Seringkali orang begitu mudah percaya sama hal-hal yang berbau klenik, tahayul atau apapun namanya yang biasanya – sebenernya – gak ada dasarnya sama sekali (salah satu contoh yang paling terbaru ya masalah mba petruk itu loh). Tapi untuk masalah yang emang ada dalil dan penjelasannya dari sunnah Rasulullah malah mungkin kurang tahu apa malah gak tau sama sekali. Contohnya ya ‘ain ini.

Masih blum ngerti juga? Lihat gambar di bawah ini:

bahaya ain

Jadi, dalam syariat Islam, dijelasin ada suatu kejadian (sakit, barang rusak, hilang dll, bahkan bisa sampai meninggal) yang disebabkan oleh pandangan mata orang lain, nah pandangan ini biasa disebut ‘ain. Jadi, dari gambar di atas, misalnya si A lihat kenikmatan yang ada pada B, baik itu berupa anak yang ganteng, cantik etc, perhiasan yang wah, handphone yang canggih atau fisik yang bagus…maka si B bisa terkena ‘ain. Pandangan ini gak mesti disertai rasa iri dengki atau kebencian dari si A. Gawat kan? Nah, gimana cara menghindarinya? Oya ini dia dalil dari syariat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

العين حقُُّ ولو كان شيء سابق القدر لسبقته العين

“Pengaruh ‘ain itu benar-benar ada, seandainya ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, ‘ainlah yang dapat melakukannya.” (HR. Muslim)

Pentingnya Kata Masya Allah

Nah…di sini pentingnya kata masya Allah, dan ini mesti diucapkan oleh si A. Jadi, kalo ada orang lain muji sesuatu yang ada pada kita, maka kita ingatkan untuk mengucapkan “Masya Allah”. Dan kalo kita yang muji sesuatu yang ada pada orang…juga jelas jangan lupa bilang “Masya Allah”. Misalnya, “Wah…Aisyah cantik banget yaa…masya Allah.”

Salah satu kisah yang terjadi zaman Nabi, ketika Amir bin Rabi’ah ngeliat Sahl bin Hunaif, terus intinya beliau muji fisik (kulit) Sahl yang bagus tanpa mengucapkan masya Allah. Dan langsung tiba-tiba Sahl jatuh terpelanting (pingsan). Kemudian karena pengaruh ain tsb sudah terjadi, Rasulullah merintahin Amir untuk berwudhu, dan bekas wudhunya dipake untuk ngebasuh Sahl. Barulah Sahl sadar. Masya Allah kan, bisa sampe segitunya.

Buat Anak-Anak

Nah…kalo dari sisi kita sendiri, yang jelas jangan lupa dzikir pagi sore, minta dijauhkan dari bahaya makhluk.

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَِ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari kejahatan makhluk-Nya.” (HR. Muslim 6818).

Dan kalo buat anak-anak, ada doa khusus untuk ain yang diajarin nabi,

أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانِِ وَ هَامَّةِِ وَ مِنْ كُلِّ عَيْنِ لامَّةِِ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracun dan dari pengaruh ‘ain yang buruk.” (HR. Bukhari dalam kitab Ahaditsul Anbiya’: 3120)

Biasanya aku sama abang – terutama kalo di keramaian – udah komat-kamit bacain doa ini buat Ziyad hehe. Terutama abang, atau kalo engga kita saling ngingetin, “Bang baca doa”, atau sebaliknya. Dan kewaspadaan ini juga udah ada dari hamil, kan bisa jadi orang ngeliat ke perut kita yang “mbuncit” dan mengakibatkan efek ain (wal iyyadzubillah).

Kita kalo muji apa-apa, bahkan muji anak sendiri ya juga kebiasaan baca ini. Hehe…dan alhamdulillah Ziyad juga jadi terbiasa loh. Kalo lagi di jalan, dia ngeliat gedung, “Mi, gedung tinggi…maca Alloh…” (logat anak-anak kan).” Saking-sakingnya, kejadian terakhir, dia lagi di kamar mandi BAB, terus ngomentarin eo-nya sendiri,

“E-o Ziyad gedHe…masya Allah…”

Heeeeeeee….-_-’, “Kalo di kamar mandi gak boleh nyebut Allah sayanng…”

 

Update tanggal 22 Januari 2012, baru dapat faedah baru. Yang leebih tepat bukan ucapan “MasyaAllah” tapi mendoakan keberkahan kepada orang yang punya kelebihan. Contohnya dengan mendoakan, “Allahumma baarik fihi (Ya Allah berilah keberkahan padanya)”. Lebih lengkap baca di postingan ini.