Ziyad Syaikhan

Buah Hatiku Trauma…


Yap yap…kemungkinan besar, Ziyad mengalami trauma, pada rumah sakit, dokter dan hal-hal berkaitan dengan kesehatan itu. Supaya runtun…aku cerita latar belakang dan hal-hal sebelumnya yang terjadi dan seterusnya…

Pertama

Kami, alhamdulillah, tidak memberikan hukuman atau ancaman kepada Ziyad ketika mengarahkan atau memerintah Ziyad dengan suatu hal yang positif atau hal yang memang tidak patut utk dijadikan hukuman. Misalnya, ketika dia melakukan kesalahan, maka kami tidak memberi ancaman, “Ayo, nanti kalo gak patuh sama ummi, disuntik sama dokter lho.” Atau misalnya, “Nanti ummi suruh makan sayur lho.”  atau misalnya lagi, “Nanti ummi taro tempat gelap lho ya.”

Tidak…kami alhamdulillah tidak memberikan hal-hal semacam itu.

Read more…

“Jadi anak sholeh ya sayang…”


Kejadiannya setelah kejadian yang tadi…beberapa jam kemudian…

Ziyad, dari dulu termasuk anak yang sulit tidur. (Tapi pernah baca di status facebook mba Lia yang mbicarain anaknya yg sulit tidur, dan banyak ibu-ibu lain yg komentar hal yang sama, akhirnya aku baru tahu, kalau aku tuh gak sendirian).

Malam ini, seperti aku cerita barusan, aku kan dah capek banget. Gak seperti biasanya, jam 9 aku dah matiin laptop. Pingin istirahat, pingin tidur cepet. Pingin Ziyad juga ikut tidur cepet, biar dia bangun pagi, biar dia tidur siang, dan ritme kehidupan kembali normal seperti ketika kami berkomitmen utk merubah ritme kehidupan kami beberapa bulan yang lalu (dan alhamdulillah sempat berhasil).

Tapi, karena kemaren Ziyad habis sakit DB, dan kami sengaja membiarkan dia istirahat, ndak pingin bangunin dan ngeliburin dia dari sekolah selama hampir 10 harian…ritme kehidupan kembali berubah. Tidurnya jadi tengah malam, bangunnya siang, gak tidur siang, dan akan baru bisa tidur setelah tengah malam lagi.

Read more…

“Cayang…”


Hum…malam ini pingin cerita-cerita….dah lama gak cerita ya…walau sebenernya pengen cerita…(kok mbulet…)

Langsung aja…Kejadian pertama yang pingin aku “catat” adalah…

Ketika malam ini, aku semakin penat, bercampur antara keadaan haid yang emang suka bikin mellow, terus jadi cepet capek, terus juga seharian ini qodarullah full banget kerjaan, cuci piring, masak, jemput Ziyad, termasuk abis itu langsung ke Indomaret di jln. Nyi Condro Lukito ituh (pake sepeda mini lho…), yang berarti pas pulang itu ngayuh sepeda, sambil bawa Ziyad di antara lalu lalang lalu lintas yang padat dan itu jalan adalah tanjakan….fiuwh….ya…intinya penat deh…kegerahan juga, ngerombak kamar Ziyad juga krn kalau malam Ziyad batuk-batuk, kayanya dindingnya bermasalah, jadi aku ubah posisi dan tata letak semua barang…nyapu2,ngepel2 seluruh rumah.

Read more…

Nyeta-in…Awalll…


Heuehehe…hayo apa ituu…

Itu adalah kalimat Ziyad yg sepertinya merasuk ke dia, jadi dia ocehin sendiri sambil main. Nadanya juga nada copy paste dari si Umm-nyah. Ceritanya beginih…

Udah sejak lama Ziyad mulai diperkenalkan dengan lafdzul jalalal Allah dan Dzatnya. Nah…kalau dulu-dulu kan cuma bisa diceritain, misalnya, “Ziyad yang menciptakan Allah.” Atau yang semacamnya. Memang untuk tahap awal, masih dalam tahap pengenalan tauhid rububiyah dulu. ^^ Nanti dengan sendirinya insya Allah pelan-pelan dia bakal tahu konsekuensi dari tauhid rububiyah itu.

Read more…

Ziyad 2,5 Tahun


Alhamdulillah, bulan Januari lalu, Ziyad genap berusia 2,5 tahun. Alhamdulillah (lagi), Ziyad sudah mulai bisa bicara (menyebutkan berbagai kata) sejak kira-kira 3 4 bulan yang lalu. Tepatnya sih waktu abis pulang ke Jakarta dalam rangka menghibur diri setelah dikuret. Hehehe. (Sekitar bulan Oktober)

Kebetulan di Jakarta, semuanya berbahasa Indonesia. Dan sang nenek (yang gak mau dipanggil mbah), sangat gencar mengajarkan Ziyad ngomong. Dan waktu di Jakarta, Ziyad baru bisa mengikuti kata “tadi.” Tapi nenek tercinta tetep ngajarin yg lain-lain.

Read more…

Bujang Satu-ku, Dua Tahun Dua Bulan (1)


Udah 2 bln gak nyatet perkembangannya bujang satuku. Mari kita muleeii…

Kebanjiran Bahasa
Alhamdulillah ‘ala kulli haall..hehhe…Ziyad masih sedikit niii nambah-nambahnya. Setelah terjadi diskusi (lagi) sama Anik (Ummu Muhammad), – kan belio dr psikologi- terus ngebahas tentang pengajaran bahasa ke anak yang menurut penelitian lebih baik kalo satu bahasa dulu. Nah, nah, dulu kita (aku sama abang) dah pernah denger masalah ini. Tapi masih gak terlalu gubris. Masi pingin ngajarin bahasa Arab juga.

Read more…

Bujang Satuku – Dua Tahun Dua Bulan (bag 2)


Hehehe…banyak yg ketinggalan di catatan kemarin…’ala kullia haall…kalo direnung-renungin, semua proses mengajarkan -bayi- yg tadinya tidak bisa apa-apa emang butuh proses yg panjang dan butuh perjuangan tersendiri.

- toilet training -
Ziyad akhirnya bisa menyampaikan dia mau pipis sendiri membutuhkan waktu 5 bulanan.

- penyapihan -
Ziyad lepas ASI stlh 4 bulan penuh.

- gosok gigi -
Butuh sekitar 8 bulan sampai akhirnya Ziyad mau buka mulutnya tanpa dipaksa dan digosok seluruh giginya bahkan mau disikat lidahnya. Mulainya dari usia 1 th 2 bln.

Read more…

Saatnya Bercerita Tentang Proses Penyapihan


Ehem…hari ini tanggal 6 Agustus 2009, pukul 12.05 pm, buah hatiku Ziyad Syaikhan sudah lepas dari ASI selama 49 jam. Gak nyangka…akhirnya bujangku tersayang itu sudah melewati masa-masa 100% lepas dari ASI. Kemarin, setelah 24 jam-an Syaikhan gak ‘nenen’ lagi, ketika kami bercengkrama di tempat tidur, aku merasakan ada sesuatu yang hilang…Sedikit sedih, tapi aku pikir beginilah rasanya seorang Ibu ketika melepaskan satu tapakan hidup dari anaknya. Ketika ia sudah mulai tidak ‘tergantung’ lagi dengan si ummi. Ketika saat-saat kedekatan itu semakin berkurang. Saat-saat dimana mulut mungil itu meminta haknya, karena mengantuk, karena haus, karena sedih…Dan ternyata, yang merasakan ‘sedih’ ini bukan cuma aku. Si Abah juga merasakan saat-saat melow, tapi kayanya gak separah ummi deh…

Sekarang…cerita proses penyapihannya yah…*sambil hapus-hapus air mata yang menitik…*

Read more…

Buah Hatiku Menuju Bulan Ke-24


Insya Allah, tanggal 24 bulan Juli ini, buah hatiku tersayang berumur 24 bulan alias 2 tahun. Tapi seperti ketika ia berusia 1 tahun, kami melewati hari-hari tersebut sebagaimana hari-hari biasanya. Kenapa? Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencontohkan merayakan atau menjadikan hari raya ketika seseorang memasuki tanggal lahirnya. Dan merayakan ulang tahun itu termasuk syiar dari kaum kuffar karena itulah kita gak boleh meniru-niru mereka. “Man tasyabbaha biqoumin fahuwa minhum.” (“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.”). Wal ‘iyyadzu billah. Read more…

Masya Allah Lucunyaa…


Sebenarnya dari kemarin banyak hal yang ingin ditulis. Cuma… karena untuk menyelesaikan tugas-tugas lainnya aja dah kepayahan ples koneksi lagi jelek bangettt (gak tau telkom flashnya kok jadi gini ya sejak menerima pendaftaran baru) terus kayanya sejak (alhamdulillah) beli PC supaya aku lebih leluasa ndesain dan abang lebih leluasa mengerjakan pekerjaannya, aku jadi lebih jarang nyentuh internet (padahal sebelumnya juga udah jarang ya?). Bener-bener bekerja di belakang layar internet :P

Lagi pingin cerita tentang Ziyad aja ah, yang gak terlalu perlu mikir dan gak mesti buka-buka buku. Kemarin banyak yang ketinggalan soalnya catatan perkembangannya bujang satu ini.

Read more…