Isyarat Mati…

Pernah penasaran dengan hal ini?

Aku pernah…

Sering mungkin…

Ada juga perasaan antara percaya dan tidak percaya. Bahkan perasaan was-was sehingga seperti khawatir membahas tentang hal ini. Sedih karena bisa jadi itu adalah tanda-tanda kematian dari diri kita sendiri. Kemudian setelah kita meninggal, orang-orang akan berbicara, “Kemarin sempat dia ngomong ini dan itu…” yang seakan-akan memang menguatkan bahwa diri kita sebenarnya memberikan tanda-tanda kematian.

Kepikiran tentang kematian itu selalu ada di otak. Setiap manusia memang mesti mati. Waktu belum nikah, diam-diam aku udah bikin wasiat yang aku tinggalkan di komputer di Jakarta. Waktu gempa Jogja tahun 2006, aku sempat sms ke Icad (adik bungsu) ada pesan aku di komputer di folder ini dan itu.  Ya inti pesannya adalah supaya kalau aku meninggal supaya gak ada tahlilan, gak usah di 7 hariin, 100 hariin dll. Pokoknya pesan supaya semuanya berjalan sesuai sunnah. Alhamdulillah aku masih selamat.

Waktu hamil Ziyad, karena terasa begitu berat. Karena memang gak tahu bisa selamat atau engga. Sudah berwasiat ke abang kalau aku meninggal pas melahirkan nanti, cepat cari istri lagi. Biar anak keurus. Waktu beberapa bulan kerja di TK, aku tahu seorang bapak yang mengurus seorang anaknya sendirian. Bikin sedih. Makanya gak mau kalau anakku nanti juga gak keurus. Atau keurus dengan gaya urus bapak-bapak yang mungin kurang telaten dan mau praktis (pada umumnya kayanya gitu ya. Maafkan kalau di luar sana kalau ada bapak-bapak yang sangat telaten merawat dan mendidik anaknya sekaligus cari nafkah dan urusan kepala rumah tangga lainnya).

Pernah juga saking ngerinya mikirin kuburan, nangis sendirian. Terus akhirnya ngomong ke abang. Intinya..”Bang..takut ya di kuburan. Sendirian. Gelap.”  Apalagi mikirin, iya kalau amalan kita itu bagus-bagus. Kalau semua yang kita kerjakan itu diterima sama Allah. Kalau kebaikan yang kita kerjakan itu ikhlas. Kalau ternyata tercampakkan karena niat-niat lainnya…Na’udzubillah min dzalik…

Abang sendiri kalau pas aku yang ngomongin tentang kematian juga seperti takut sendiri. Waktu yang Ziyad itu…ya malah jadi uring-uringan, “Adek ko ngomong gitu. Doa sama Allah…dll dll..” Waktu ngomongin kuburan juga gitu.

Ya pokoknya jarang aku mengutarakan apa yang ada di otak aku tentang kematian. Biasanya secara gak langsung aku sering nyampein ke abang buat mengantisipasi kematian kita yang mendadak yang kira-kira apa yang saat ini kita pegang tetap bisa digunakan dan gak bikin bingung orang yang ditinggalkan. Misalnya password akun penting yang aku pegang. Aku sengaja email. Karena mgkn abang lupa atau bakal gak tahu mo nanya ke siapa.

Giliran abang yang ngomongin kematian, aku biasanya cuma diam aja atau berusaha bersikap lebih tentang hehe. Eh pernah juga sih beliau ngomong, “Dek..abang ko ngerasa umur abang cuma sampe 35 ya?”

Aku diam sesaat. Terus bilang, “Itu was-was dari setan…Ya doa…supaya dipanjangkan umur dalam ketaatan bla bla.” Terus abang langsung doa.

Biasanya abang ngomongin tentang kematian juga karena ngomongin amanah yang abang pegang saat ini. Pokoknya harus dipikir jangka panjang. Gimana kalau si fulan meninggal, gimana kalau abang meninggal, amanah abang ini  tetap jalan. Gimana websitenya…ini itunya… Sampai-sampai cari informasi tentang ini, ternyata kalau Bank itu bisa menjamin website kita bisa hidup sampe beratus tahun lagi (dengan bayaran ttt tentunya hehe).

Waku beberapa waktu lalu pernah ada 2 orang akhowat yang meninggal. Dan ternyata di akun facebooknya seakan-akan ada jejak yang menunjukkan tanda kematian mereka.  Dari status mereka. Foto profil mereka. Waktu itu bikin mikir lagi tentang isyarat kematian ini.

 

Sampai cari-cari bahasan tentang ini di Yufid…ya intinya memang berdasarkan syari’at tidak ada seseorang yang tahu tentang datangnya kematian yang akan menimpa dirinya.  Kutipannya sebagai berikut:

 

1. Betul tidak ada seorangpun yang mengetahui secara pasti kapan ajalnya tiba. (Aku tambahin lagi. Ga ada juga itu yang namanya tanda kematian 100 hari, 40 hari, 7 hari dst sebelum kematian… http://abufawaz.wordpress.com/2012/12/30/bm-dusta-dan-batil-tentang-tanda-tanda-kematian-pada-hari-ke-100-40-7-3-1-sebelum-sakaratul-maut/)
2. Akan tetapi itu tidak menolak akan adanya sebagian orang yang Allah Ta’ala berikan firasat akan kematiannya. Dan dengan firasat tersebut tidak bisa dikatakan dia mengetahui ajalnya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mempunyai firasat.” (QS. Al-Hijr: 75) (http://al-atsariyyah.com/adab-sakratul-maut.html – ini wordpressnya masih ga bisa ngasih link deh)

Tetap aja masih aja was-was setan itu menghampiri. Astaghfirullah. Sampe mo nulis tentang ini pun juga jadi ngeri sendiri waktu itu.  Waktu abang pasang profil pic kuburan baqi…jadi mikir sendiri. Ga berani pasang itu. Ya itu tadi. Khawatir itu jadi isyarat mati. Berarti aku bakal mati bentar lagi. Ngeri…dan seterusnya. Sampe pas mo ngeshare gambar tentang pesan supaya kalau meninggal jangan di tahlilin dll itu malah jadi ngeri juga hehe..Astaghfirullah…

Tapi gak tau kenapa in sya Allah hari ini mulai melepaskan diri dari “ketakutan” itu. Aku pasang profil pic kuburan Baqi’ juga.

Kalau gak lama dari tulisan ini aku meninggal. Maka aku nyatakan di sini. Aku gak mikir apa-apa dan gak tau aku bakal meninggal. Kalau mikir meninggal mah tiap hari. Bisa jadi nanti sore, besok, dan seterusnya.  Jadi ini mungkin bukan isyarat mati dari aku.

Sekalian aja mo berpesan  di sini (boleh gak si?). Biar dibaca orang, nanti kalau ada sanak saudara yang baca juga jadi paham. Kalau aku meninggal nanti:

  • Jangan diratapi.
  • Gak usah ada tahlilan
  • Gak usah ada “perayaan” 7 hari, 100 hari, 1000 hari kematianku.
  • Jangan dibikin ubin di kuburanku
  • Gak usah tabur-tabur bunga di kuburanku.
  • Gak usah dipayungi pas aku dikuburi.
  • Percepat penguburanku.
  • Buat Ziyad sama Thoriq, Ummi sayaaang banget sama kalian. Maafin semua kesalahan ummi. Jadi anak yang sholeh, taat sama Abi dan Ummi baru in sya Allah. (Biar dibaca mereka sendiri, semoga website ini tetap hidup kalau aku meninggal nanti),
  • Jangan lupa doaain…banget supaya Allah melapangkan kuburku, mengampuni dosaku.

Pesan lainnya, tolong cariin istri sholihah untuk suami yang bisa jadi ibu yang sabar merawat dan mendidik anak-anakku. Siapapun…yang baca ini.

cizkah

4 Maret 2013

 

Tambahan lagi…tetep berdoa…
ALlahumma athil hayaa ti ‘alaa tho’atika wa ahsin ‘amali…

“Ya Allah…panjangkanlah umurku dalam ketaatan dan perbaguslah amalanku…”

 

9 Comment

  1. desi says:

    Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh
    Sis apa kabar?masih inget saya?
    Btw emg knp g boleh dtahlilin kl meninggal?sm ksh ubin ato dtaburin bunga?katanya kl lebih dr 40org yg doain dosa kita diampuni sm taburan bunga itu bs mengurangi siksaan dkubur..

  2. cizkah says:

    wa’alaikumussalam warahmatullah wa barokatuh…
    baik alhamdulillah hehe..
    ini desi UNY? istrinya ibnu?
    Gak boleh soalnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam gak pernah merintahin/ngajarin untuk melakukan semua itu.

    Karena yang namanya ibadah itu harus ada perintahnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

    Kalau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ngajarin, mesti para sahabatnya adalah orang pertama yang bakal ngelaksanain. Tapi mereka GAK PERNAH melakukan acara 7 hari kematian nabi, 40 hari, 100 hari atau 1000 hari :).

    Gitu desi sayang…

  3. Ella says:

    Ada jawaban yang ilmiah banget nih soal tabur bunga di kuburan.

    http://www.konsultasisyariah.com/ziarah-kubur/#axzz2NEKbRF7L

  4. desi says:

    Makasih ya sis,,iya is3nya mas ibnu,,,sebenernya banyaakkk banget yg mau dtanyain,,dari baca postingan antum d blog ini,, ˚╬╬ϱϱ˚╬╬ϱϱ˚╬╬ϱϱ˚,,tapi boleh g ya,,
    Jazzakumullah khairan katsira

  5. Bismillaah. Assalaamu’alaykum Ummu Ziyad wa Toriq..
    Ni artikel ngena banget umm ):

    Eh , tapi gapapa kan ya kalo misal bikin wasiat gitu? buat siap2 aja gitu. Soalnya ana dari dulu mau bikin wasiat tapi suka ngeri sendiri T_T

  6. cizkah says:

    wa’alaikumussalam warahmatullah…afwaan..baru sempat jawab2 komen.

    Ngena bagian mananya ni hehe…
    Ya kalo dalam islam in sya Allah justru disarankan. Apalagi wasiat yang berkaitan dengan syari’at seperti supaya gak diratapi, jangan dijadikan tempat ibadah etc…

  7. cizkah says:

    ya ditanyain aja des…kalo bisa jawab in sya Allah di jawab.
    Kalo gak bisa jawab berarti wallahu a’la bishowab ^^

  8. Yuda says:

    Subhanallah. .
    Ini sungguh masukan yg hebat, karna aku juga bru ja ngalamin hal seperti itu. . Thanks buat info n saran nya :-)

  9. husna says:

    Assalamualaikum mbak” ,,, saya baru ja ngalamin ketakutan itu.. rasanya saya tidak mau terlelap dalam malam karena tkut tidak bisa bngun dalam indahnya subuh.. gimana ya mbk cara ngehendelnya biar bisa k jalan yang benar. sebenarnya saya bersyukur Allah telah memperingati saya dengan hal ini.

Leave a Reply