<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Ummu Ziyad &#187; Tarbiyatul Islam</title>
	<atom:link href="http://cizkah.com/tag/tarbiyatul-islam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cizkah.com</link>
	<description>My Own Blog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Aug 2010 14:04:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bagaimana Mendidik Anak?</title>
		<link>http://cizkah.com/parenting/bagaimana-mendidik-anak.html</link>
		<comments>http://cizkah.com/parenting/bagaimana-mendidik-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 00:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cizkah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyatul Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cizkah.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini (ada sedikit waktu luang alhamdulillah), nulis status di FB spt ini,

 Akhowat&#8230;terutama para ibu yg sudah merasakan bgmn mendidik anak, kajian ini bagus banget lhoo&#8230;walau cuma beberapa menit&#8230;Selalu banyak inspirasi dari kajian2 ustadz Armen rahimahullah&#8230;Semoga Allah memberikan balasan kebaikan yang banyak kepada ustadz
http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Armen%20Halim%20Naro/Wan&#8230;

Jadi pingin cerita sedikit&#8230;
Alhamdulllah sebagian besar udah kami jalanin&#8230; Nah, buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini (ada sedikit waktu luang alhamdulillah), nulis status di FB spt ini,</p>
<blockquote>
<h3 style="font-size: 13px; color: #333333; font-weight: normal; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden; padding: 0px; margin: 0px;"><span style="color: #808080;"> </span><span>Akhowat&#8230;terutama para ibu yg sudah merasakan bgmn mendidik anak, kajian ini bagus banget lhoo&#8230;walau cuma beberapa menit&#8230;Selalu banyak inspirasi dari kajian2 ustadz Armen rahimahullah&#8230;Semoga Allah memberikan balasan kebaikan yang banyak kepada ustadz</p>
<p><a style="cursor: pointer; color: #3b5998; text-decoration: none;" onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;2527cfa1cbdc266f379286c666d04314&quot;, event)" rel="nofollow" href="http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Armen%20Halim%20Naro/Wanita%20Muslimah/Wanita%20Muslimah%20b.Bagaimana%20Mendidik.mp3?l=8&amp;m=1" target="_blank"><span>http://kajian.net/kajian-audio/Ceramah/A</span>rmen%20Halim%20Naro/Wan<span>&#8230;</span></a></span></h3>
</blockquote>
<p>Jadi pingin cerita sedikit&#8230;</p>
<p>Alhamdulllah sebagian besar udah kami jalanin&#8230; Nah, buat yang agak kesulitan dengerin file kajian tsb, ini saya bikin poin2 pentingnya ya&#8230;(tapi sedikit saya tambahin cerita dari saya pribadi ya).</p>
<p><span id="more-315"></span></p>
<p><strong>Mengajarkan Kepercayaan Diri</strong></p>
<p>Sayang kajiannya cuma potongan. Intinya, kita harus mengajarkan dan kepercayaan diri kepada anak. Karena lingkungan kita sendiri sudah membentuk kepribadian yang kurang percaya diri.</p>
<p>Contoh kesalahan dalam mengajarkan pendidikan anak adalah ketika anak ditanya namanya, maka biasanya seorang ibu tidak membiarkan anaknya mencoba menjawab sendiri, tapi biasanya ibunya yg menjawab,</p>
<p>&#8220;Namanya siapa dek&#8230;?&#8221;</p>
<p>Maka biasanya ibunyalah yg mengjawab, &#8220;Namanya Abdullah&#8230;&#8221;</p>
<p>My note:</p>
<p>Alhamdulillah, Ziyad udah berani dan bisa jawab namanya sendiri. Ini juga berkaitan dengan pengenalan kepada diri anak lho (berkaitan sama psikologi). Jadi, ada tahapan bagaimana kita mengajarkan anak untuk mengenali dirinya sendiri. Hal-hal yang perlu dia ketahui seperti namanya, nama ayah dan ibunya, tempat tinggalnya dan lain-lainnya. Aku sendiri udah ngajarin sebagian, kadang terinspirasi dari pertanyaan yang timbul dari orang lain yang kadang aku belum ajarkan, kaya kemarin ada anak tetangga yang nanya, &#8220;Ziyad sekolah di mana?&#8221; Langsung kepikiran, &#8220;Wah belum ngajarin tuh. Taunya dia kan sekolah di TK. &#8221;</p>
<p>Btw, dia udah bisa jawab kalo ditanya, &#8220;Nama ibunya Ziyad siapa?&#8221; Jawaban Ziyad, &#8220;Kiskah&#8230;&#8221; :D</p>
<p>Kalo ditanya nama abahnya dia belum bisa. Susah kali ya, &#8220;Hendri sayanng..&#8221;</p>
<p>Berikut ciri pendidikan anak dalam Islam (<strong>Tarbiyah Islamiya</strong>h) ada 3 hal:</p>
<p><strong>Taqdiimul aham minal muhim (Mendahulukan yang paling penting)</strong></p>
<p>Pengetahuan yang diajarkan kepada anak itu harus didahulukan dari yang paling penting dari hal-hal penting lainnya. Dan seorang ibu bagusnya punya jadwal untuk mengajarkan hal-hal penting tersebut.</p>
<p>Salah satu kesalahan adalah mengajarkan anak bahasa Inggris terlebih dahulu drpd bahasa Arab. (Bukan berarti gak boleh belajar bahasa Inggris lho). Ini lebih mendahulukan anak untuk mencari pendidikan dunianya dan melupakan akhiratnya (krn bahasa Arab ini adalah pintu yg harus didobrak untuk memahami agama lhoo).</p>
<p><strong>Tadrij (Berangsur-Angsur)</strong></p>
<p><strong>Memiliki Gambaran yang Sempurna Tentang Pendidikan itu Sendiri</strong></p>
<p>Jadi, sebelum dia menikah dan akan menikah pun dia tahu tentang pendidkan anak itu sendiri. Kalaupun dia tidak tahu dia konsultasi atau mempelajarinya.</p>
<p>Yang perlu dibenerin lagi kesalahpahaman yang sering muncul adalah, pendidikan itu cuma memberi ma&#8217;rifah (pengetahuan) tok! Maka yang perlu diketahui, tarbiyah pada anak itu bisa dibilang mencakup 4 hal,</p>
<ol>
<li>Pengetahuan (tapi ini sebenarnya bisa diakhir)</li>
<li>Iman dan takwa. (ini beda dg pengetahuan lho..krn Iman kaitannya dg hati)</li>
<li>Adab dan akhlak (kadang orangtua melupakan pendidikan ini).</li>
<li>Keterampilan  Maka semuanya harus diajarkan secara rata.</li>
</ol>
<p>Dan ini semua harus sebanding.</p>
<p>Maka salah jika orang tua bersibuk-sibuk sebagian besar udah ngajarin baca Iqro, Hafalan Al-Qur&#8217;an, baca huruf abjad dan mengenal angka 1, 2,3  tapi gak diajarin berakhlak dan beriman serta beradab dan punya keterampilan. Padahal semua hal ini Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ajarkan sejak anak-anak usia dini.</p>
<p>My note: Alhamdulillah, semua ini kami sudah ajarkan kepada Ziyad lhoo&#8230;seneng banget pas tahu kita udah ngejalanin ini. Cuma krn udah sadar, jadi lebih terarah insya Allah.</p>
<p>Contoh2 yg Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam di bidang2 tsb ada pada hadits (dan ini jauh sebelum Rasulullah shalllallahu &#8216;alaihi wa sallam ajarkan ttg pengetahuan):</p>
<p>Ketika Rasululllah mengajarkan kpd Abdullah bin Abbas, &#8220;Wahai gulamm&#8230;Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu.&#8221; (Ini masalah iman ibu-ibuuu)</p>
<p>Ketika Rasulullah mengajarkan seorang anak, &#8220;Wahai anak kecil, bacalah bismillah jika engkau makan, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yg dekat dgmu.&#8221; (Ini tentang adaabb ibu-ibu).</p>
<p>Ketika Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bertemu dg adik anas yg sedang bermain burung dan burungnya mati, Rasulullah bertanya, &#8220;Wahai Aba Umair, apa yg terjadi dg burung kecil ini&#8230;?&#8221; Ini masuk dalam bab keterampilaann&#8230;Jadi biarkan anak bermain sesuai fitrahnya. Jangan ditekan ibu-ibu.</p>
<p>My note:</p>
<p>Kalo di dalam dunia pendidikan, ini ada kaitannya dengan multiple intelligence lhoo&#8230;jadi ketika anak melakukan sesuatu (yg dimata orang tua salah atau berbahaya), kita harus menyikapinya dg benar, krn bisa jadi itu adalah masa2 terbaik anak u/ mempelajari sesuatu. Misalnya anak lagi asik nuang-nuang air dari satu gelas ke gelas lain, jangan lansung serta merta dilarang, &#8220;Jangann, nanti tumpah berantakan.&#8221; Biarkan dia, krn ini ada efeknya juga buat perkembangan motorik, dan berkaitan dg kreatifitas lho. Banyak sih contoh lainnya, tapi nanti kepanjangan deh..</p>
<p>Untuk ibu-ibu yang ngerasa udah &#8216;terlanjur&#8217; salah&#8230;maka jangan putus asa! Krn yg udah berusaha sebaik-baiknya mendidik anakpun juga kadang merasa &#8216;terlanjur&#8217; salah. Maka jangan lupa terus berusaha dan serius dlm mendidik anak serta jangan lupa doa lhoo. (Jangan cuma doa aja tapi).  Krn di dalam Islam tidak ada kata terlanjur. Semua sifat dan akhlak insya Allah bisa diubah. Dan untuk mengubahnya butuh waktu, kerja keras, lingkungan, uang dan hal-hal lainnya yang berkaitan satu dengan lainnya.</p>
<p>My note: Selalu teringat kisah ulama Fudhail bin Iyad yang tadinya perampok. Suatu saat di usianya yang sudah 40 t,  dia hendak mengintip wanita. Namun di pertengahan jalan, dia mendengar surat Al-Hadid yang isinya, &#8220;Belum sampaikah waktunya&#8230;&#8221; Akhirnya ia berbalik arah dan menangis serta kemudian mempelajari agama Islam ini dg sungguh-sungguh. Dan jadilah ia, seorang ulama yang dikenal namanya hingga sekarang. Waw&#8230;.tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik wahai saudaraku&#8230;baik untuk diri kita ataupun anak-anak kita Insya Allah.</p>
<p>SEMANGAATT IBU-IBU!! Jangan lupa kerjasama sama suami yaaaa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cizkah.com/parenting/bagaimana-mendidik-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
