Entries by cizkah

12 Video Penghafal Quran Cilik: Ashim Bilal Bani Khalid [ummiummi.com]

Masih ingat dengan video ini yang saya publish di artikel “30 Penghafal Quran“. Di artikel tersebut kami tulis Imam Cilik dari Afghanistan. Waktu saya tuliskan hal tersebut sebenarnya berdasarkan kopiah yang dikenakan di kepala – yang setahu saya – berasal dari Afghanistan.


Read more…

Tips Mengatasi Broke “Create Link” Button and “Text” tab di Post Editor

Untuk yang mengupdate  engine wordpressnya jadi versi 3.5.1 mungkin ada yang mengalami kejadian yang sama. Jadi button “LINK” sama “TEXT” (Dulu tulisannya HTML) itu gak aktif.

Setelah search sana sini, emang ini masalah umum yang terjadi. Entah itu karena disebabkan plugin atau memang bugs dari WordPress versi yang ini.

Nah, untuk mengatasinya, aku catat di sini aja ya.

Read more…

Jeng Maryam

Jeng

Punya panggilan sayang dari suami?

Hihi…mo ketawa duluan nulis ini.

Mungkin hampir setahun yang lalu, ada yang memutuskan mau manggil aku dengan sebutan, “Jeng…”

Kata abang, jeng itu kesannya lembut, dewasa, keibuan (lupa deh tepatnya :D).

Karena si sanguinis ngomong sama orang melankolis yang suka cenderung memandang dari sisi negatif :D. Aku langsung ngomong,

“Jadi aku kurang lembut, kurang keibuan…bla bla…?” :D

Biasanya menghadapi pola pikir aku yang kaya gitu ya si abang ketawa aja. “Abang tu heiiraan…kok bisa mikirinya ke situ..” 

Read more…

Sakit dan Pulang…

Beberapa teman yang baru menjalani biduk rumah tangga, seringkali terkena syndrom “pulang”. Dulu aku juga mengalami. Apalagi waktu itu langsung hamil. Yang namanya orang hamil itu pada umumnya kepayahan. Kalau kepayahan/sakit, biasanya seseorang kepikiran pingin pulang. Pingin di rumah. Pingin di dekat Mama. Walau pada kenyataannya aku di rumah bukan orang yang tipikal dimanja. Bahkan pernah badan aku panas. Cuma karena adik-adik yang lain juga panas, sampai kayanya gak ketahuan kalau aku tuh juga panas. Karena pada dasarnya biasanya aku juga kalau sakit in sya Allah gak menunjukkan sakit. Gak tahu. Budaya di rumah seperti itu. Atau aku sendiri yang membentuk budaya pada diriku seperti itu hehe. 

Read more…

Isyarat Mati…

Pernah penasaran dengan hal ini?

Aku pernah…

Sering mungkin…

Ada juga perasaan antara percaya dan tidak percaya. Bahkan perasaan was-was sehingga seperti khawatir membahas tentang hal ini. Sedih karena bisa jadi itu adalah tanda-tanda kematian dari diri kita sendiri. Kemudian setelah kita meninggal, orang-orang akan berbicara, “Kemarin sempat dia ngomong ini dan itu…” yang seakan-akan memang menguatkan bahwa diri kita sebenarnya memberikan tanda-tanda kematian.

Read more…

Metode Menghafal Surat Al Bayyinah

البيِّنة
بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ


لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿البينة:١

رَسُولٌ مِّنَ اللَّـهِ يَتْلُوا۟ صُحُفًا مُّطَهَّرَةً ﴿البينة:٢

فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ ﴿البينة:٣

وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا۟ الْكِتٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ ﴿البينة:٤

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ اللَّـهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ الصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ الزَّكَوٰةَ ۚ وَذٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ ﴿البينة:٥

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ الْكِتٰبِ وَالْمُشْرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خٰلِدِينَ فِيهَآ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ ﴿البينة:٦

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ الصّٰلِحٰتِ أُو۟لٰٓئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ ﴿البينة:٧

جَزَآؤُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا الْأَنْهٰرُ خٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۖ رَّضِىَ اللَّـهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِىَ رَبَّهُۥ ﴿البينة:٨

 

Metode menghafal Ziyad itu gak urut. Kadang aku lompati surat tertentu dengan beberapa pertimbangan. Pas kemarin mulai masuk TK, juga sempat mengikuti mengiringi apa yang sedang di hafal di TK. Sebelum melangkah ke surat Al-Bayyinah, surat terakhir yang dia hafal adalah surat Al-Insyiqoq. 

Read more…

Kangen Olah Raga

Masih lanjut cerita barusan. Pas lagi ngerasa nafas pendek itu, aku jadi merasa pingin sekali olah raga. Terus baru sadar kalau dulu sebenarnya termasuk rajin olah raga. Cuma saat ini banyak olah raga yang biasa aku jalani kayanya gak memungkinan untuk dijalankan.

Renang

Aku bisa renang dari kelas 1 SD. Bisa berenang karena gak sengaja kepleset trus langsung gerak-gerakin kaki.  Suka banget sama berenang. Cuma gaya kupu-kupu aja yang aku gak bisa. Gaya dada, gaya bebas, gaya kodok bisa :D in sya Allah. Walau abis berenang kulit langsung jadi kebakar. Waktu itu, berenang jadi ekstrakurikuler. Setelah itu, kalo lagi ada kesempatan ya ke tempat kolam renang umum sama mba Maya dan Jepi. Dulu Icad belum ada. Beda umur aku sama Icad (adik yang bungsu 10 tahun hehe).

Read more…

Cerita Kopi

Akhir-akhir ini, Thoriq lagi masa-masanya pingin duduk ditemani bersama saat bermain. Sama seperti Ziyad dulu juga, aku diminta main mobil-mobilan atau mainannya, membuat suatu cerita, kemudia dia memperhatikan  (baca: nonton) aku memainkan mainannya hehe…  Belum lagi Ziyad yang juga suka sekali kalau aku berperan jadi si Dino boneka dinosaurus. Plus, Thoriq juga jadi jarang tidur siang sejak disapih.

Karena banyak waktu yang digunakan bersama anak-anak, waktu untuk pekerjaan di siang hari jadi berkurang. Alternatifnya harus memanfaatkan sebaik mungkin saat-saat mereka tidur. Karena hasrat badan sebenarnya ingin ikut tidur sama mereka, tapi karena banyak amanah yang harus dijalankan, maka aku harus melek. Terus jadi memberanikan diri minum kopi. Herannya, aku gak kena migraine atau maag seperti biasanya.

coffee lover

Read more…

Baby Wrap Sendiri

Tadi siang posting tulisannya Rina di ummiummi. Baby wrap sendiri pake kain jarik tradisional yang biasa untuk gendong. Jadi ingat juga pernah melakukan hal yang sama ^^.

Baby Wrap Sendiri

Ini foto bulan April 2011. Usia Thoriq kurang lebih 4 bulan. Lagi agak hangat badannya. Udah aku bilang kan kalo Thoriq sakit rewel. Bentuk kerewelannya pas masih bayi gini adalah maunya digendong aja kalo pas gak enak badan ^^

Read more…

Hasil Proses Penyapihan Thoriq Ibrohim

Secara kalender Syamsiah, Thoriq lahir tanggal 5 Januari 2011. Ketika mendapat saran penyapihan dengan cara hypnoparenting bulan November akhir. Walau ga saklekin harus pas 2 tahun berhenti, kata-kata yang aku perdengarkan ke Thoriq berkisar ;

“Thoriq in sya Allah umur 2 tahun berhenti nenen ya. Soalnya udah besar.”

“Thoriq in sya Allah sebulan lagi umur 2 tahun. Berarti berhenti neneeenn…”

Ya…usaha aja, tapi sudah menyiapkan mental kalau-kalau satu bulan masih belum cukup untuk  memberitahu dan mempersiapkan dia untuk menerima kenyataan lepas nenen itu hehe.

Pas udah mendekati harinya..aku ngomong ke Thoriq udah kaya menghitung hari. “Thoriq 5 hari lagi in sya Allah berhenti nenen ya..soalnya udah umur 2 tahun in sya Allah…”

“Thoriq, 3 hari lagi Thoriq udah 2 tahun. Berarti berhenti neneeenn…”

Begitu seterusnya sampe pas tinggal sehari lagi.

Read more…