Hati-Hati Ketika Bermimpi

Maksud aku mimpi di sini adalah di luar mimpi tidur, dalam arti seperti angan-angan seseorang. Namun, sekarang ini makna mimpi bagi seseorang sepertinya lebih disempitkan lagi seperti menjadi cita-cita atau tujuan hidup, namun terkadang di luar jangkauan akal dan sepertinya sesuatu yang sulit sekali terjadi.

Aku akui, aku banyak belajar dari buku Hypnotic Writing-nya Joe Vitale. Tapi sebagaimana anjuran banyak ulama, ketika mengambil pelajaran dari orang kafir… adalah yang sesuai kebutuhan dan tidak bertentangan dengan syariat. Maka, aku sangat sangat dan sangat tidak setuju dengan teori dan keyakinannya bahkan dia menjadi ‘guru’ pada keyakinan tersebut, teori dan keyakinan yang dijadikan kemas dalam bentuk DVD dan buku The Secret yang dikarang oleh Rhonda Byrne.

Aku merasa harus membahas di sini, karena beberapa teman yang sudah ‘ngaji’ kurang peduli dengan hal ini (dalam arti kurang begitu tahu), tapi yang tahu tentang teori ini ( setahu saya), malah sangat menyukai teori ini. Berikut secara ringkas isi keyakinan dikupas pada DVD dan buku tersebut,

Buku ini pada dasarnya dibangun dari argumen bahwa hukum tarik-menarik mutlak dan otomatis bekerja pada setiap manusia, dipercayai atau tidak, dipahami atau tidak. Masih ingat salah satu “ajaran” yang paling populer dari novel Sang Alkemis karya Paulo Coelhoe yang kemudian dibahasakan oleh fisikawan kita, Johanes Surya dengan istilah “mestakung” alias semesta mendukung? Nah, kira-kira seperti itu pulalah prinsip yang mendasari buku setebal 232 halaman ini. Yakni, ketika seseorang memikirkan hal-hal yang diinginkan, dan memfokuskan semua niat di kepalanya, maka –dengan dukungan semesta– dia akan memperolehnya.

Menurut buku ini, hukum tarik-menarik menempatkan setiap orang sebagai magnet yang bisa menarik segala sesuatu dari luar. Pikiran juga bersifat magnetis, sehingga ketika seseorang memikirkan sesuatu, pada saat yang sama ia menarik sesuatu itu ke dalam dirinya. Di sinilah tampak relevansi pesan untuk selalu berpikir positif, dan dengan demikian tampak pula buku ini sebenarnya mengingatkan kembali pada pelajaran tentang mind power yang sudah banyak dibahas oleh para ahli. (sumber)

Waktu dengar tentang teori ini dari abang, aku masih belum terlalu peduli. Tapi waktu abang bawa file mpeg yang di-copy dari seorang teman, setelah melihat sesaat aku langsung SANGAT TIDAK SENANG, dan minta abang stop melihat file  mpeg tersebut. Jelas-jelas dan nyata unsur kesyirikan di dalamnya. Dan gak berapa lama kemudian, file tersebut kami hapus dari HD eksternal karena termasuk barang yang tidak bermanfaat.

Kenapa Bisa Termasuk dalam Kesyirikan?

  • Ini layaknya teori Darwin yang meniadakan keberadaan Allah pada hasil dan nikmat yang diterima dari insan manusia. Bahwa segala sesuatu terjadi dengan sendirinya, tanpa campur tangan Allah. Seseorang cukup bermimpi dan menguatkan keyakinan akan mendapatkan mimpinya tersebut, maka alam akan mendukungnya?? Hah? Kalau seperti ini, tentu akan semakin banyak orang yang bermimpi dengan pengertian pertama, yaitu memanjangkan asa (angan-angan). Padahal Islam sangat melarang umatnya dari berpanjang angan-angan karena akan menghilangkan sifat qona’ah dalam dirinya.

    Dalam Islam sendiri disarankan untuk berdzikir pagi dan sore, dan salah satu dzikir yang sunnah untuk dibaca adalah sebagai berikut:

    Allahumma maa asbaha (untuk sore amsaina) bii min ni’matin aw bi ahadin min kholqika fa minka wahdaka laa syariika laka falakal hamdu wa lakas syukr

    means,
    “Ya Allah, setiap kenikmatan yang kudapatkan pagi ini dan kenikmatan yang didapatkan oleh salah satu hamba-Mu, maka pasti berasal dari nikmat-Mu semata, tidak ada sekutu bagi-Mu, hanya bagi-Mu segala puja-puji dan syukur.” (HR. Abu Dawud dan an-Nasa-i)

  • Walaupun orang tersebut berkeyakinan akan bisa mendapatkan sesuatu yang diimpikannya tersebut, maka permasalahannya adalah keyakinan tersebut bukan karena tawakkal kepada Allah dan usaha yang dilakukannya,  tapi lebih didasarkan “Aku akan mendapatkan hasil karena aku berkeyakinan mendapatkan hasil.” Kelihatan bedanya kan?? Kalau yang terakhir, maka sama saja seperti keyakinan orang-orang yang sombong yang dikisahkan Al-Qur-an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, salah satunya adalah  Qorun yang berkeyakinan harta dan kekuasaan yang dimilikinya karena dirinya sendiri,Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

    (Qs. al-Qashash:  78)

Hati-Hati Istidroj

Kalaupun akhirnya apa yang orang-orang lakukan dari teori tersebut ternyata terwujud, maka tidak melazimkan bahwa itu adalah sesuatu yang benar untuk dilakukan. Hati-hatilah akan istidroj ( Pemberian Allah yang diberikan kepada manusia yang tidak beriman, kafir, munafik, fasik, jahat, ahli maksiat, yang tidak disukai-Nya, dibenci, dilaknat & dimurkai-Nya)

Maka jangan tertipu apalagi iri hati, kalau ada orang-orang yang kemudian berhasil mendapatkan jabatan, kekayaan, impian yang sangat tinggi karena percaya dengan teori tersebut dan menjalankannya.

Ingat Tujuan Hidup di Dunia

Mungkin akan ada yang berpendapat kalau begitu Islam menghentikan seseorang untuk berkarya dan memiliki cita-cita. Jawabannya: TIDAK DEMIKIAN! Islam tidak memberi kesempitan berkarya dan berusaha pada diri seseorang. Yang dilarang adalah panjang angan-angan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya apa-apa yang paling aku takutkan (terjadi) pada kalian adalah dua sifat: Mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Adapun mengikuti hawa nafsu maka dia akan memalingkan dari kebenaran dan adapun panjang angan-angan maka dia akan (menimbulkan) cinta terhadap dunia.” (HR. Ibnu Abi Ad-Dunya)

Oleh karena itu, sebaiknya seseorang mengingat tujuan ia diciptakan di dunia, yaitu untuk beribadah kepada Allah.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs Al Hasyr:18)

Terakhir…kesucian bukanlah milikku…semoga kita bisa muhasabah dan semoga Allah menjauhkan kita dari kesyirikan.

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang. (Qs. Yusuf: 53)

4 Comments

  1. Manusia diciptakan Allah yang terbaik ( Baca surat At tin ), kesempurnaannya manusi terletak pada pikirannya (Baca otak manusia ). Dengan otaknya manusia bisa berkhayal hingga terwujud seperti orang pergi ke bulan ( ide awalnya adalah lamunan )..Dan yang berbeda antara orang muslim dan non muslim adalah meletakkan persepsi otak adalah segalanya bukan pada yang menciptakan otak yaitu ( Allah Subhanahu wata’ala )

  2. Manusia memang pernah kebulan, Eit… jangan salah ya, manusia itu pernah kebulan lho, dan tidak tanggung-tanggung akan selalu ke bulan yang jumlahnya 12 , Contoh, Bulan Syawal,Safar,Romadlon dll… OK..

    Teori manusia kebulan sudah di bantah habis sama astronot Russia.
    itu hanya akal2an orang yg tdk bertanggung jawab.

  3. Salam.. Menurut sy, teori LOA(LawOfAttraction) memang tdpt sdikt ksalahn. Namun, lbh bnyk mengandung manfaat yg slaras Qur’an. Misalnya syukr, mau mengubah pola pkir(mengubah nasib), mengoptimalkan kemampuan fitrah manusia(msl intuisi). Hny sj perlu ditekankan adany btsn permintaan/permohonan &kpd siapa memohon. Yakni hny memohon pd 4jj1, Sang pencipta “semesta” dg bts sesuatu yang tak bs diubah(yg sdh trjd,yg tak dbutuhkn manusia, &&yg dipstikn 4jj1 tak bs diubah spt waktu).
    Qt tak bs mengabaikan gravitasi, krn itu yg tjd. Sm hlny dg LOA. Namun, qt jg prlu tekankan bhw ad yg mencipta gravitasi sm halnya Beliau mencipta LOA

Leave a Comment.