Tips Penggunaan Diaper

Salam kenal untuk Mamanya Nayla yang menginspirasi tulisan ini :)

Sejauh ini, hampir selama satu setengah tahun ziyad menggunakan diaper, alhamdulillah hampir tidak pernah iritasi.

Tipsnya:

  1. Kalau diaper sudah terlihat berat dan penuh, walaupun baru sebentar dikenakan, sebaiknya segera diganti. (Saya pernah ke dokter anak, bahkan disarankan untuk mengganti tiap 3 jam sekali. Tapi saran ini tidak saya terapkan, hehehe, boros!).
  2. Kalau bayi BAB, setelah selesai segera ganti diaper. Basuh dengan air sampai bersih, dan keringkan badan bayi. Yang penting juga, untuk membersihkan kemaluan bayi wanita, berbeda caranya dengan bayi laki-laki. Untuk bayi wanita dibasuh ke arah belakang, agar bakteri yang ada di pantat tidak terbawa ke vagina.
  3. Gunakan diaper yang sesuai dengan ukuran badan bayi.
  4. Kalau berkaitan dengan kulit bayi yang mungkin lebih sensitif, maka coba ganti diaper lainnya. Karena seperti kita para ibu yang menggunakan pembalut wanita, terkadang ada pembalut yang kurang cocok di daerah V, sehingga menimbulkan rasa gatal.
  5. Jangan taburkan bedak di kemaluan bayi. Sejauh pengalaman saya pribadi, jika ditaburkan bedak malah menimbulkan iritasi pada kulit anak. Bayangkan air kencing bertemu dengan bedak, sedangkan bedak tidak menyerap di diaper, akhirnya mengendap di kulit bayi dan menutup pori-pori bayi. Jadilah kulit bayi tertumpuk bakteri yang menumpang menempel di bedak.

Ziyad pernah mengalami iritasi atau keringat buntet ketika memakai diaper. Kalau iritasi ringan, biasanya cepet-cepet disabunin bersih-bersih, sebentar kemudian udah ilang.

Pernah juga agak parah, di bagian belakang dekat daerah pantang iritasi. Sebabnya karena diaper yang kekecilan. Soalnya seharusnya pakai yang XL, karena di swalayan lagi kehabisan, kami beli yang L. Oh ya, kadang ukuran yang disarankan itu gak mesti sesuai dengan kebutuhan bayi lho. Misalnya dikatakan ukuran L untuk ukuran 8-13 kg. Ziyad Syaikhan walaupun beratnya belum lebih dari 13 kg, ternyata tidak cukup kalau hanya pakai yang L, karena tinggi badannya dan aktifitas yang dilakukannya.

Cara mengatasinya iritasi yang sudah muncul:

Sempat saya kasih bedak, tapi tambah parah deh kayanya.

Terus akhirnya saya kasih minyak habbatussauda yang udah ada campuran zaitun sama madunya. Wah, perfect buat pengobatan insya Allah, apalagi habbatussauda’nya itu lho.

Sehari langsung kering, dua hari berkurang, 3 hari hilang sebagian besar…habis itu hilang alhamdulillah. Yang penting lagi menghindarkan penyebab iritasinya biar gak muncul lagi

Oh ya, cara pemberian minyak ini sewaktu bayi tidur lama, yaitu malam hari ketika dia hendak tidur. Hal ini untuk menghindari pertemuan antara minyak dengan keringat yang muncul karena aktifitas bayi.

Catatan penting:

Minyak habbatussauda’ ini sebenarnya untuk diminum. Tapi kalau ada luka atau bahkan pernah aku kena air panas, kalau dioleskan minyak habbatussauda’ atau serbuk habbatussauda’, jadi cepat kering dan waktu kena air panas, gak sampe melepuh seperti biasanya. Kan memang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menyatakan kalau jinten hitam adalah obat segala penyakit kecuali kematian :)

1 Comment

  1. Jauhari says:

    Langsung Praktek buat Yashfa ;)

Leave a Reply