Dua Penemuan

Kenapa aku kurang pintar memilih judul ya. Oh well..langsung cerita aja duluk ya.

Beberapa hari yang lalu,  rasanya bahagiaa sekali. Bukan karena duit or somethin yang berkaitan sama materi yang jelas :D.  Yang pertama karena menemukan penyakit dan kedua menemukan jati diri berkaitan sama style desainku.

Penyakit Kulit

Alhamdulillah, bisa bersyukur punya penyakit kulit hehe. Kok bisa? Karena akhirnya bisa tahu jenis penyakit kulit yang aku alami. Dan itu tidak berkaitan dengan tumor atau kanker kulit alhamdulillah alhamdulillah. Pencariannya dan ketidakjelasan akan penyakit ini soalnya bertahun-tahun. Dulu-dulu gak terlalu mikir mau periksa, karena merasa tidak ada keluhan apapun. Terus, pas nikah, hamil, punya anak dst, kok mulai ada lagi  permukaan kulit yang berubah secara warna dan strukturnya yang muncul di bagian tubuh tertentu.

Setiap pengen periksa ke dokter, ada perasaan, gak usah aja ah, nanti ternyata hasilnya malah bikin ngedown dsb dsb (terutama si abang). Yang ada mesti langsung giat dibeliin obat herbal. Sempet juga konsultasi ke dr. wiwid (wiwiid…apa kabar…gak pernah smsan lagi kita ya…udah sibuk dengan 3 babies yaa? Kok blognya dihapus sii?). Terus diberi kemungkinan-kemungkinan penyakit kulit yang ada. Aku udah searching-searching tetap merasa gak yakin dengan jenis yanga ada. Yang ada sebenernya tambah khawatir :D.

Sampai kemarin malam, karena muncul lagi permukaan kulit yang mulai tidak rata yang biasanya aku sadar karena diawali dengan rasa gatal yang tidak biasa. Mulai deh khawatir lagi, diam-diam mulai searching2 lagi. Dan alhamdulillaah…akhirnya bisa menemukan hasilnya dengan kata kunci yang tepat.

Kalo lagi gini (dengan kata lain tertimpa musibah), aku selalu ingat tulisan di buku Kaifa tatahamas apa dibuku yang lain ya, soalnya dulu bacanya kayanya berdekatan. Tentang gimana sebenernya seseorang itu bisa bersyukur ketika tertimpa musibah. Yang paling aku ingat ada 2.

  1. Musibah itu tidak menimpa agama. Na’udzu billah min dzalik. Kalo musibah itu berkaitan dengan agama, itu yang namanya benar-benar musibah. Musibah yang SANGAT besar.
  2. Musibah itu tidak lebih parah dari musibah yang ada. Ngerti gak? Jadi misalnya kaya yang aku alamin, oh iya aku terkena penyakit kulit. Tapi alhamdulillah ini bukan tumor dan kanker insyaAllah dan penyakitnya tidak menimbulkan rasa sakit, masih bisa beraktifitas dll dll.

Style Design

Yang ini juga membahagiakan juga soalnya pencarianya beeertahun-tahun. Bisa dikatakan, seakan-akan akhirnya menemukan jati diri. Karena akhirnya aku tahu apa yang mesti aku lakukan.
Setelah kemarin sangat rajin menyimpan gambar-gambar yang bagus-bagus dari berbagai website dan berkelana mencari inspirasi untuk kerjaan-kerjaan desain terbaru. Lama-lama aku mulai nyadar, “Ohh…aku tuh ternyata suka yang kaya gini.” “Ohhh ternyata style aku tuh memang yang feminin, childish, tak sempurna, lembut dan seterusnya.” “Ternyata aku tuh pecinta model2 pattern design” dst
Dulu-dulu merasa gak percaya diri banget, ngerasa  hasil karyaku jelek, gak kaya yang lain. Itu ternyata karena mindedku yang melihat bahwa suatu karya itu bentuknya (gambarnya) harus sempurna (dalam arti aliran realisme gitu deh). Ternyata setelah berkelana dan ngeliat hasil karya orang lain yang bagus-bagus dan gambarnya itu padahal ya bletot-bletot, tapi malah menimbulkan style tertentu…ah sulit dijelaskan. Pokoknya aku langsung baru sadar dengan berbagai hal yang selama ini aku alamin.
  • Pantesan aja aku suka ngumpulin kertas kado dengan gambar lucu-lucu (dulu zaman kuliah akhirnya kertas kadonya dikasih ke temen. Kalo zaman nikah, kertas kadonya akhirnya dipake buat ngado atau dijadiin mainan anak-anak :D).
  • Pantesan aja suka juga ngumpulin card-card yang lucu-lucu, walau seringnya ditahan. Abang pernah nanya, “Buat apaan?” Waktu itu aku agak bingung jawabnya. “Gpp, buat dikoleksi aja.” Soalnya akhirnya biasanya kepake juga si :D.
  • Pantesan aja suka banget pokoknya ngeliat barang-barang lucu (yang sebenernya pengen sih dibeli cuma mesti ditahan-tahan).
  • Pantesan aja kalo pas ngedesain buat yang formal-formal (misalnya sekumpulan pengusaha yang kesannya bisnis banget gitu ), mesti seperti tertahan karena mesti melakukan suatu desain yang agak bertolak belakang dengan style yang aku punya.
  • Pantesan aja pokoknya kalo milih barang-barang (baju, piring, mangkok, dll dll) pokonya yang begitulah sukanya : D.

Contoh yang aku suka:

patternSource: Amazon

Malamnya pas ngobrol-ngobrol sama si abang, semangaat banget cerita tentang penemuanku ini. “Kaya menemukan jati diri ya?” kata abang.
If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

7 Comments

  1. eh kok pake afwan…
    wah..iya bagus…kok baru tahu websitenya yaa…
    wah mesti banyak belajar sama mas Oka nih…dari kemaren ketahuan kalo otodidak…gak tau istilah2 dalam dunia komunikasi visual : D
    Ok..noted lagi dari mas Oka…”Pop Art Style”.

    Kapan2 insyaAllah ditulis ah di blog. Yang kemarin itu juga namanya “Figure and Ground”…sampe di favorite di twitter.
    jazakumullahu khoiron informasinya.

  2. pas ngeliat2 lagi yang di tommychandra.com kok agak kurang suka ya sama stylenya…
    ini beneran pop art ya? atau itu memang ada jenis2nya lagi?
    dia lebih ke retro gitu gak ya?

  3. Pop Art sendiri awalnya dari Andy Warhol dimana dia bikin artwork Soup Cambell http://www.campbellsoup.com/ (jenis Condensed Soup) yang sangat terkenal pada era itu, lalu berkembang ke bentuk objek ilustrasi dan objek seperti contoh di postingan.

    Pada dasarnya Pop Art, Classic Design, Retro jadi style tersendiri yang saling terkait satu sama lainnya (pendapat dan mengamati secara pribadi :)

    Selain style yg di atas saya juga suka dengan gaya Swiss Design Um, lebih ke arah Typography & Layout (jadi merambah kemana-mana)
    seperti:

    http://www.smashingmagazine.com/2009/07/17/lessons-from-swiss-style-graphic-design/
    http://www.aisleone.net/
    http://www.unkl347.com/ (local)

  4. banyak dapet ilmu baruu…jazakallahu khayron…
    tapi contoh ilustrasi soup cambellnya sendiri udah gak ada ya?
    yes..i like it too…suami juga yang mempengaruhi saya buat sangat memperhatikan masalah typography ini (walaupun blio bukan designer/programmer). Baru atau ada istilah swiss design itu.

Leave a Comment.