Belum Diciptakan

Akhir pekan minggu lalu, abang mengajak Ziyad ke Graha Sabha UGM untuk bermain.

Graha Sabha adalah gedung serbaguna milik UGM . Itu mungkin definisi yang paling jelas yang aku bisa berikan hehe. Biasanya, acara wisuda diadakan di gedung ini. Di depan gedung Graha Sabha ada lapangan. Area sekitarnya luas sekali dan suasananya sangat menyenangkan. Di sebelah timur, tak jauh dari Graha Sabha juga ada Masjid Kampus UGM yang suasananya menyenangkan. Kalau mau jalan-jalan sore atau rekreasi ringan untuk anak-anak bisa ke dua tempat ini.

Biasanya sore hari, berbagai kegiatan dari berbagai hobi yang dimiliki orang-orang dilakukan di sini. Tentu saja tidak semuanya sesuai syari’at. Misalnya kegiatan latihan marching band, mengajak anjing jalan-jalan dengan pakaian minim sambil mendengarkan alunan musik lewat music player. Ada juga orang-orang yang bermain bola, jogging, kumpulan pecinta ini dan pecinta itu, latihan beladiri ini dan itu. Pokoknya ramai! Sejak latihan Thifan abang diganti jadwalnya jadi malam hari, latihan dilakukan di depan Graha Sabha ini. Katanya asyik sekali.

Balik lagi ke cerita Ziyad dan abang yang bermain sore itu ke Graha Sabha. Thoriq waktu itu sedang hangat badannya, jadi tidak ikut.

Salah satu percakapan yang berkesan terjadi saat mereka asyik bermain.

Z: “Bi itu gedung apa?”

A: “Graha Sabha. Dulu abi wisuda di situ. Ziyad waktu itu belum ada.”

Z: “Kok Abi ngomongnya gitu. Abi bercanda ya?” <– hihi…khas pernyataan Ziyad kalau gak terima sesuatu.

A: “Engga abi serius. Ziyad dulu belum diciptakan.” <– Jangan bayangin jawabnya muka serius ya. Jawabnya kayanya sambil ceringisan juga.

Dan akhirnya terjadi percakapan eyel-eyelan. Ziyad gak terima kalau dia tuh dulu belum ada di dunia ini.

Sampai rumah, ternyata percakapan itu masih membayangi pikirannya dia. Saat sedang berdua di kamar, Ziyad bilang ke aku,

Z: “Mi, abi tadi bercanda ya. Katanya Ziyad belum diciptakan.”

U: “Haha…Engga abi serius. Ziyad dulu emang belum diciptakan.” Pada saat menjawab ini, aku belum tahu detail kejadian yang terjadi di Graha Sabha.

Terus abang masuk kamar sambil tertawa menceritakan percakapan mereka di Graha Sabha. Aku perjelas lagi.

U: “Dulu kan Thoriq belum ada. Thoriq belum diciptakan. Nah…Ziyad juga dulu gitu. Tadinya gak ada, terus diciptakan.”

U: “Lagian kalau dari dulu Ziyad ada, Ziyad mah udah tuaa…hihi…”

Kayanya dia masih gak terlalu terima dan belum terlalu mengerti tentang penciptaan ini.

Tapi sejujurnya, aku sendiri juga jadi mikir dan bingung juga deh. Gimana ya mengkompromikan dengan hadits yang ini,

“Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Rabb kalian?” Mereka menjawab, “Tentu, kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami adalah orang yang lalai dari perkara ini.” (Al A’raf 172).

Kalau ada yang tahu jawabannya, mohon tinggalkan komentar ya. Kalau enggga, mari kita coba tanyakan ke KonsultasiSyariah.com hehe. Beraat…

 

2 Comment

  1. Ummu Tsabit says:

    Graha saba.. dulu aq jg wisuda disitu…
    tapi yg keinget sampe sekarang cuma senam pagi dihari ahad.. sambil jajan… sambil… sambilan…. makan lontong padang, tempura, batagor, bakso, susu national, es kencur, beli macem-macem…

    love yogya deh…

  2. cizkah says:

    lho…dian anak ugm juga toh *baru tau*
    gak install WA ya de…mo tanya2 sesuatu.
    Iya…dulu masih zaman orang banyak jualan di graha sabha ya. Tapi suami seneng banget sekarang jadi bersih…kalo dulu kotorr…

Leave a Reply