Jual Sepeda Ontel Tahun 1959

Hari ini aku membulatkan tekad untuk menjual sepeda ontel yang sebenarnya baru kubeli sekitar 2 bulan yang lalu. Sebenarnya, waktu dari awal beli sudah senang, bahkan aku harus mengayuh perjalanan yang cukup panjang dari tempat pembelian sepeda ontel tersebut sampai ke rumah.

Nah, nah, karena ingin cepat-cepat melaksankan keputusan itu, aku buru-buru mengetik kertas promo dan mencetaknya. Isi promo jualnya begini:

DIJUAL

RP 250.000

Keadaan:

* Ban belakang BARU
* Ban dalam depan & belakang BARU

Kekurangan:
Kursi suka goyang

SIP DEH. Mumpung abang sama Ziyad lagi main di depan, dan supaya gak terpengaruh sama keragu-raguan abang dalam menjual sepeda ini (oya, sepeda ini milik aku, jadinya aku bisa membuat keputusan sendiri untuk menjualnya walaupun tetap dapat masukan dari abang. Kalau milik abang ya gak boleh deh ya bikin keputusan sendiri macam itu), aku cetaklah hasil ketikan itu.

Sepeda ontel yang kuparkir di teras rumah aku bersihkan. Kemudian kertas promo tersebut aku tempelkan di bagian samping di kursi belakang.

Hasilnya?

Belum ada yang beli sih. Tapi hampir semua orang yang lewat berhenti sejenak untuk membaca pengumuman tersebut. Dan kebanyakan dari mereka tertawa atau senyum-senyum ketika membacanya.

Aku dan abang yang memperhatikan dari balik jendela yang berwarna gelap itu geli sendiri sambil malu-malu mo jualan sepeda ontel. Aku bilang ke abang,

“Mumpung masih tinggal di desa baang…”, aku sedikit mengeraskan suara karena sedang berada di kamar  menemani Ziyad tidur, sedangkan abang berada di luar kamar di depan komputer menyelesaikan pekerjaannya.

“Coba kalau tinggal di perumahan kaya Zani (saudara abang), mana ada yang mau beli sepeda ontel gitu”, aku masih melanjutkan argumen yang beraroma gurauan itu.

Abang cuma cengar-cengir sambil berkata, “Tapi kok orang yang lewat pada ketawa ya Dek abis ngebaca tulisannya.”

“Ohh, mungkin karena baca tulisan, ‘Kursi sering goyang’ itu Baang…”, aku juga semakin geli menyadari tata bahasa yang aneh itu.

“Hahaha…mungkin jadi ngebayangin sambil ngendarain kursinya goyang-goyang”, si abang seru mempraktekkan posisi mengendarai sepeda di atas kursi yang bergeser kiri dan kanan.

“Lha…daripada aku tulis, ‘Kursi sering oglek-oglek’…hahahaha.”

“Hahahah…bukan gitu. Kok KURSI GOYANG. Mana ada di sepeda kursi. Adanya SADEELLL..”

“Hahaha…Oiya yaa…”

Ziyad yang sudah tertidur sejak aku kasih nasehat-nasehat (ini ada ceritanya lho, berkaitan dengan penyapihan), tak terbangun mendengar gurauan kami yang cukup keras itu.

Yah…karena hari sudah malam, insya Allah besok diperbaiki deh tata bahasa penjualannya. Habis buru-buru sih buatnya….

If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

12 Comments

  1. wah…sudah kejual pak robin…
    Tertarik mo belikah? Padahal jauh lho…di dekat rumah saya ada pasar sepeda, dan banyak juga jenis sepeda ontelnya. Kemarin itu saya beli yang keluaran lama, soalnya pada nyaranin rangkanya lebih kuat.

    Mo titip-titip beli?

  2. aloww bro and sist , ga lupa om om dan tante2 …aku punya sepeda tua nich …keluaran ENGLAND …merk nya RUMBLER…..keluaran sekitar tahun 1953-1956 ( kalau ga salah sich hihiihii) aku jual murah nich cuman 600rb aja
    Kondisi
    _rangka masih utuh +emblem lengkap asli
    -ban dan ruji dah mulai karatan maklum jaman bahela…

    kekurangan
    +rem dan handle rem ga ada
    =spatborD dah ga ada

    yang berminat bisa call di +6285647900009 /sms
    62pelangi@gmail.com
    saya juga jual aksesoris dari laut/kerang/ bambuu

    btw makasih banyak ya mba numpang iklan di blog nya….knalan dunk hehehehhe

  3. mbak,
    aku dikabarin ya kl ada sepeda oke semisal fongers, gazelle, simplex atau apa aja yang unik dan tua. Sms aja mbak, takut ngrepotin.

    Salam kenal
    Tyo
    0818898707

  4. Ass….mba…boleh tau alamat pasar sepeda yang deket rumahnya ga? soalnya katanya banyak jenis onthelnya….aku minat banget lho….
    thanks ya…..

Leave a Comment.