Dodo Tak Dodo…

Beberapa waktu akhir-akhir ini, anak-anak lagi suka film kartun Dodo tak dodo…eh…Dodo dan Syamil maksudnya hehe. Gak direview di ummiummi. Takut menuai pro dan kontra. Soalnya di film ini gak bebas juga dari musik dan beberapa catatan lainnya yang akan aku sebutkan di bawah. Yang jelas, film ini menurut aku lebih layak tonton daripada film kembar Upin & Ipin. Dan ini Indonesia punya loh. Kok gak ada TV yang nayangin ya? (Apa ada tapi aku gak tahu ya? Soalnya gak ada TV di rumah ^^).

Coba lihat contohnya di video penjelasan tentang Ziarah. Bagus deh insyaAllah.

Kelebihan Dodo tak Dodo

Ini saking lagi sukanya, jadi aku ngomongnya dengan nada khas ke Thoriq, “Nonton dodo tak dodo yaa…” Trus Thoriq ikutin hihi…gak bisa dijelasin nadanya di sini.

  • Filmnya menerangkan berbagai hal dalam syariat Islam dengan cara yang lucu, apik dan khas anak-anak. Penjelasan tentang sunnah, wajib, aqiqah, kiamat dll. Lihat di channelnya DaniyaKhalisha untuk lengkapnya.
  • Penjelasan tentang aqidahnya juga bagus masyaAllah. Coba deh tonton yang tentang Allah.Cuma ya itu tadi, dikemas dengan gaya pertengakaran kecil anak-anak.
Negatifnya:
  • Terkadang diselingi dengan nasyid menggunakan musik.
  • Isi nasyidnya sebenarnya bagus  (misalnya tentang Kalimat yang Baik), tapi ya itu tadi, ada musiknya. Mungkin bisa kita serap syairnya trus bisa kita praktekkan untuk bermain sambil belajarnya anak-anak.
  • Aku menemukan 1 video dengan hadits yang tidak shahih. Yaitu doa buka puasa. Di video yang judulnya Adab Puasa. Tapi Ziyad udah aku bilangin, jadi kita sama-sama mempercepat adegan itu. Thoriq juga karena melihat reaksi kita juga cuma ngertinya gak boleh nonton bagian yang pas baca doa buka puasa itu. Tapi selian itu alhamdulillah gak ada lho…keren kan. Tentang niat aja ya cuma disebut niat.
  • Kadang ada adegan yang sifatnya negatif, yang salah-salah bisa terserap anak kita. Kebanyakan sih Dodo nih yang melakukan. Ziyad lumayan sempat terpengaruh. Aku bilang, kalau mau niru, coba tiru Syamil hehe. Gaya ngomongnya juga sempat terpengaruh. Aku ladenin pakai gaya ngomong di kartun ini, dia malah gak suka hihi….Makanya…gak usah niru-niru.
  • Pelafalan istilah berbahasa Arab kurang benar. Hehe..ini tergantung dubbernya kali ya. Misalnya “ustadadzah” dilafalin “ustajah”. Kalo Syamil yang ngomong tapi kok bener ya.
Catatan terakhir, aku yakin ini videonya insyaAllah tersedia di pasaran. Tapi selama beberapa kali mengikuti pameran buku Islam di Jogja, hampir gak pernah nemuin video Dodo dan Syamil ini. Biasanya yang banyak itu video semacam Diva, video Nabi-Nabi dan lain sebagainya. Kami sendiri juga ketemu link tentang Dodo & Syamil ini pas kemarin lebaran di Jakarta. Jadi, mohon maaf gak bisa kasih info selain yang ada di youtube. Semoga bermanfaat ya.

1 Comment

  1. aufanuri says:

    aku dulu sempat beli untk keponakanku mbak. kapan ya aku belinya, pas SMP atau kelas 1 SMA ya? Lupa, pokoknya dulu lagi semangat2nya ngajarin keponakan tentang Islam, trus keponakanku jadi senang juga. Sekarng g tahu tuh CD-nya ke mana. Dulu pas jamannya belum kenal manhaj salaf dan masih aktif tarbiyah, jadinya nggak paham soal hukum nasyid yang bermusik.

Leave a Reply