Punggung Tangan

Kalau yang follow twitter aku, mungkin tahu beberapa hari yang lalu aku ngetwit tentang punggung tangan hehe.

Tapi sejujurnya, setelah ngtwit itu, perasaan jadi gundah gulana. Takut salah dan jadi sok tahu. Walau semuanya ada dasarnya dan memang ada khilaf ulama. Tapi sebaiknya sekarang aku diam dulu deh hehe.

Sebenarnya kemarin ngtwit itu, karena sering kali menemukan para wanita muslimah penggenggam bara yang alhamdulillah tidak menampakkan foto diri di dunia maya ini, namun seringkali memajang foto tangannya.

Dan tangan itu sungguh terlihat indah bagi aku. Putih tangannya, lentik jarinya, halus kulitnya. Ditambah lagi kalau dengan hiasan ukiran (tato buatan) yang mungkin dilakukan ketika ada walimah. Apalagi kontras dengan balutan pakaian gelap yang mereka kenakan. Menambah kesan anggun nan cantik.

Entahlah…jikapun itu bukan termasuk aurot…apakah berarti boleh dipajang-pajang seperti itu.

Wallahu a’lam. Astaghfirullah karena sudah sok tahu dalam masalah ini. Karena dalam praktek sehari-hari, aku juga bukan termasuk yang rajin memakai kaos tangan. Hanya berusaha menutupinya dengan jilbab yang menjulur. Jadi ketika melakukan akitifitas terkadang mungkin terlihat, dan sepemahaman aku – yang dangkal- lagi, hal itu termasuk dalam ayat  yang artinya, “…kecuali yang biasa nampak darinya…”.  Maafkan maafkan…Semoga Allah selalu menjaga kita semua ya.

Subhanakallahummma wa bihamdika asyahdu alaa ilaha illa anta astaghfiruka wa atuubuilaih…

Leave a Reply