Ziyad masih berumur 4,5 tahun saat mulai berkenalan dengan kematian. Kematian dari sososk yang dekat dengan dirinya. Kucing betina belang tiga. Kucing yang selalu kami beri makan jika kami punya sisa-sisa makanan yang bisa diberikan. Namun dengan sebab itu pula, entah kenapa secara otomatis kucing itu menjadi milik kami.
Telon namanya.
Seperti biasa, aku yang berinisiatif memberi nama untuk sosok-sosok unamed di sekitar rumah.
Beberapa hari sebelumnya, Telon rupanya melahirkan dua ekor anak kucing. Disembunyikan baik-baik buah hatinya di atas eternit tetangga kami. Khawatir si Bapak – nama bagi sosok kucing jantan – akan menghabisi anak-anak kucing sebelum tumbuh besar. Entah dengan sebab apa.
***
Siang itu, seperti biasa aku bekerja di ruang kerjaku. Posisi dudukku membelakangi pintu yang langsung terhubung dengan teras. Sengaja aku tata letak seperti ini untuk memudahkanku mengawasi anak-anak jika mereka sedang main di luar. Di samping kanan pintu, angsung terhubung dengan halaman samping. Tempat yang disediakan pemilik kontrakan untuk mejemur pakaian.
Ziyad sedang bermain di luar bersama Ukkasyah. Anak salah satu ustadz yang tinggal dekat dengan rumahku. Thoriq sedang tidur. Telon seperti biasa berada di sekitar teras. Sesekali aku menengok keluar. Melihat apa yang sedang Ziyad kerjakan bersama temannya. Lalu kulihat Telon mulai bertingkah aneh. Ziyad juga beteriak, “Mi…kucingnya pipiiiss!!!”
Tepat di batas antara teras dengan halaman samping, Telon terlihat antara terjingkat-jingkat sambil terkencing-kencing. “Oh iya…aduuh….ko pipis di situ..”
Tak lama kemudian Telon mengluarkan suara akan muntah.
“Ziyad…jangan dekat-dekat. Kucingnya kayanya sakit!”
Kemudian aku sempat melihat Telon masih sempat berjalan ke tengah teras untuk kemudian terkencing-kencing lagi.
Waktu itu aku berpikir dibiarkan dulu, nanti biar sekalian aku bersihkan semua kotoran yang ada. Aku pun melanjutkan pekerjaanku di depan laptop. Sampai akhirnya terdengar obrolan Ziyad dengan Ukkasyah yang kemudian diakhiri dengan pemberitahuan Ziyad kepadaku,
“Miiii….kucingnya matii”
“HAH!?!!”
Aku mengintip ke teras dari balik kisi-kisi kerai yang menutupi pintu yang terbuka. Kukenakan jilbab, lalu buru-buru keluar.
“Oiyaa…..beneran.”
Kemudian aku hubungi abang, memberitahu kalau Telon mati. Tergeletak tepat di tengah jalan yang menghubungkan teras dengan halaman rumah. Dugaanku, Telon terkena racun. Sepanjang hidupku memelihara kucing, saat mereka mati, mereka akan tiba-tiba menghilang. Allah memang Maha Bijaksana. Kalau semua makhluk hidup mati di tengah lalu lalang kehidupan manusia, betapa repotnya manusia mesti menguburkan semua binatang yang mati di sekitar. Mungkin hampir setiap saat.
Akhirnya abang pulang sebentar dari kantor. Melihat kondisi Telon yang membujur kaku, aku sedih. Dua ekor lalat juga mengitari jasadnya. Di sekitar tubuhnya juga ada genangan-genangan kecil bekas kencingnya. Abang memilih menggali tanah di pinggir jalan depan rumah kami. Tanah yang biasanya menjadi tempat semak-semak tumbuh atau tempat sampah daun pohon rambutan kami timbun.
Ziyad melihat semua proses itu. Penggalian, penguburan. Kematian.
***
Kematian kedua yang Ziyad sadari adalah meninggalnya Fia karena sebab sakit ginjal. Sosok yang hanya beberapa kali kami temui. Namun semuanya penuh kesan. Bukan hanya bagiku, tapi bagi Ziyad. Dan ketika ia meninggal, itulah pertama kalinya aku mulai sadar, Ziyad sudah mulai paham dengan kematian.
“Dikubur Mi?” tanyanya waktu itu.
Read more…
Related Posts
- Isyarat Mati… (Mar 4, 2013)
Pernah penasaran dengan hal ini?
Aku pernah...
Sering mungkin...
Ada juga perasaan antara percaya dan tidak percaya. Bahkan perasaan was-was sehingga seperti khawatir membahas tentang hal ...
- Cerita Sunat Metode Clamp Ziyad (Jun 3, 2013)
Alhamdulillah, Ziyad sudah disunat tanggal 11 bulan Maret 2013 kemarin. Proses menuju kesana sebenernya gak secepat pengambilan keputusan tanggal sunatnya tanggal segitu hehe.
Aku lupa ...
- Untuk apa Hidup? (Jan 12, 2009)
Hidup itu untuk ibadah kepada Allah lho...
Kalau melihat kehidupan di sekitar, ataupun di internet...sepertinya pada lupa. Aku sendiri juga sering jadi keterusan kalo dah connect internet (makanya ...
- Kemana Artikel Bahasa Arab Itu…? (Apr 6, 2009)
Pada gak nyadar ya??
Hehehe...artikel tulisanku yang judulnya "Bahasa Arab Bahasa Islam", sedang hilang dari peredaran muslimah.or.id lho.
Kenapa?
Bukan karena isinya yang bermasalah. Jadi, ...
- This is NOT a Movie Trailer…This is Syria (Mar 17, 2012)
Maka bersyukurlah bahwa negeri kita aman damai meski dengan berbagai kekurangan yang ada pada pemimpin kita...
Maka jangan lupa mendoakan saudara kita yang di sana...
Maka jangan lupa ...