Jangan Benci Aku Karena Sesuatu yang Mereka Lakukan

Seringkali, kita mendengar, bahwa sendal atau sepatu bagus seseorang itu hilang di masjid. Bahkan ketika orang datang untuk sholat itu, mesti menitipkan sendal atau sepatunya karena kekhawatiran ini.

Dan pun ketika sang pencuri tertangkap dan ia adalah seorang muslim, kira-kira apa yang akan muncul di benak kalian? Dengan sudut pandang bahwa pencuri itu adalah “orang Islam”.


Ya, normalnya, munculnya, oh ia memang pencuri, oh, mungkin Islam KTP, oh mungkin gak ngerti tentang agama (Islam) itu sendiri.
Gimana gak mikir gitu coba? Lha wong di Islam udah diajarin untuk tidak mencuri. Bahwa mencuri itu dosa. Bahwa kalo mencuri itu nanti mendapat ancaman dipotong tangan jika terbukti bersalah. And so on…

Tapi, kita kan gak bakal kepikiran, duh, Islam jelek banget sih. Suka nyuri sendal orang. Apalagi kalo kita sendiri adalah orang Islam. Ya kan?

Contoh lain lagi, ketika ada pencuri di swalayan yang ketangkep basah. Eh eh…lho kok ternyata pakai jilbab/kain yang menutupi kepalanya. Nah, apa coba yang di benak kalian. Sedikit banyak, sama kaya yang di atas kan ya. Mungkin ditambahin, “Gimana sih, makanya jilbabin hati dulu dong.” <- Nah, tapi pendapat ini salah lho. Karena  jilbab itu kewajiban seorang wanita, bukan suatu syari’at yg bisa dijalankan entar-entar kalo ngerasa “sudah siap”, “sudah cukup iman” dsb. Ya…untuk gampangnya, jilbab itu kewajiban, sama kaya sholat itu kewajiban. Gak mungkin kan, kita bilang, “Nunggu imannya kuat dulu baru sholat.” Lha itu wajib kok. Mo gimana-gimana juga ya dijalanin dan kita gak boleh benci syari’at itu.

Balik lagi ke masalah pencuri berjilbab itu, dengan segala penilaian kita. Kita juga GAK BAKAL kepikiran, bahwa orang lain  yang berjilbab itu pencuri dan gak berakhlak kan? Bahwa wanita Islam yang berjilbab itu pencuri. Apalagi kalo kita sendiri berjilbab. Duh, malah sedih dan miris kan kalo ada saudari kita yang berjilbab dan mencuri. “Mbok ukhti…kenapa mencuri…kenapa merusak citra Islam?” Dan kita juga gak mungkin dan (GAK BOLEH) menyalahkan orang-orang lainnya yang berjilbab. Lha kan jilbab itu sendiri bagian dari syari’at Islam. Yang gak boleh itu, ya mencuri itu sendiri.

Nah…
Seiring waktu, ternyata KESALAHAN yang dilakuin orang Islam itu, semakin beraneka yang terkadang merusak citra agama Islam itu sendiri.

Yang paling trend, ya pengeboman, yang ujung-ujungnya atau gampangnya dibilang TERORIS.

Nah, temans…ketika kita melihat, para pengebom itu biasanya jenggotan, bercelana cingkrang, eh plus pas diusut-usut, ternyata istrinya bercadar, berpakaian jilbab gelap-gelap, bisa gak, kita berpola-pikir sama seperti dua contoh kejadian/kesalahan sebelumnya? Si pencuri sandal dan pencuri wanita yang berjilbab.

Bisa gak kita membedakan dua hal yang berbeda sama sekali. Yaitu, antara kesalahan perorangan dan syari’at Islam itu sendiri. Alhasil, kalo ini diterapin, premis mayor minornya gak kaya yang ada di otak sebagian besar orang (bahkan orang Islam itu sendiri), yang menganggap bahwa yang jenggotan, bercelana cinkrang, wanita yang cadaran dan sebagainya itu adalah orang-orang yang dekat dengan kegiatan teroris. Padahal gak gitu kann…?

Padahal jenggot itu ya syari’at Islam. Celana cingkrang itu juga syari’at Islam. Bahkan cadar itu sendiri juga ada syari’atnya dalam Islam. Jadi, please, jangan salahkan orang-orang yang berusaha menjalankan syari’at Islam itu sendiri. Sama kan, kaya kita juga gak bakal nuding-nuding orang-orang yang berjilbab, karena mereka berusaha utk menjalankan syari’at Islam.

Dan kalau mau berpikir seperti cara berpikir pada dua contoh sebelumnya, kita harusnya juga bisa berpikiran, bahwa pengeboman, terorisme, dan hal-hal semacam itu gak akan disalahkan pada Islam itu sendiri atau orang-orang yang kebetulan berpenampilan sama dengan orang yang melakukan hal tersebut.

Lha wong di Islam ada tuntunannya dalam masalah ini. Gak boleh menganggu kafir yang dalam perjanjian dengan kaum muslimin, gak boleh menganggu kafir yang membayar jizyah. Bahkan kalau ada orang kafir yang kebunuh padahal ada perjanjian dg kaum muslimin, mesti bayar diyat (Lihat Qs. An-Nisa: 92). Plus lagi, di Islam kan juga diajarin GAK BOLEH BUNUH saudara yang Islam. Malah, kalau bunuh saudara muslim lainnya dengan sengaja, ancamannya neraka (Qs. An-Nisa: 93).

Jadi…bisa tidak, sama ketika kita TIDAK MEMBENCI Islam dan syari’atnya ketika seorang muslim mencuri sendal/sepatu di masjid (terutama karena kita juga orang Islam), tapi KITA BENCI PADA PERBUATAN dan orang yang melakukan hal tersebut?

Semoga bermanfaat.

Tulisan ini, spesial orang-orang yang mungkin memiliki teman/keluarga yg telah lama tidak ditemui, kemudian ketika bertemu dalam kondisi berbeda sama sekali (dalam arti mereka berusaha menjalankan syari’at secara kaffah), semoga mereka justru SEMAKIN MENCINTAI teman/saudaranya ini dan bukannya malah menjauh apalagi berpikiran negatif bahwa teman/saudaranya ini ‘dekat’ dengan gerakan terorisme. Bahkan bisa jadi, teman/saudaranya ini paling anti dengan kegiatan-kegiatan semisal itu.

Ummu Ziyad Siska

Jogja, 21 Maret 2010

3 Comments

  1. afwan akhi..
    Ana ingin share tetapi Tidak ada link share’nya..
    Ana ingin menyarankan,,
    bagaimana jk di adakan link share kpd jejaring sosial yg cukup populer..
    Agar dakwah antum bs sampai kelebih banyak orang..
    Syukron..

  2. oh ya ya…kemaren sempet kepikiran tapi mikir apa sebegitu perlunya secara isi blognya mgkn gak sebagus blog ustadz2. Dan afwan akhi…ini saya adalah seorang wanita.

Leave a Comment.