<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bagaimana Mendidik Anak?</title>
	<atom:link href="http://cizkah.com/parenting/bagaimana-mendidik-anak.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cizkah.com/parenting/bagaimana-mendidik-anak.html</link>
	<description>My Own Blog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Aug 2010 17:37:43 -0500</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: cizkah</title>
		<link>http://cizkah.com/parenting/bagaimana-mendidik-anak.html/comment-page-1#comment-395</link>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 11:08:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=315#comment-395</guid>
		<description>heheheh...masih belum keurus ni kaa....mudah2an bisa memberikan ilmu yg bermanfaat yaa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>heheheh&#8230;masih belum keurus ni kaa&#8230;.mudah2an bisa memberikan ilmu yg bermanfaat yaa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ika</title>
		<link>http://cizkah.com/parenting/bagaimana-mendidik-anak.html/comment-page-1#comment-394</link>
		<dc:creator>Ika</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 08:46:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=315#comment-394</guid>
		<description>Dear siska, jazakillah khairan katsir ukhti untuk tulisannya. Senangnya bisa sampe di blognya siska :) !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear siska, jazakillah khairan katsir ukhti untuk tulisannya. Senangnya bisa sampe di blognya siska :) !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cizkah</title>
		<link>http://cizkah.com/parenting/bagaimana-mendidik-anak.html/comment-page-1#comment-386</link>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 02:29:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=315#comment-386</guid>
		<description>Alhamdulillah, berarti terjawab ya musykilahnya akh ginanjar. 
Jazakillahu khoiro umm, atas ilmunya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, berarti terjawab ya musykilahnya akh ginanjar.<br />
Jazakillahu khoiro umm, atas ilmunya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ummulharits</title>
		<link>http://cizkah.com/parenting/bagaimana-mendidik-anak.html/comment-page-1#comment-385</link>
		<dc:creator>ummulharits</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 13:36:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=315#comment-385</guid>
		<description>Disebutkan dalam Siyar A’lam An-Nubala dari jalan Al-Fadhl bin Musa, beliau berkata: “Adalah Al-Fudhail bin ‘Iyadh dulunya seorang penyamun yang menghadang orang-orang di daerah antara Abu Warda dan Sirjis. Dan sebab taubat beliau adalah karena beliau pernah terpikat dengan seorang wanita, maka tatkala beliau tengah memanjat tembok guna melaksanakan hasratnya terhadap wanita tersebut, tiba-tiba saja beliau mendengar seseorang membaca ayat:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللهِ وَماَ نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلاَ يَكُوْنُوا كَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْكِتاَبَ مِنْ قَبْلُ فَطاَلَ عَلَيْهِمُ اْلأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْ وَكَثِيْرٌ مِنْهُمْ فاَسِقُوْنَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang –orang yang beriman untuk tunduk hati mereka guna mengingat Allah serta tunduk kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang –orang yang sebelumnya telah turun Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan mayoritas mereka adalah orang-orang yang fasiq.” (Al Hadid: 16).

Maka tatkala mendengarnya beliau langsung berkata: “Tentu saja wahai Rabbku. Sungguh telah tiba saatku (untuk bertaubat).” Maka beliaupun kembali, dan pada malam itu ketika beliau tengah berlindung di balik reruntuhan bangunan, tiba-tiba saja di sana ada sekelompok orang yang sedang lewat. Sebagian mereka berkata: “Kita jalan terus,” dan sebagian yang lain berkata: “Kita jalan terus sampai pagi, karena biasanya Al-Fudhail menghadang kita di jalan ini.” Maka beliaupun berkata: “Kemudian aku merenung dan berkata: ‘Aku menjalani kemaksiatan-kemaksiatan di malam hari dan sebagian dari kaum muslimin di situ ketakutan kepadaku, dan tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan ini). Ya Allah, sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku itu dengan tinggal di Baitul Haram’.”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Disebutkan dalam Siyar A’lam An-Nubala dari jalan Al-Fadhl bin Musa, beliau berkata: “Adalah Al-Fudhail bin ‘Iyadh dulunya seorang penyamun yang menghadang orang-orang di daerah antara Abu Warda dan Sirjis. Dan sebab taubat beliau adalah karena beliau pernah terpikat dengan seorang wanita, maka tatkala beliau tengah memanjat tembok guna melaksanakan hasratnya terhadap wanita tersebut, tiba-tiba saja beliau mendengar seseorang membaca ayat:</p>
<p>أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللهِ وَماَ نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلاَ يَكُوْنُوا كَالَّذِيْنَ أُوْتُوا الْكِتاَبَ مِنْ قَبْلُ فَطاَلَ عَلَيْهِمُ اْلأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْ وَكَثِيْرٌ مِنْهُمْ فاَسِقُوْنَ</p>
<p>“Belumkah datang waktunya bagi orang –orang yang beriman untuk tunduk hati mereka guna mengingat Allah serta tunduk kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti orang –orang yang sebelumnya telah turun Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan mayoritas mereka adalah orang-orang yang fasiq.” (Al Hadid: 16).</p>
<p>Maka tatkala mendengarnya beliau langsung berkata: “Tentu saja wahai Rabbku. Sungguh telah tiba saatku (untuk bertaubat).” Maka beliaupun kembali, dan pada malam itu ketika beliau tengah berlindung di balik reruntuhan bangunan, tiba-tiba saja di sana ada sekelompok orang yang sedang lewat. Sebagian mereka berkata: “Kita jalan terus,” dan sebagian yang lain berkata: “Kita jalan terus sampai pagi, karena biasanya Al-Fudhail menghadang kita di jalan ini.” Maka beliaupun berkata: “Kemudian aku merenung dan berkata: ‘Aku menjalani kemaksiatan-kemaksiatan di malam hari dan sebagian dari kaum muslimin di situ ketakutan kepadaku, dan tidaklah Allah menggiringku kepada mereka ini melainkan agar aku berhenti (dari kemaksiatan ini). Ya Allah, sungguh aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku itu dengan tinggal di Baitul Haram’.”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cizkah</title>
		<link>http://cizkah.com/parenting/bagaimana-mendidik-anak.html/comment-page-1#comment-370</link>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 02:14:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=315#comment-370</guid>
		<description>Kalau yang kisah Fudhail mau mengintip ini, ana dengarnya dari ustadz, tapi lupa dari ustadz siapa. (Soalnya pas dikisahkan ini, ana agak merasuk karena membayangkan ituasinya). 

Sedangkan kalau dari baca, ana malah taunya mau melakukan hal lain (yg jelas maksiat). Tapi insya Allah ana periksa lagi (buat pembaca lain kalau ada yg sudah menemukan kisah yg lebih tepat dg sumber rujukan yg dapat disebutkan tafadholuu).

Wallahu a&#039;lam. Jazakumullah khoiro atas koreksinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau yang kisah Fudhail mau mengintip ini, ana dengarnya dari ustadz, tapi lupa dari ustadz siapa. (Soalnya pas dikisahkan ini, ana agak merasuk karena membayangkan ituasinya). </p>
<p>Sedangkan kalau dari baca, ana malah taunya mau melakukan hal lain (yg jelas maksiat). Tapi insya Allah ana periksa lagi (buat pembaca lain kalau ada yg sudah menemukan kisah yg lebih tepat dg sumber rujukan yg dapat disebutkan tafadholuu).</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam. Jazakumullah khoiro atas koreksinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ummu hamzah</title>
		<link>http://cizkah.com/parenting/bagaimana-mendidik-anak.html/comment-page-1#comment-368</link>
		<dc:creator>Ummu hamzah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 09:03:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=315#comment-368</guid>
		<description>Barokallohu fiik. Menarik,...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Barokallohu fiik. Menarik,&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Temennya Bapaknya Ziyad</title>
		<link>http://cizkah.com/parenting/bagaimana-mendidik-anak.html/comment-page-1#comment-367</link>
		<dc:creator>Temennya Bapaknya Ziyad</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 07:01:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=315#comment-367</guid>
		<description>Coba diperiksa kembali kisah Fudhail bin Iyyadh..
Yang kami ingat, taubatnya beliau &lt;b&gt;bukan karena&lt;/b&gt; ingin mengintip wanita, tetapi ingin membegal, namun tidak jadi karena mendengar salah satu anggota rombongan musafir membca surat Al-Hadid. wallahu a&#039;lam.

Baarakallah fiik...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Coba diperiksa kembali kisah Fudhail bin Iyyadh..<br />
Yang kami ingat, taubatnya beliau <b>bukan karena</b> ingin mengintip wanita, tetapi ingin membegal, namun tidak jadi karena mendengar salah satu anggota rombongan musafir membca surat Al-Hadid. wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Baarakallah fiik&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
