<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Ummu Ziyad &#187; Tulisan</title>
	<atom:link href="http://cizkah.com/Artikel/tulisan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cizkah.com</link>
	<description>My Own Blog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Aug 2010 14:04:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Antara Facebook dan Twitter</title>
		<link>http://cizkah.com/tulisan/antara-facebook-dan-twitter.html</link>
		<comments>http://cizkah.com/tulisan/antara-facebook-dan-twitter.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 13:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Tadi baca link yang dishare @dhezign di twitter. Dan isinya kurang lebih merupakan sebab yang membuat aku lebih merasa &#8216;aman&#8217; membuka twitter. (Cuma reflek &#8216;menulis&#8217; utk masalah beginian masih kurang deh).
Scoble bilang tentang penggunaan twitter yang gak ada fitur comment,
&#8220;That is a HUGE advantage for controlling noise and for keeping yourself productive.&#8221;

Intinya adalah efisiensi waktu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi baca <a href="http://ow.ly/woij" target="_blank">link </a>yang dishare @<a href="http://twitter.com/dhezign">dhezign </a>di twitter. Dan isinya kurang lebih merupakan sebab yang membuat aku lebih merasa &#8216;aman&#8217; membuka twitter. (Cuma reflek &#8216;menulis&#8217; utk masalah beginian masih kurang deh).</p>
<p>Scoble bilang tentang penggunaan twitter yang gak ada fitur comment,</p>
<blockquote><p>&#8220;That is a HUGE advantage for controlling noise and for keeping yourself productive.&#8221;</p>
<p><span id="more-292"></span></p></blockquote>
<p>Intinya adalah efisiensi waktu untuk diri kita sendiri. Makanya walaupun status yang aku buat memang terkadang untuk memberitahu keadaan atau share informasi ke teman-teman di facebook, tapi aku lebih suka menulisnya lewat fasilitas twitterfox (salah satu add-on firefox). Keuntungannya? Banyak!</p>
<ol>
<li>Hemat waktu gak perlu buka browser facebook.</li>
<li>Gak perlu menghadapi halaman depan facebook milikku yang menampilkan banyak status yang seringkali gak penting dari teman-teman secara umum.</li>
<li>Gak tergoda untuk lihat-lihat dan telusur menelusur foto-foto teman lain.</li>
<li>dan lain-lain yang intinya efisiensi waktu.</li>
</ol>
<p>Kadang saking gak mau tergoda buka facebook (apalagi kalau masih banyak yang mesti dikerjain), aku paling cukup buka email dan lihat apakah ada komentar atau notification yang perlu dijawab.</p>
<p>Dari pertama join facebook, hal yang paling aku benci adalah kalau sampai wasting time telusur dan telusur hal-hal yang ada di dalamnya. Tapi kadang kalau sedang bosan dengan rutinitas, malah ini memang yang dikerjain. Tapi biasanya tertarik sama foto anak-anaknya teman atau foto-foto yang diupload keluargaku. Hehehe&#8230;sedikit mengusir rasa kangen dan jadi tahu aktifitas mereka.</p>
<p>Akhirnya setelah beberapa waktu mulai agak teratur buka facebook (pas awal-awal memang malah gak mau buka-buka, takutt&#8230;), aku mulai merasakan hal yang dikatan Scoble &#8216;noise&#8217;. Dan noises itu beberapa alhamdulillah dah aku hapus. Sekarang mulai filter-filter dan gak mudah untuk meng-add friends.</p>
<p>Jadi, bagi aku, memang facebook dan twitter punya tujuan yang beda fungsi. Dan semoga Allah selalu menjaga kita semua dalam penggunaan teknologi supaya jangan sampai menyia-nyiakan <strong>dua hal berharga yang sering dilupakan manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang!</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cizkah.com/tulisan/antara-facebook-dan-twitter.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melepas Keberangkatan Ummul Hasan Athirah&#8230;</title>
		<link>http://cizkah.com/tulisan/melepas-keberangkatan-ummul-hasan-athirah.html</link>
		<comments>http://cizkah.com/tulisan/melepas-keberangkatan-ummul-hasan-athirah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 08:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Tumpahan Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kemarin aku berharu biru menceritakan tentang buah hatiku, hari ini isak tangis itu keluar lagi dan kali ini tentang adikku, teman seperjuanganku di dalam ilmu dan dakwah, saudariku semanhaj, saudariku tercinta, ukhti ummul Hasan Athirah&#8230;
Entah darimana mesti kumulai cerita ini. Aku sendiri tak menyangka bahwa aku akan sesedih ini setelah Athirah benar-benar pergi dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kemarin aku berharu biru menceritakan tentang buah hatiku, hari ini isak tangis itu keluar lagi dan kali ini tentang adikku, teman seperjuanganku di dalam ilmu dan dakwah, saudariku semanhaj, saudariku tercinta, ukhti ummul Hasan Athirah&#8230;</p>
<p>Entah darimana mesti kumulai cerita ini. Aku sendiri tak menyangka bahwa aku akan sesedih ini setelah Athirah benar-benar pergi dari tanah Yogyakarta.</p>
<p><span id="more-259"></span></p>
<p>Tanggal 20 Juli 2009 ini, dia telah memasuki jenjang kehidupan yang baru bersama suaminya akh Rujali (Ghozali). Dan seperti biasa, saat-saat setelah seorang akhwat yang ku kenal dan cukup dekat denganku menikah, biasanya aku terkena syndrom yang aku sebut syndrom akhwat blues. Hehehe&#8230;soalnya biasanya perasaanku campur aduk antara senang dan sedih. Senang karena mereka akhirnya bisa menemukan pasangan hidup, sedih karena biasanya tentu saja berarti aku akan berpisah dari mereka.</p>
<p>Aku lupa tepatnya, tanggal berapa ia kembali ke Yogyakarta setelah melakukan walimah di Makasar. Yang jelas ia sempat mampir ke rumah sambil mengantarkan semangka yang super manis. Kondisi waktu itu sedikit kacau. Waktu itu kami janjian jam 1 siang. Tapi qodarullah, akhirnya Athirah sampai ke rumahku jam 14.30 wib. Rumahku yang berantakan karena sudah banyak barang-barang yang dimasukkan ke kardus. Suami yang telah pergi ke Mediu untuk bertemu ustadz Aris karena sudah cukup lama menunggu dan ada urusan penting yang harus disampaikan ke ustadz Aris.</p>
<p>Akhirnya kami hanya bercakap-cakap sebentar di dalam rumah, sementara akh Ghozali menunggu di luar. Akhirnya waktu kami berbicara bertambah karena akh Ghozali sholat Ashar di masjid. Tapi&#8230;waktu itu aku belum sadar, kalau sebenarnya ini bisa menjadi acara pamit-pamitan. Aku dan Athirah masih mengobrol seperti layaknya nanti akan bertemu lagi.</p>
<p>Akhirnya, beberapa hari kemudian aku baru sadar. Tanggal 7 nanti Athirah akan berangkat ke Malaysia. Dia kemarin sempat bilang, setelah suaminya lulus, masih akan bekerja 2 tahun untuk kemudian mengajukan S3 di Saudi. Malam itu, aku menjadi sangat sedih menyadari kenyataan itu. Kondisi aku yang sedang menghadapi persiapan pindahan rumah (yang tidak selancar yang kami harapkan) dan tempat tinggal sementara Athirah yang cukup jauh membuat kami sulit untuk bertemu lagi.</p>
<p>Sampai akhirnya tanggal 6 kemarin, kami mendengar ust. Abu Sa&#8217;ad masuk rumah sakit. Aku mengajak Athirah menjenguk bersama sambil sekalian kami menyelesaikan urusan kami berdua serta kurencanakan sebagai waktu untuk berpamitan (karena aku masih tak yakin bisa mengantar ke bandara).</p>
<p>Tapi&#8230;sekali lagi&#8230;qodarullah kami tidak bisa bertemu. Malam harinya, aku yang tak berani meminta untuk diantarkan sama abang (karena berarti abang mesti meninggalkan pekerjaannya sesaat), cuma bisa memberikan sinyal-sinyal keinginanku. Hehehe&#8230;alhamdulillah abang ngertiin terus bilang, &#8220;Adek mo nganter ke bandara?&#8221;,&#8221;IYAAaaaA&#8230;&#8221;, antusias aku jawab.</p>
<p>Tapi aku tak bisa berharap banyak karena tahu pekerjaan abang cukup banyak. Jadi, aku tak menagih-nagih atau menuntut-nuntut. Beberapa menis sebelum pukul 15.00, aku melihat ke laptop bang Hen, dan melihat abang masih sibuk mengedit artikel yang akan diupload. Akhirnya aku bilang, &#8220;Bang&#8230;jadi gak ni&#8230;?&#8221; Aku sudah mulai cemas dan kehilangan harapan. Karena Athirah bilang, pesawatnya berangkat jam 16.00, dan dia akan berada di bandara sekitar pukul 15.00 atau 15.30.</p>
<p>Akhirnya adzan Ashar berkumandang, dan aku sudah sedih banget. Mulai deh cemberut-cemberut dan pasrah gak akan jadi berangkat, karena jam sudah menunjukkan pukul 15.30. Akhirnya, waktu abang sholat Ashar di masjid, aku sms Athirah,</p>
<p>&#8220;Thir&#8230;dah cek in ya? Kayanya ana gak bakal kekejer ya&#8230;:( Brgkt jam 4 kan? Afwan suami baru selese kerjaannya. Ini baru sholat ashar. Sedih deh&#8230;&#8221;</p>
<p>Gak lama terdengar bunyi sms yang ternyata jawaban dari Athir, &#8220;Ini blm brgkt ke bandara mba. Br nyari taxi.&#8221;</p>
<p>Hah? Aku langsung seneng campur heran. Mungkin pesawatnya gak berangkat jam 4 kali yah. Tapi aku langsung semangat. Yang tadinya udah tidur-tiduran gak akan berangkat langsung siap-siap pakai gamis dan jilbab sambil menunggu kedatangan abang. Aku pun menjawab sms Athirah, &#8220;Oh iya toh? Berarti masih ada harapan ya. Naik <a href="http://www.airasia.com/site/id/id/home.jsp" target="_blank">airasia</a> kan? Insya ALlah kami langsung berangkat habis ini.&#8221;</p>
<p>Akhirnya kami berangkat walaupun sempat diselingi telepon dari pelanggan <a href="http://indoroyal.com" target="_blank">indoroyal.com</a>.</p>
<p>***</p>
<p>Sampai di bandara&#8230;aku ingatnya tempat biasa jemput Mak Bapak kalau datang dari Jambi. Tapi abang berjalan terus ke tempat pemberangkatan. &#8220;Ke sini ke sini, kalo ke situ mah buat jemput..&#8221; &#8220;Oh iya ya.&#8221; Kami berjalan terus sambil abang memberikan hp ke aku menyuruhku menghubungi Athirah.</p>
<p>Sampai di pintu masuk penumpang, kami celingukan&#8230;rasa sedih mulai menyergapku. Tak ada wanita lain di sekitar situ yang berpenampilan sama denganku, berjubah besar, berjilbab besar&#8230;tak ada tanda-tanda Athirah dan suaminya. Aku melongok ke monitor jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat. Ada dua line yang kerlap-kerlip. Dan hanya ada satu pesawat yang memiliki tujuan Kuala Lumpur. AirAsia. Statusnya di situ, &#8211; boarding-. HIKS!</p>
<p>Aku hubungi nomor Athirah&#8230;gak aktif. Akhirnya abang berinisiatif menghubungi nomor akh Ghozali yang di Indonesia. Ternyata aktif! Ghozali langsung menjawab telepon dari abang, &#8220;Ana udah di pesawat. Kami juga telat tadi.&#8221;</p>
<p>Suami yang mengerti keinginanku langsung memotong pembicaraan karena waktunya sudah mepet, &#8220;O iya iya, ini istri pingin ngomong sama istri antum.&#8221;</p>
<p>Dan&#8230;terjadilah pembicaraan perpisahan ini..</p>
<p>&#8220;Athirah&#8230;udah di pesawat ya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya mba&#8230;salam ya mba buat ustadz Abu Sa&#8217;ad&#8230;buat teman-teman&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya&#8230;(aku mulai menahan tangisanku yang membuatku sulit berbicara.&#8221;&#8230;Zawadakillahu taqwa wa ghofaro dzambaki wa yasaro laki khoiro khaitsu maa kunti.&#8221; aku mendoakan Athirah dengan doa orang mukim kepada musafir yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>Athirah dengan tenang juga menjawab, &#8220;Astaudi&#8217;ukumullahaladzi laa tadlii&#8217;u wa daa-i&#8217;uh&#8221;, ini adalah doa musafir kepada orang yang mukim.</p>
<p>Air matakupun mulai menetes&#8230;&#8221;Ini udah mo berangkat mba&#8230;salam buat teman-teman&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya&#8230;ya udah ya. Assalamu&#8217;alaikum..&#8221;</p>
<p>&#8220;Wa&#8217;alaikumussalam&#8230;&#8221;</p>
<p>Air mataku berjatuhan. Abang dengan polosnya bertanya, &#8220;Adek kok nangis?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iiih&#8230;abanngg&#8230;&#8221; aku masih menangis namun berusaha keras ku tahan. Akhirnya aku diam dan kami pun langsun berjalan ke parkiran.</p>
<p>Saat motor yang kami kendarai keluar dari area parkiran bandara, aku melongok ke langit di arah jam 1. Pesawat airasia sedang take-off membumbung ke langit semakin tinggi. Aku berpikir sesaat untuk kemudian bilang ke abang, &#8220;Bang&#8230;itu pesawat Athirah, AirAsia&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh iya&#8230;&#8221;</p>
<p>Dan pesawat itupun makin tinggi berjalan seiring dengan perjalanan kami, namun kami berada di darat dan di tanah Yogyakarta, sedangkan Athirah menuju Malaysia. Berbagai kenangan bersama Athirah pun melesat cepat di ingatanku, membuatku menangis sesunggukan sepanjang perjalanan itu.</p>
<p>Athirahku, temanku, adikku, saudariku&#8230;</p>
<p>Hubungan kami selama ini lebih banyak dilakukan lewat surat menyurat, email dan sms. Berisi tentang diskusi-diskusi kami tentang kegiatan dakwah, ma&#8217;had, rencana-rencana dan banyak hal lainnya yang berkaitan dengan diniyyah. Ketika bertemu di tempat kajian atau di wisma muslimah, biasanya kami justru jarang berbicara. Sekedar salam pamitan atau sapaan untuk kemudian disibukkan dengan kajian atau ketika akan pulang kajian.</p>
<p>Kini surat-surat yang ditulis tangan oleh Athirah ataupun yang disampaikan lewat email dan lainnya masih tersimpan di rumahku.</p>
<p>Aku berharap, semoga Athirah bisa bahagia di jenjang kehidupan yang baru, dan yang paling aku harapkan adalah semoga kita semua tetap istiqomah di jalan Allah ini. Aamiiin.</p>
<p>Uhibbuki fillah ya Athirah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cizkah.com/tulisan/melepas-keberangkatan-ummul-hasan-athirah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Atas Langit Ada Langit</title>
		<link>http://cizkah.com/tulisan/di-atas-langit-ada-langit.html</link>
		<comments>http://cizkah.com/tulisan/di-atas-langit-ada-langit.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 07:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Lagi inget kalimat ini sejak kemarin. Mengingatkan diri untuk tidak sombong dan berusaha menempatkan diri berada pada posisi orang lain yang kita berikan sikap tertentu&#8230;
Kalimat ini keluar dari bocah berusia 15 -16 tahun. Waktu itu masih SMP. Aku senang membaca kalimat yang ia tuliskan di buku kelas kami. Kalimat itu ditujukan kepada seorang teman lainnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lagi inget kalimat ini sejak kemarin. Mengingatkan diri untuk tidak sombong dan berusaha menempatkan diri berada pada posisi orang lain yang kita berikan sikap tertentu&#8230;</p>
<p>Kalimat ini keluar dari bocah berusia 15 -16 tahun. Waktu itu masih SMP. Aku senang membaca kalimat yang ia tuliskan di buku kelas kami. Kalimat itu ditujukan kepada seorang teman lainnya yang menunjukkan gelagat kesombongan &#8211; yang aku pikir hanya aku yang merasakannya -</p>
<p>Kadang&#8230;ketika aku mengira seseorang sombong, lama kelamaan aku berpikir (karena kemudian memikirkan kesalahan orang yang kuanggap sombong), &#8220;Jangan-jangan, akulah yang sombong dengan menganggap dia sombong, sehingga menganggap akulah yang benar sehingga aku merasa lebih tinggi dan paling benar.&#8221;</p>
<p>Karena <em>kesombongan adalah merendahkan orang lain dan tidak menerima kebenaran&#8230; </em>(blum bisa kasih hadits riwayat siapa, yg jelas shahih dari nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cizkah.com/tulisan/di-atas-langit-ada-langit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemana Artikel Bahasa Arab Itu&#8230;?</title>
		<link>http://cizkah.com/tulisan/kemana-artikel-bahasa-arab-itu.html</link>
		<comments>http://cizkah.com/tulisan/kemana-artikel-bahasa-arab-itu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 13:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah.Or.Id]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Pada gak nyadar ya??
Hehehe&#8230;artikel tulisanku yang judulnya &#8220;Bahasa Arab Bahasa Islam&#8221;, sedang hilang dari peredaran muslimah.or.id lho.
Kenapa?
Bukan karena isinya yang bermasalah. Jadi, &#8216;afwan jiddan itu tetap bukan merupakan kalimat arab yang benar, bahasa Arab itu memang benar-benar mulia, tidak ada hadits shahih yang menyatakan bahasa Arab bahasa surga, dan lain-lainnya. Hanya saja, kemarin sempat ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada gak nyadar ya??</p>
<p>Hehehe&#8230;artikel tulisanku yang judulnya &#8220;Bahasa Arab Bahasa Islam&#8221;, sedang hilang dari peredaran muslimah.or.id lho.</p>
<p>Kenapa?</p>
<p>Bukan karena isinya yang bermasalah. Jadi, &#8216;afwan jiddan itu tetap bukan merupakan kalimat arab yang benar, bahasa Arab itu memang benar-benar mulia, tidak ada hadits shahih yang menyatakan bahasa Arab bahasa surga, dan lain-lainnya. Hanya saja, kemarin sempat ada diskusi antara akh Satria dari badar.muslim.or.id yang juga merupakan teman suami dan teman satu tim di Penalette bersama suami dan tentu aja sama aku secara gak langsung. Berkaitan dengan kalimat yang bener dari &#8216;afwan itu. Sepertinya ada permasalahan berkaitan dengan nahwu dan shorof.</p>
<p>Setelah aku pikir-pikir, ada benarnya yang dikatakan akh Satria itu. Cuma perlu di cek ke ustadz. Akhirnya ditanyakan ke dua orang ustadz, tapi katanya belum dapat jawaban. Jadi, insya Allah mau ditanyain lagi ke ustadz Aris Munandar. Sebenarnya artikel itu memang sudah dimuraja&#8217;ah ustadz Aris. Sepertinya bagian yang &#8216;itu&#8217; agak terlewat, karena memang dilihat secara kaidah, secara sepintas hasilnya benar. Tapi kalau dirunut-runut, ternyata kurang tepat.</p>
<p>Jadi, aku minta ke bang Hen di-unpost dulu aja, sampai dapat jawaban dari ustadz Aris insya Allah. Mohon maaf atas ketidaknyamaan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cizkah.com/tulisan/kemana-artikel-bahasa-arab-itu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ralat Domain</title>
		<link>http://cizkah.com/tulisan/ralat-domain.html</link>
		<comments>http://cizkah.com/tulisan/ralat-domain.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 09:22:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Taubat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin kan aku nulis di list to do website yang mesti aku kerjain jogjabisnis.com. Ternyata domain itu dah diambil orang. (Bahkan websitenya (jogjabisnis.com) ada musik-musiknyah!!). Nah loh. Suami sih yang mengecek hal ini setelah baca entri yang aku post sebelumnya (soalnyaÂ  aku kan gak terlalu sering berhubungan sama internet walaupun ada internet di rumah).
Nah, biar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin kan aku nulis di list to do website yang mesti aku kerjain jogjabisnis.com. Ternyata domain itu dah diambil orang. (<a title="http://muslimah.or.id/manhaj/bingkisan-istimewa-untuk-saudariku-agar-bersegera-meninggalkan-musik-dan-lagu.html" href="http://muslimah.or.id/manhaj/bingkisan-istimewa-untuk-saudariku-agar-bersegera-meninggalkan-musik-dan-lagu.html" target="_blank">Bahkan websitenya (jogjabisnis.com) ada musik-musiknyah!!</a>). Nah loh. Suami sih yang mengecek hal ini setelah baca entri yang aku post sebelumnya (soalnyaÂ  aku kan gak terlalu sering berhubungan sama internet walaupun ada internet di rumah).</p>
<p>Nah, biar gak salah paham karena salah satu adab bagi muslimah adalah menghilangkan prasangka dari muslimah lainnya, maka aku beritahukan (ni disempet-sempetin posting ini, darurat soalnya!), kalau website yang aku kerjakan bukanlah jogjabisnis. com. Domain web disperindag yang aku kerjakan untuk sementara ini aku masih kurang tahu, karena dari salah satu tim penalette.com yang mendaftarkannya dan suami juga belum mengetahui hasil akhirnya domain apa yang akan dipakai.Â  Fiuh&#8230;</p>
<p><em>Allahumma inni &#8216;audzubika min syarri maa &#8216;amiltu wa min syarri maa lam a&#8217;mal</em><br />
<em></em></p>
<p><em>&#8220;Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan amal yang aku kerjakan dan dari keburukan amal yang belum aku kerjakan.&#8221;</em> (HR. Muslim)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cizkah.com/tulisan/ralat-domain.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Mengejar Sesuatu yang Telah Dijamin oleh Allah</title>
		<link>http://cizkah.com/tulisan/jangan-mengejar-sesuatu-yang-telah-dijamin-oleh-allah.html</link>
		<comments>http://cizkah.com/tulisan/jangan-mengejar-sesuatu-yang-telah-dijamin-oleh-allah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 02:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Frugal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu sempat mendengarkan kajian Ust. Armen rahimahullah. Alhamdulillah jadi muraja&#8217;ah berbagai hal tentang kehidupan. Salah satunya tentang rezeki dan ibadah. Di situ, ustadz mengatakan tentang bagaimana seseorang (bahkan yang telah mempelajari ilmu agama dan sunnah Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam), yang tadinya cahaya sunnah terpancar pada wajahnya, seiring dengan waktu, ia menghilang dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu sempat mendengarkan kajian Ust. Armen rahimahullah. Alhamdulillah jadi muraja&#8217;ah berbagai hal tentang kehidupan. Salah satunya tentang rezeki dan ibadah. Di situ, ustadz mengatakan tentang bagaimana seseorang (bahkan yang telah mempelajari ilmu agama dan sunnah Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam), yang tadinya cahaya sunnah terpancar pada wajahnya, seiring dengan waktu, ia menghilang dari peredaran. Sibuk dengan urusan dunia. Tidak hadir di majelis-majelis ilmu. Dan kalimat-kalimat yang rasanya harus aku notulenkan supaya tersampaikan sebagaimana yang ustadz maksudkan.</p>
<p>Padahal urusan rezeki itu telah dijamin oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Kita cuma bisa berusaha dan tawakal. Tapi bukan kemudian &#8216;mengejar&#8217; hal tersebut. Ada hal lain yang butuh diusahakan dan dikejar dengan sungguh-sungguh, yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Karena tidak ada yang dapat menjamin setiap amal ibadah yang kita lakukan itu pasti diterima oleh Allah. Aku jadi muhasabah deh sama diriku dan keadaan sekarang. Alhamdulillah jadi masukan berarti. Itulah pentingnya muraja&#8217;ah ya!</p>
<p>Alhamdulillah walaupun proyek yang kemarin rencananya ada 2, dan ternyata yang benar-benar aku kerjakan bulan ini satu buah (itupun belum dibayar :P). Yang satunya sampai saat ini gak fix karena orangnya sibuk. Yang dari surabaya terakhir ngelobi mau nyicil 4 kali terus kalau yang buat sekolah katanya mau dirapatin terus tapi sampai sekarang juga gak kasih kabar. Terus waktu kemarin bang Hen sempat cerita mau ada proyek dari Desperindag beberapa kerjaan yang nilainya lumayan besar. Aku cuma bilang, &#8220;Ah gak mau terlalu senang dulu.&#8221; Pengalaman dari kemarin, semuanya serba gak pasti. Jadi, pas dengar kabar kalau gak semuanya nanti dikerjakan Penalette, aku gak terlalu kaget atau kecewa. Kata Abu Aisya, karena peraturan dari pemerintah, untuk satu pekerjaan itu hanya boleh dikerjakan oleh satu perusahaan. Tapi belum ketahuan nanti dari Penalette bakal kebagian yang mana. Dan belum tahu juga apa aku akan diperlukan di situ. Kalau tidak berkaitan dengan desain, berarti ya engga. Hehehe&#8230;</p>
<p>Semoga rezeki dan usaha yang ada selama ini diberkahi oleh Allah. Semoga usaha bang Hen dan teman-teman bisa berkembang dan bisa mewujudkan cita-cita kami suatu saat. Pelan-pelan aja&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cizkah.com/tulisan/jangan-mengejar-sesuatu-yang-telah-dijamin-oleh-allah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Membeli Diaper</title>
		<link>http://cizkah.com/tulisan/tips-membeli-panpers.html</link>
		<comments>http://cizkah.com/tulisan/tips-membeli-panpers.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 12:46:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup Frugal]]></category>
		<category><![CDATA[Review Produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[What&#8217;s the difference?
Kelihatan mirip ya sama entry yang kemarin? Kalau kemarin kan tips memilih diaper. Sekarang tips membeli diaper. Kelupaan sih sebenarnya masukin di artikel yang kemarin. Tapi memang temanya beda ya.
Jadi, ini dia tips membeli diaper
1. Perhatikan perbandingan antara harga dan jumlah diaper.
Misal:
Kalau Mamypoko, Rp 70.000 tuh isi berapa untuk ukuran apa?
Kalau Sweety terakhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>What&#8217;s the difference?</em></p>
<p>Kelihatan mirip ya sama entry yang kemarin? Kalau kemarin kan tips memilih diaper. Sekarang tips membeli diaper. Kelupaan sih sebenarnya masukin di artikel yang kemarin. Tapi memang temanya beda ya.</p>
<p>Jadi, ini dia tips membeli diaper</p>
<p><strong>1. Perhatikan perbandingan antara harga dan jumlah diaper.</strong></p>
<p>Misal:</p>
<p>Kalau Mamypoko, Rp 70.000 tuh isi berapa untuk ukuran apa?</p>
<p>Kalau Sweety terakhir aku tahu Rp 47.000 sekian untuk isi 32 diaper ukuran XL.</p>
<p>Ya, intinya nanti ketahuan harga satuannya yang sesuai dengan kondisi keuangan kita yang mana.</p>
<p><strong>2. Lebih baik langsung beli yang isi terbanyak.</strong></p>
<p>Ini berdasar pengalaman pribadi saja sih sebenarnya. Selama ini beli diaper Sweety, ukuran L yang isi 40 dengan harga Rp 42.000 (tahun 2008 lho). Dan setelah lebaran, walaupun Ziyad beratnya belum &gt; 13 kg, ternyata sudah kurang cocok memakai ukuran L, jadi kami belikan ukuran XL dengan harga Rp 47.000 sekian untuk isi 32.</p>
<p>Bandingkan jika membeli Sweety ukuran L isi 20 yang dengan harga Rp 24.000. Nah loh. Berarti kalau membeli ukuran L isi 20 sebanyak dua kali sudah rugi Rp 4000. Belum lagi kalau belinya sebanyak 80 diaper. Kalau beli yang isi 20, berarti harus beli 4 bungkus dan sudah rugi Rp 8000. Waw. <em>Njelimet</em> ya? Tapi belajar hidup frugal tuh ya gitu. Jangan asal ambil saja. Mungkin dengan Rp 8000 itu kita seharusnya sudah bisa membeli satu bungkus diaper isi 10 kan?</p>
<p><strong>3. Bandingkan antara supermaket yang satu dengan yang lainnya.</strong></p>
<p>Pengalaman kami, harga beli diaper di daerah kota (Yogyakarta) lebih murah dibandingkan membeli di daerah yang sudah mau pelosok (seperti Bantul). Bedanya lumayan juga, beberapa ribu. Tapi karena hitung-hitungannya nanti ke bensin, jadinya tetap membeli yang di dekat rumah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cizkah.com/tulisan/tips-membeli-panpers.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hujan Sore Ini&#8230;</title>
		<link>http://cizkah.com/design/hujan-sore-ini.html</link>
		<comments>http://cizkah.com/design/hujan-sore-ini.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2009 09:22:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Wordpress Theme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini masih seperti kemarin. Di depan laptop yang sengaja bang hen tinggalkan untuk kupakai, pikiranku tercerabut menekuri tampilan website terbaru yang sedang ku upload. Kali ini website loidsteel. Entah mengapa, plugin drop-down menu yang berjalan normal di localhost, tiba-tiba setelah ku upload tidak berjalan normal. Bahkan setelah ku teliti child page, ia tidak dianggap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_22" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><img class="size-full wp-image-22" title="screenshot" src="http://cizkah.com/wp-content/uploads/2009/01/screenshot.png" alt="screenshot loidsteel" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">screenshot loidsteel</p></div>
<p>Hari ini masih seperti kemarin. Di depan laptop yang sengaja bang hen tinggalkan untuk kupakai, pikiranku tercerabut menekuri tampilan website terbaru yang sedang ku upload. Kali ini website <a href="http://loidsteel.com" target="_blank">loidsteel</a>. Entah mengapa, plugin <a href="http://www.pirex.com.br/wordpress-plugins/" target="_blank">drop-down menu</a> yang berjalan normal di localhost, tiba-tiba setelah ku upload tidak berjalan normal. Bahkan setelah ku teliti child page, ia tidak dianggap sebagai child page oleh wordpress. Entah dimana kesalahan yang ada. Pada plugin atau pada wordpress. Aku rasa tidak keduanya. Tapi itu tidak mungkin. Kuputuskan untuk membiarkan permasalahan ini untuk sementara. Karena isi website yang perlu diupload demikian kompleks walaupun sedikit.</p>
<p>Di luar, rintik-rintik hujan membuat suasana pekerjaan menjadi lebih rileks. Sambil kunikmati kacang hijau buatanku sendiri, aku membaca do&#8217;a dalam hati. Do&#8217;a yang diajarkan Rasulullah shallallahu&#8217;alaihi wa sallam ketika turun hujan,</p>
<p>Allahumma shoyyiban nafi&#8217;aaa&#8230;</p>
<p>&#8220;Ya Allah&#8230;turunkanlah hujan yang bermanfaat.&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<p>Semoga malam ini, masalah drop-down menu ini dapat kuselesaikan. Alhamdulillah, plugin breadcrumbs berjalan normal. Bukankah begitu keadaan setiap muslim ketika mendapat masalah. Ia patut bersyukur karena masalah yang dihadapi tidak menimpa agamanya (karena ia masih muslim), dan masalah yang dihadapi tidak lebih parah dari masalah yang bisa muncul. :)</p>
<p>Semoga Allah memudahkan pekerjaanku</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cizkah.com/design/hujan-sore-ini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenapa Jarang Posting</title>
		<link>http://cizkah.com/keluarga/kenapa-jarang-posting.html</link>
		<comments>http://cizkah.com/keluarga/kenapa-jarang-posting.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 09:57:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Design]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah.Or.Id]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Ya karena qudroh (kemampuan) tidak sesuai dengan irodah (kehendak). Begitulah manusia beserta kelemahannya. Keduanya adalah makhluk Allah. Namun bukan berarti manusia seperti robot, yang tidak dapat menentukan apa yang hendak dilakukannya, dan juga bukan berarti, manusia itu bebas berkehendak dengan alasan memang itulah yang ditakdirkan.
Balik lagi&#8230;kenapa jarang posting.
Soalnya&#8230;
1.  Njalanin kewajiban sebagai istri dulu dung. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya karena qudroh (kemampuan) tidak sesuai dengan irodah (kehendak). Begitulah manusia beserta kelemahannya. Keduanya adalah makhluk Allah. Namun bukan berarti manusia seperti robot, yang tidak dapat menentukan apa yang hendak dilakukannya, dan juga bukan berarti, manusia itu bebas berkehendak dengan alasan memang itulah yang ditakdirkan.</p>
<p>Balik lagi&#8230;kenapa jarang posting.<br />
Soalnya&#8230;<br />
1.  Njalanin kewajiban sebagai istri dulu dung. Mo bela-belain bisa ngisi blog dsb, tapi ga bisa masuk surga karena hak suami terlalaikan? Ga mau dung aku. Jadi&#8230;aku berusaha menjalankan kewajiban utama aku dan salah satu bentuk ibadah aku yg paling utama yang bisa aku kerjakan agar bisa dimasukkan ke surga. Aaamiiin. (haditsnya tunggu tulisan di <a href="http://muslimah.or.id">muslimah.or.id </a>aja ya. Insya Allah</p>
<p>2.  Njalanin tanggung jawab sebagai ro&#8217;isah (pimpinan) di rumah. Yaitu buat anakku dan rumah itu sendiri yang menjadi amanah apalagi ketika suami tidak di rumah. Aku harus berusaha membimbing dan menjaga sang buah hati.<strong> Ujung-ujungnya&#8230;ya buat bekal akhirat juga dung. ^_^</strong></p>
<p><strong>Intermezo di bagian ini: </strong><br />
Manusia itu emang kalo ga sadar akan tujuan hidup ini, semangat mengerjakan apa-apa itu beda lho. Dan akan sangat berarti bila telah tahu tujuan hidup (yaitu beribadah kepada Allah), semuanya jadi terasa ga sia-sia insya Allah. (makanya postingan <a href="http://http://cizkah.wordpress.com/2008/12/15/suntuk/">ini </a>tuh di luar kontek ya. Soalnya itu juga termasuk takdir yang telah ditetapkan buat kaum wanita hehehe).</p>
<p>Contoh simple adalah, ketika aku (yang suka bersih-bersih), mulai rajin nyapu pekarangan, biasanya semangatnya sekedar nanti halaman jadi bersih. Tapi ketika tahu bahwa itu adalah termasuk bentuk ibadah yang dicintai dan disarankan Rasulullah <em>shallallahu&#8217;alaihi wa sallam</em> (karena untuk membedakan kita (kaum muslimin) dengan <a href="http://muslim.or.id/aqidah/ada-apa-antara-yahudi-dengan-kita.html">Yahudi</a>), Wah&#8230;semangatnya buedaaa banget. Rasanya jadi tambah bahagia ketika menyapu dan melihat pekarangan bersih. Ya Allah, semoga Engkau memberiku pahala atas pekerjaan menyapuku itu. Sungguh Islam itu indah. *mo nangis*</p>
<p>3. Sibuk sama proyek <a href="http://penalette.com">ndesain</a>. Alhamdulillah bulan ini harus nyelesain dua desain dari mockup sampai XHTML.  Terus juga masih ada tanggungan ngasih 2 desain kaos buat <a href="http://kaosmogen.com">kaosmogen.com </a>(lho blom launch ya webnya. Hehehe). Kemarin sibuk bikin buat <a href="http://cizkah.com">web sendiri </a>sama bikin buat <a href="http://penalette.com">penalette </a>yang different dari desain-desain seblumnya. Alasan di sini juga jadi alasan kenapa web sendiri juga ga bener-bener baik isi dan tampilannya. heheheh</p>
<p>4. Harus selalu ada waktu untuk nulis di <a href="http://muslimah.or.id">muslimah.or.id</a>. Mudah-mudahan jadi bekal yang tak terputus sampai hari akhir nanti. Aamiin. Yang ini lebih berat daripada yg lain, karena mesti muthola&#8217;ah juga. Ya Allah mudahkanlah dan berkahilah waktuku dan waktu para penulis muslimah.or.id yang lainnya. Aaamin.</p>
<p>5. Asyik di dapur! Ini bawaan dan naluri sebagai wanita ya. :P Kemarin alhamdulillah, bang hen akhirnya ndownloadin blognya pak <a href="http://budiboga.blogspot.com">budi</a>. Jadi, kayanya maraji&#8217; buat ngedapur adalah <a href="http://keluarganugraha/resep">keluarganugraha </a>dan <a href="http://keseharian.com/dapur">keseharian </a>plus pak budi ini. Yang lain masih kurang cocok eee.</p>
<p>Sisanya adalah istirahat dan bercengkerama bersama suami dan buah hati.<br />
Sebenarnya ada target-target lain yang aku dan bang hen rencanakan. Nulis buku sama kemarin dapet satu ide yg aku semangaaaaaaat banget buat ngerjainnya (rahasia dulu ya, namanya juga ide). Tapi ya itu. Pelan-pelan deh. Pingin juga nulis tutorial, tapi insya Allah setelah selesai tanggung jawab amanah yang lainnya. :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cizkah.com/keluarga/kenapa-jarang-posting.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tertolak</title>
		<link>http://cizkah.com/tulisan/tertolak.html</link>
		<comments>http://cizkah.com/tulisan/tertolak.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 17:48:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sedih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Aku dihempaskan&#8230;oleh orang yang aku pikir akan mengangkatku&#8230;
Aku ditolak&#8230; oleh orang yang aku pikir akan merengkuhku&#8230;
Aku jatuh sesaat
Tapi kini aku bangkit&#8230;Aku bangkit&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku dihempaskan&#8230;oleh orang yang aku pikir akan mengangkatku&#8230;</p>
<p>Aku ditolak&#8230; oleh orang yang aku pikir akan merengkuhku&#8230;</p>
<p>Aku jatuh sesaat</p>
<p>Tapi kini aku bangkit&#8230;Aku bangkit&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cizkah.com/tulisan/tertolak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
