Tips-Tips

Penggunaan Maksimal Wipol, Bayclin dan Porstex

Seperti biasa, kali ini tips rumah tangga adalah berdasarkan trial dan error selama menjalani sebagai ratu rumah tangga :D. Terkadang suatu produk itu, secara umum kita ketahu fungsinya ini, eh ternyata akan lebih maksimal kalau digunakan untuk yang itu. Apa sajakah itu?

wipol

 

Read more…

Belajar Berhitung

Alhamdulillah…sejak sekitar 4 mingguan yang lalu, Ziyad mulai belajar berhitung. Maksudnya sudah mulai masuk dalam ranah belajar yang lebih diseriuskan hehe. Sebelum-sebelumnya secara tidak langsung sudah belajar dasar-dasar. Dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya ketika dia minta kertas, aku bilang “Lima ya, coba dihitung dulu benar 5 gak?” Terus hitung deh.

Mulai belajar berhitung juga karena aku lihat perkembangan belajar membaca latin dan arabnya alhamdulillah bagus. Proses belajar kedua materi itu sudah berjalan lebih  ringan. Bahkan, untuk baca latin  karena satu halaman sudah lancar dan cepat, bisa aku rapel 2-3 halaman. Walau baru AISM 4, Ziyad sudah sering buka buku dan berusaha baca karena menikmati dia sudah mulai bisa membaca. Alhamdulillah :)

Nah…sebelum mulai proses belajar berhitung ini, aku banyak melihat dan download dari youtube. Terutama cara belajar di Montessori. Proses belajar berhitung ini, aku lihat jadi lebih terlihat mudah. Salah satu video yang aku lihat ini:

Read more…

Ajari Anak tentang Orang Asing! PENTING PENTING PENTING

Cerita lengkapnya di ummiummi okee…Penting banget ibu-ibuu…hiks hiks…

 

Cloth Diaper – Tips Memilih dan Cara Mencuci

popok tali

Yeah…finally i use it for my luvly chubby lubby thoriq hihi…

Sebelumnya emang masih timbang-timbang bener-bener karena ngerasa kekuatan fisik terbatas, waktu terbatas plus uang buat beli clodinya juga kayanya kok tetep sayang ya.

Terus-terus, pas baru lahiran kemaren seperti aku bilang kan gak pake dispo diaper spt yg direncanain. Alasannya karena Thoriq kayanya kulitnya lebih sensi dari Ziyad, sempet ruam merah gitu dan dia nangis…duh…udah khawatir…padahal itu makein disponya kan cuma selingan, cuma sempet berturut-turut pake langsung ruam gitu. Trus alesan lainnya, Thoriq tuh sering banget BAB-nyaah. Kiran mah kan wajar ya karena new born. Ternyata sampe seusianya sekarang ini hampir 2 bulan, BAB-nya tetep bisa 5x, kadang sedikit-sedikit terus baru banyak. Kebayang deh kalo pake dispo mesti ganti tiap BAB.

Nah..alhamdulillah kemaren bikin keputusan cepat, pas usia Thoriq 4 minggu, aku mutusin nyoba beli clodi dari Uus. Tadinya niatnya mo beli 3 aja. Namanya juga mo coba. Eh….terus Uus bilang mo dianterin. Walah…sayang2 kalo jauh2 dianterin dari Bantul cuma beli 3. Ya udah deh beli 6 aja. Terus2…akhirnya seminggu kemudian karena merasakan manfaatnyah, aku nambah lagi beli 5 lagi hwehehe…alhamdulillah Thoriq sempet dapet kiriman dari Budhe sama Om-nya. Lumayan ya buat beli clodi.

Runtutannya yang sebenarnya gini…

Read more…

Benang-Benang…

Dalam rangka meningkatkan sense of art *uhuk*…2 bulanan terakhiri ni alhamdulillah bisa beli pernak-pernik, perkakas, dan pendukung utk itu. Dan barang-barang tersebut sebelumnya emang udah jadi part of my life…cuma dulu kan sekedar hobi dan bener2 cuma sambilan aja. Tapi ternyata yang begituan tuh harusnya aku nikmatin yg akhirnya bisa ndukung sense of art itu. Mesti pada bingung deh huhu…yah pokoknya gitu deh.

rajutan cizkah

Salah satunya adalah ngrajut euy. Kalo skill ini alhamdulillah diajarin sama Mama, tapi ya gitu, langsung praktek. Jadi aku tau teknik rajut tuh ada yg itu dan ini. Tapi penerapannya pake feeling. Gambar di atas, dua yg atas bikinnya udah lama, gak pake teori huhu. Nah, dua yg bawah bikinnya pake rumus dan sesuai tutorial buku *gak sesuai2 banget sii…:D*, setelah bulan kmaren beli buku khusus rajutan bayi hweehee…baru tau ada istilah chain, double chain, slip knot, etc…

Buat ngebantu temen-temen laen yg juga mungkin pengen ikutan, ini benang-benang yang aku beli kemaren buat eksperimen. (Dulu taunya beli benang wol, tapi pas beli kemaren, gak ada loh yang tulisannya bener2 “benang wol”).

Read more…

Saran untuk yang Ingin Masuk ke Jurusan Teknologi Pendidikan

Nah, ini yang sering ditanyakan oleh adek-adek yang baru mau masuk kuliah ataupun sekarang masih SMA. Sebenarnya, sebagaimana saya selalu katakan kepada para penanya, sebaiknya tidak memilih jurusan ini bberkaitan dengan penggunaan musik.

Ada beberapa mata kuliah, yang jika mengikuti arus dan sekedar ingin dapat nilai bagus, maka mesti menggunakan musik (biasanya sebagai backsound).

Read more…

Tips Membeli Diaper

What’s the difference?

Kelihatan mirip ya sama entry yang kemarin? Kalau kemarin kan tips memilih diaper. Sekarang tips membeli diaper. Kelupaan sih sebenarnya masukin di artikel yang kemarin. Tapi memang temanya beda ya.

Jadi, ini dia tips membeli diaper

1. Perhatikan perbandingan antara harga dan jumlah diaper.

Misal:

Kalau Mamypoko, Rp 70.000 tuh isi berapa untuk ukuran apa?

Kalau Sweety terakhir aku tahu Rp 47.000 sekian untuk isi 32 diaper ukuran XL.

Ya, intinya nanti ketahuan harga satuannya yang sesuai dengan kondisi keuangan kita yang mana.

2. Lebih baik langsung beli yang isi terbanyak.

Ini berdasar pengalaman pribadi saja sih sebenarnya. Selama ini beli diaper Sweety, ukuran L yang isi 40 dengan harga Rp 42.000 (tahun 2008 lho). Dan setelah lebaran, walaupun Ziyad beratnya belum > 13 kg, ternyata sudah kurang cocok memakai ukuran L, jadi kami belikan ukuran XL dengan harga Rp 47.000 sekian untuk isi 32.

Bandingkan jika membeli Sweety ukuran L isi 20 yang dengan harga Rp 24.000. Nah loh. Berarti kalau membeli ukuran L isi 20 sebanyak dua kali sudah rugi Rp 4000. Belum lagi kalau belinya sebanyak 80 diaper. Kalau beli yang isi 20, berarti harus beli 4 bungkus dan sudah rugi Rp 8000. Waw. Njelimet ya? Tapi belajar hidup frugal tuh ya gitu. Jangan asal ambil saja. Mungkin dengan Rp 8000 itu kita seharusnya sudah bisa membeli satu bungkus diaper isi 10 kan?

3. Bandingkan antara supermaket yang satu dengan yang lainnya.

Pengalaman kami, harga beli diaper di daerah kota (Yogyakarta) lebih murah dibandingkan membeli di daerah yang sudah mau pelosok (seperti Bantul). Bedanya lumayan juga, beberapa ribu. Tapi karena hitung-hitungannya nanti ke bensin, jadinya tetap membeli yang di dekat rumah.

Tips Memilih Popok; Lampin, Diaper

Sebenarnya lebih tepat kalau tidak dikatakan popok ya? Denotasinya kan kalau popok itu ya kan yang dijadikan alas untuk bayi ketika pipis dan biasanya dikenakan ketika berumur 1-2 bulan.

Untuk tahap awal, aku kasih pilihan berdasarkan yang pernah aku coba ya, diantaranya, diaper bermerk, mamy poko, EQ dry, Popoku, (satu lagi gak pernah lihat di swalayan, dulu aku beli di koperasi Taruna di daerah monjali itupun sepertinya sudah sangat lama, dan gak ingat merknya apa), terakhir adalah Sweety.

Mamy Poko
(kok ga ada webnya ya, mbo Penalette nawarin gih)

Pertimbangan untuk memilih di sini sebenarnya bervariasi. Biasanya untuk orangtua yang berkecukupan, alasan yang paling utama menjatuhkan pilihannya ke salah satu produk adalah karena tidak membuat iritasi. Dan ini jatuh pada produk Momy Poko.

Tapi harganya, Ya Allah. Untuk kita-kita (termasuk aku ya), kalau dikenakan tiap hari pada bayi dan sebulan penuh, budgetnya bisa melebihi budget makan sebulan lho. Aku pakai produk Momy Poko waktu itu Ziyad Syaikhan baru lahir dan mau periksa ke Rumah Sakit Sakina Idaman. Memang bahannya lembut, enak banget dan ada gambar petunjuk kalau panper sudah penuh atau belum (apa ya namanya, lupa aku).

EQ Dry

Ini juga enak bahannya. Pertimbangan tidak memakai ini juga karena harganya masih terlalu mahal jika dihitung secara total sebulan.

Sweety

Bahan dasar luarnya agak kurang enak (lebih ke arah plastik), dibandingkan dengan bahan Popoku. Tapi dayaserapnya lebih banyak dari Popoku. Pilihanku selama ini jatuh pada produk ini. Coba bandingkan harganya dengan panper MamyPoko. Misalnya sebulan kalau pakai Sweety menghabiskan dana Rp 100.000, maka jika menggunakan Mamypoko bisa sampai Rp 400.000 sebulan. WaaaawW!!!! Mending dialihkan buat yang lain ya dananya? Huhuhu

Selama ini alhamdulillah, Ziyad juga (edited)<ins><strong>gak</strong></ins>mengalami masalah pada kulitnya (tidak mengalami iritasi). Mungkin kalau ini, selain faktor bahan diaper, frekuensi pergantian diaper juga mempengaruhi pengaruh terhadap kulit. Walaupun pernah ke dokter anak, dikatakan bagusnya mengganti diaper tiap 4 jam sekali (waduh!), selama ini aku memakai pola penggantian diaper sendiri, yaitu

Pagi hari (sekitar pukul 09.00 wib), setelah mandi pagi, memakai diaper baru.

Sore hari (sekitar pukul 16.00 wib), setelah mandi sore, memakai diaper baru.

Nanti malam hari, sebelum tidur (kebetulan Ziyad Syaikhan tidurnya malam) atau kalau sudah tidur dari sore, ganti diaper baru sekitar pukul 00.00 wib.

Jadi, sehari menghabiskan sekitar 3-4 diaper, jika BAB mesti langsung diganti lho, dan bersihkan benar-benar daerah pantat bayi supaya tidak tertinggal bakterinya. (jangan salahkan diapernya ya, Bu)

Popoku

diaper ini harganya masih di bawah Sweety. Tapi daya serapnya juga jauh di bawah Sweety. Walaupun bahan dasar luarnya enak, lembut dan ada gambar penunjuk kadar wet si diaper. Kalau daya serapnya kurang, otomatis jadi mesti lebih sering ganti dung. Jadi, kalau ditotal sebulan, tetap pengeluarannya nanti lebih besar jika dibandingkan menggunakan diaper Sweety.

Mau Lebih Hemat??

Nah, yang ini rada-rada berbau frugal ya. Yang namanya hidup frugal butuh ketelatenan, niat dan pembiasaan.

Pilihan pertama,

Pakai lampin plastik. Tapi ini gak aku sarankan. Aku sendiri gak pernah pakai ini. Soalnya benar-benar kurang sehat untuk kulit bayi. Kebayang kan kalau kita sendiri pakai yang plastik terus diisi kain, terus dibiarin pipis di situ. Kecuali mungkin kalau sering diganti isi kain di dalam lampin plastiknya.

Pilihan kedua,

Pakai lampin yang mirip bentuk diaper. Kalau pakai isi lampin, kemungkinan besar tetap bocor kemana-mana. (Yang ini aku juga pernah nyoba, dan kurang berhasil, tapi kemudian dapat saran dari Uswah). Sarannya, isi lampin dikasih kain biasa. Tapi sepertinya ini juga cocoknya kalau si bayi masih belum bisa kemana-mana. Kasihan sekali melihat daerah pinggangnya penuh terisi kain.

Pilihan ketiga,

Beli diaper yang agak mahal, seperti Mamypoko sekedar 2 atau 3 buah. diaper ini, perekatnya walaupun sudah dibuka tutup berkali-kali tetap bisa tahan. Nah, cara frugalnya adalah, isi diaper dikeluarkan. Dan kemudian untuk penadah ompolnya,tetap dikasih kain seperti cara pertama dan kedua. Kelebihannnya mungkin karena bahannya lebih enak ya. Nanti, diapernya setelah dipakai, bisa dicuci lagi bersamaan dengan kain di dalamnya kemudian dijemur dan dipakai lagi setelah kering.

Pilihan keempat,

Gak pakai diaper. Hah? Yap. Gak pakai diaper. Insya Allah bisa kok. Tapi ini nanti dikaitkan juga dengan toilet training ya, supaya meringankan beban ibu. Ada masa yang tepat untuk melatihnya. Ada juga efeknya jika terlalu cepat. Semoga bisa ditulis di artikel yang lainnya. Aamiin