<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Cizkah &#187; Sapih</title>
	<atom:link href="http://cizkah.com/tag/sapih/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cizkah.com</link>
	<description>Teknologi, Rumah Tangga, Desain, Pendidikan Anak</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2012 09:42:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Saatnya Bercerita Tentang Proses Penyapihan</title>
		<link>http://cizkah.com/saatnya-bercerita-tentang-proses-penyapihan?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=saatnya-bercerita-tentang-proses-penyapihan</link>
		<comments>http://cizkah.com/saatnya-bercerita-tentang-proses-penyapihan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 06:03:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Ziyad Syaikhan]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[Sapih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[<p>Posted in <a href="http://cizkah.com/Artikel/parenting" title="Parenting">Parenting</a><a href="http://cizkah.com/Artikel/parenting/ziyad" title="Ziyad Syaikhan">Ziyad Syaikhan</a></p>Ehem&#8230;hari ini tanggal 6 Agustus 2009, pukul 12.05 pm, buah hatiku Ziyad Syaikhan sudah lepas dari ASI selama 49 jam. Gak nyangka&#8230;akhirnya bujangku tersayang itu sudah melewati masa-masa 100% lepas dari ASI. Kemarin, setelah 24 jam-an Syaikhan gak &#8216;nenen&#8217; lagi, ketika kami bercengkrama di tempat tidur, aku merasakan ada sesuatu yang hilang&#8230;Sedikit sedih, tapi aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ehem&#8230;hari ini tanggal 6 Agustus 2009, pukul 12.05 pm, buah hatiku Ziyad Syaikhan sudah lepas dari ASI selama 49 jam. Gak nyangka&#8230;akhirnya bujangku tersayang itu sudah melewati masa-masa 100% lepas dari ASI. Kemarin, setelah 24 jam-an Syaikhan gak &#8216;nenen&#8217; lagi, ketika kami bercengkrama di tempat tidur, aku merasakan ada sesuatu yang hilang&#8230;Sedikit sedih, tapi aku pikir beginilah rasanya seorang Ibu ketika melepaskan satu tapakan hidup dari anaknya. Ketika ia sudah mulai tidak &#8216;tergantung&#8217; lagi dengan si ummi. Ketika saat-saat kedekatan itu semakin berkurang. Saat-saat dimana mulut mungil itu meminta haknya, karena mengantuk, karena haus, karena sedih&#8230;Dan ternyata, yang merasakan &#8216;sedih&#8217; ini bukan cuma aku. Si Abah juga merasakan saat-saat melow, tapi kayanya gak separah ummi deh&#8230;</p>
<p>Sekarang&#8230;cerita proses penyapihannya yah&#8230;*sambil hapus-hapus air mata yang menitik&#8230;*</p>
<p><span id="more-254"></span></p>
<p>Ibu-ibu yang baik, yang paling awal harus saya ceritakan adalah prinsip dasar bahwa proses penyapihan pun juga bisa didasarkan pada syari&#8217;at Islam. Kenapah? Mari lanjutkan membaca.</p>
<p>Betapa banyak ibu-ibu yang ingin &#8216;praktis&#8217; dalam proses penyapihan sehingga menghalalkan segala cara, hanya agar si anak &#8216;lepas&#8217; dari ASI. Padahal, wujud cinta kasih ibu dan praktek pendidikan bisa diajarkan dari proses penyapihan itu sendiri. Maka, saya sendiri sangat menjauhi cara-cara yang kurang baik, seperti mengoleskan cairan pahit atau yang tidak disukai anak, apalagi kemudian dibubuhi kebohongan, &#8220;Ummi lagi sakit, ummi gak bisa nenenin.&#8221; Dan lain sebagainya. Atau cara-cara yang bahkan mendekati kesyirikin seperti didoa-doa (mungkin lebih tepat dijampi-jampi ya), untuk kemudian si anak tiba-tiba tidak mau &#8216;nenen&#8217; sama sekali. Nope. MARI KITA JAUHI CARA-CARA TERSEBUT WAHAI IBU.</p>
<p>Sama seperti proses ketika mengajarkan si buah hati untuk makan, minum, kencing di kamar mandi, BAB di wc, maka proses penyapihan juga membutuhkan &#8216;PROSES&#8217; untuk sampai ke titik &#8216;lepas&#8217; itu. Waktunya pun tidak sebentar.</p>
<p>Itulah kenapa, ketika bang Hen bilang untuk menyapihnya setelah benar-benar 2 tahun, aku masih timbang-timbang. Karena kalau sudah dua tahun baru mulai proses penyapihan, berarti kemungkinan sampai sekitar 3-5 bulan kemudian masih belum lepas. Sambil mencoba timbang-timbang tentang timing dan cara yang tepat, akhirnya aku mulai proses itu perlahan-lahan, sejak usia Ziyad 1 tahun 8 bulan.</p>
<p>Proses Awal</p>
<p>Proses awal, berlangsung dalam keseharian dan berlangsung secara natural. Artinya belom ada kata &#8220;Tidak&#8221; untuk Ziyad ketika dia meminta ASI dari si ummi.  Aku cuma <strong>tidak </strong>memberikan ASI ketika dia <strong>tidak </strong>meminta. Hehehe, bingung ya.Â  Dengan ini, frekuensi menyusu Ziyad mulai berkurang. Apalagi kalau dia sedang bermain. Proses ini berlangsung selama sebulanan. Di malam hari, aku mulai mengajarkan tidur itu tidak harus sambil nenen sama ummi. Tapi caranya gak langsung gak dikasih nenen. Jadi, biasanya aku kasih ASI sedikit lama, kemudian aku lepas, aku bilang &#8220;Dah&#8230;dah banyak.&#8221; Nanti dia biasanya ngerengek-rengek. Terus aku bilang, &#8220;Ummi pijetin aja, ummi pijetin ya&#8230;&#8221; Dan biasanya dia menikmati. Proses pelepasan di malam hari ini berlangsung terus sampai bulan-bulan berikutnya. Biasanya kalau kemudian dia gak mau dipijetin, dia malang melintang super gelisah, dan akhir-akhirnya nenen juga sih. Hehehe&#8230;tapi cuma sebentar. Jadi, untuk para ibu yang memang sudah mulai proses penyapihan ini, sama seperti proses pendidikan yang lainnya, harus menyiapkan mental dan fisik terlebih dahulu. Karena dalam proses penyapihan ini, buah hati biasanya proses tidurnya jadi lebih lama dan ibu juga harus &#8216;tega&#8217; untuk gak selalu memberikan semua keinginan buah hati saat ia meminta.</p>
<p>Bulan Kedua</p>
<p>Di bulan kedua, aku mulai mengajarkan dia untuk minum susu formula di siang hari. Nah, kemarin itu, timbang-timbang apakah pakai &#8216;dot&#8217; atau gelas disertai sedotan. Karena untuk seumur dia seharusnya ya gak pakai dot lagi. Apalagi kalau nanti ternyata harus ada saat-saat melepas dot itu sendiri. Sambil timbang-timbang itu, aku mulai &#8216;menolak&#8217; memberikan ASI saat siang hari. Aku bujuk untuk minum dari gelas tersebut. Hasilnya? Ya&#8230;gak bisa langsung berhasil dong ya. Hehehe&#8230;kadang diminum, kadang gak diminum sama sekali, kalau diminum ya sedikiitt banget, ujung-ujungnya masih minta ASI lagi. Di akhir-akhir bulan, aku mulai sedikit lebih tegas.Â  Misalnya dia nangis, aku tetap sarankan dia untuk minum susu dari botol/gelas tersebut. Ya sambil dinasehati&#8230;&#8221;Ayo diminum, setengaahh aja. nanti kalau udah minum setengah insya Allah ummi kasih nenen.&#8221;</p>
<p>Biasanya setelah Ziyad nangis-nangis lama dan aku tetap bertahan dengan kebijakanku, akhirnya biasanya Ziyad diam kemudian mengambil gelasnya dan minum. Dan kalau sudah dia minum, walaupun sedikit, biasanya aku tetap kasih ASI. (Janji harus ditepati dung&#8230;: ))</p>
<p>Bulan Ketiga</p>
<p>Akhirnya, selama proses itu aku memutuskan memberikan dia minum susu formula dengan model &#8216;dot&#8217;. Karena sepertinya Ziyad masih membutuhkan saat-saat menikmati &#8216;susu&#8217; ketika akan tidur atau sedang santai. Sedangkan gelas dengan model sedotan tidak bisa mendukung saat-saat tersebut. Di bulan ini, aku mulai merasakan efek dari proses penyapihan ini. Maksudnya belum efek ke aku-nya, tapi lebih ke pola makan Ziyad dan pola BAB-nya. Ziyad mulai makan lebih banyak dan BAB-nya yang dulu seminggu sekali bahkan kadang 8 hari sekali sekarang menjadi setidaknya 3 hari sekali. Alhamdulillah&#8230;Berarti kemarin itu bermasalah karena kebanyakan ASI ya. ASI kan tidak berserat (dulu pernah baca artikel tentang konstipasi bayi ketika masih berusia beberapa bulan), dan ASI itu banyak terserap oleh tubuh ditambah lagi Ziyad jadi sedikit makan, makanya BAB-nya jadi jarang-jarang.</p>
<p>Di bulan ini, proses pelepasan saat-saat ketergantungan Ziyad untuk &#8216;nenen&#8217; ketika tidur (di siang hari). Kalau malam jadi masih aku kasih. Seneng deh pas saat-saat ini. Biasanya nanti ketika ada acara tangis-tangis sedih minta ASi, Ziyad aku nasehati panjang lebar, kemudian aku alihkan dengan cerita-cerita yang persuasif atau lainnya. Ternyatah&#8230;nanti lama-kelamaan Ziyad tertidur mendengar aku &#8216;mendongeng&#8217;. Tapi dia ngerti lho aku nasehatin apa. Misalnya aku bilang, &#8220;Syaikhan kan sudah besar&#8230;Syaikhan mesti bersyukur&#8230;bisa nenen sama ummi sampai sekarang. &#8221; Kalau namanya disebut, biasanya dia nyaut, &#8220;Mm?&#8221; &#8220;Mm?&#8221;</p>
<p>Bulan Keempat</p>
<p>Bulan ini masih melanjutkan proses yang kemarin-kemarin, tapi penolakannya udah mulai lebih mudah lho. Misalnya Ziyad minta nenen, terus aku bilang, &#8220;Engga&#8230;minum susunya dulu.&#8221; Nanti dia pergi gak minta nenen lagi, walaupun bukan berarti dia bakal minum susu yang udah aku sediain. Atau kalau dia udah pingin banget, nanti aku alihin, &#8220;Ayo makan aja yuk, makan buah.&#8221; Iya, karena Ziyad gak terlalu suka susu fomula, kami banyak mengalihkan sebagai &#8216;ganti&#8217; dari ASI tersebut dengan makan buah-buahan. Sama-sama sehat kan insya Allah : )</p>
<p>Masuk Bulan Kelima..</p>
<p>Nah&#8230;karena Ziyad sudah genap berusia 2 tahun&#8230;lewat beberapa hari&#8230;akhirnya frekuensi minum ASI-nya benar-benar berkurang drastis.Â  Misalnya 12 jam sekali. Ketika dia hendak tidur saja. Sampai akhirnya tanggal 4 kemarin, ketika dia bangun tidur jam 11 siang (dan malamnya sudah gak aku kasih ASI), aku kasih dia nenen sebentar untuk kemudian aku lepas. Aku bilang, &#8220;Udah ya. Ayo minum air putih&#8230;ayo mandi&#8230;&#8221; Dan berbagai bujukan lainnya.</p>
<p>Dan aku masih gak nyangka kalau itu adalah saat-saat terakhir aku memberikan ASI ke buah hatiku, bujang tersayangku Ziyad Syaikhan.</p>
<p>Kadang kemarin dan sekarang pun masih, ada keinginan untuk menyodorkan lagi payudaraku untuk dihisap mulut mungilnya. Rasanya mulai jadi aneh, ketika sudah dua hari gak dinenenin, dan kalau disodorkan lagi, wah&#8230;mungkin Ziyad sendiri juga sedikit aneh.</p>
<p>Alhamdulillah, proses akhir ini bisa dikatakan hasilnya baik insya Allah. Ziyad sudah paham, bahwa dia tidak bisa mendapatkan ASi lagi dari Ummi. Kadang dia cuma memasukkan tangannya ke balik bajukuÂ  (oh ya, dibulan-bulan terakhir dia menyusui, kebiasannya adalah sambil menyusu, tangan yang satunya menjadikan payudaraku yang satunya lagi sebagai permainan, walaupun sering kularang).</p>
<p>Kalau hendak tidur, karena dia juga sudah tahu dia tidak bisa mendapatkan ASI lagi, biasanya dia cuma meringkuk ke dekat aku dan minta dipeluk atau menarik tangaku supaya berada di tangannya. Intinya, dia tetap pingin dekat dan merasa direngkuh. Akupun selama proses sapih ini selalu mengatakan kepada Ziyad, &#8220;Ummi sayang sama Syaikhan&#8230;Makanya Ummi ajarin Syaikhan supaya gak nenen lagi&#8230;dst dst.&#8221;Â  Jadi, dia bisa tahu kalau aku tidak menyusui dia lagi bukan karena aku gak sayang, bukan karena aku benci sama dia atau karena dia melakukan kesalahan, bukan karena hal-hal negatif lainnya.</p>
<p>Dan sampailah kami di saat ini. Saat-saat ketika dia haus, dia langsung ke belakang (ke tempat air minum) dan mengambil gelasnya. Saat-saat dia minta minum air putih&#8230;</p>
<p>*Masih dengan haru biru kutuliskan proses ini*</p>
<p>Wahai Ibu, nikmatilah saat-saat menyapih buah hatimu. Disitulah kita bisa menunjukkan cinta kasih dan pendidikan bertahap kepada anak kita&#8230;Jangan dustai anakmu jika tidak ingin anakmu mendustaimu, jangan sakiti anakmu jika tak ingin ia menyakitimu&#8230;</p>
<p>Semoga tulisan ini bermanfaat&#8230;</p>
<div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H3>Related Posts</H3><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Saudara Susuan" href="http://cizkah.com/saudara-susuan" rel="bookmark">Saudara Susuan</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Apa Ziyad Kena Bullying?" href="http://cizkah.com/apa-ziyad-kena-bullying" rel="bookmark">Apa Ziyad Kena Bullying?</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Baby Led Weaning Thoriq &#8211; Tak Selalu Berhasil" href="http://cizkah.com/baby-led-weaning-thoriq-tak-selalu-berhasil" rel="bookmark">Baby Led Weaning Thoriq &#8211; Tak Selalu Berhasil</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Ziyad Syaikhan +- 4 Tahunan" href="http://cizkah.com/ziyad-syaikhan-4-tahunan" rel="bookmark">Ziyad Syaikhan +- 4 Tahunan</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Unschooling and Homeschooling Wannabe" href="http://cizkah.com/unschooling-and-homeschooling-wannabe" rel="bookmark">Unschooling and Homeschooling Wannabe</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cizkah.com/saatnya-bercerita-tentang-proses-penyapihan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

