Popoku. Pilihanku selama ini jatuh pada produk ini. Coba bandingkan harganya dengan panper MamyPoko. Misalnya sebulan kalau pakai Sweety menghabiskan dana Rp 100.000, maka jika menggunakan Mamypoko bisa sampai Rp 400.000 sebulan. WaaaawW!!!! Mending dialihkan buat yang lain ya dananya? Huhuhu
Selama ini alhamdulillah, Ziyad juga (edited)<ins><strong>gak</strong></ins>mengalami masalah pada kulitnya (tidak mengalami iritasi). Mungkin kalau ini, selain faktor bahan diaper, frekuensi pergantian diaper juga mempengaruhi pengaruh terhadap kulit. Walaupun pernah ke dokter anak, dikatakan bagusnya mengganti diaper tiap 4 jam sekali (waduh!), selama ini aku memakai pola penggantian diaper sendiri, yaitu
Pagi hari (sekitar pukul 09.00 wib), setelah mandi pagi, memakai diaper baru.
Sore hari (sekitar pukul 16.00 wib), setelah mandi sore, memakai diaper baru.
Nanti malam hari, sebelum tidur (kebetulan Ziyad Syaikhan tidurnya malam) atau kalau sudah tidur dari sore, ganti diaper baru sekitar pukul 00.00 wib.
Jadi, sehari menghabiskan sekitar 3-4 diaper, jika BAB mesti langsung diganti lho, dan bersihkan benar-benar daerah pantat bayi supaya tidak tertinggal bakterinya. (jangan salahkan diapernya ya, Bu)
Popoku
diaper ini harganya masih di bawah Sweety. Tapi daya serapnya juga jauh di bawah Sweety. Walaupun bahan dasar luarnya enak, lembut dan ada gambar penunjuk kadar wet si diaper. Kalau daya serapnya kurang, otomatis jadi mesti lebih sering ganti dung. Jadi, kalau ditotal sebulan, tetap pengeluarannya nanti lebih besar jika dibandingkan menggunakan diaper Sweety.
Mau Lebih Hemat??
Nah, yang ini rada-rada berbau frugal ya. Yang namanya hidup frugal butuh ketelatenan, niat dan pembiasaan.
Pilihan pertama,
Pakai lampin plastik. Tapi ini gak aku sarankan. Aku sendiri gak pernah pakai ini. Soalnya benar-benar kurang sehat untuk kulit bayi. Kebayang kan kalau kita sendiri pakai yang plastik terus diisi kain, terus dibiarin pipis di situ. Kecuali mungkin kalau sering diganti isi kain di dalam lampin plastiknya.
Pilihan kedua,
Pakai lampin yang mirip bentuk diaper. Kalau pakai isi lampin, kemungkinan besar tetap bocor kemana-mana. (Yang ini aku juga pernah nyoba, dan kurang berhasil, tapi kemudian dapat saran dari Uswah). Sarannya, isi lampin dikasih kain biasa. Tapi sepertinya ini juga cocoknya kalau si bayi masih belum bisa kemana-mana. Kasihan sekali melihat daerah pinggangnya penuh terisi kain.
Pilihan ketiga,
Beli diaper yang agak mahal, seperti Mamypoko sekedar 2 atau 3 buah. diaper ini, perekatnya walaupun sudah dibuka tutup berkali-kali tetap bisa tahan. Nah, cara frugalnya adalah, isi diaper dikeluarkan. Dan kemudian untuk penadah ompolnya,tetap dikasih kain seperti cara pertama dan kedua. Kelebihannnya mungkin karena bahannya lebih enak ya. Nanti, diapernya setelah dipakai, bisa dicuci lagi bersamaan dengan kain di dalamnya kemudian dijemur dan dipakai lagi setelah kering.
Pilihan keempat,
Gak pakai diaper. Hah? Yap. Gak pakai diaper. Insya Allah bisa kok. Tapi ini nanti dikaitkan juga dengan toilet training ya, supaya meringankan beban ibu. Ada masa yang tepat untuk melatihnya. Ada juga efeknya jika terlalu cepat. Semoga bisa ditulis di artikel yang lainnya. Aamiin