Banyak banget kejadian akhir-akhir ini yang membuat aku sedikit banyak merenung. Memikirkan hal-hal yang tadinya tidak terpikir. Atau membalikkan perspektif pikiranku yang dulunya A menjadi Z. Dan seterusnya. Mungkin itu yang membuat akhir-akhir ini aku jadi lebih sedikit melow dan lebih mudah uring-uringan. Yang lebih membuat pikiranku berkecamuk adalah, hal-hal yang mungkin jika dipadankan dengan ilmu tentang Islam yang sudah aku ketahui. Sehingga di satu sisi aku terus memikirkan berbagai hal, namun di sisi lain aku juga membatasi diriku dengan seluruh pergolakan yang ada sehingga hal yang demikian membuat pikiranku semakin terhimpit. Masalahnya bukan berarti aku menyalahkan sisi syari’at. Bukan insya Allah. Dan aku berlindung dari hal yang demikian.

Sebagai contoh, misalnya aku memikirkan pekerjaan yang sekarang ini dilakoni oleh aku dan suami, maka aku berusaha untuk tidak membablaskan segala kemungkinan yang ada dengan memadankannya dengan sisi bahwa seorang manusia itu harus penuh rasa syukur kepada Allah dan berusaha untuk qana’ah.

Namun, ada saat-saat dimana aku mencapai titik dimana air mata rasanya membumbung di kepala namun belum tumpah keluar dari mata. Dan di saat-saat seperti itu, selalu ada kejadian yang menambah perenunganku dan kegelisahanku.

Masalahnya saling berkaitan. Tentang rumah, tentang pekerjaan, tentang jadwal dan ritme kehidupan, tentang tekad dan mimpi kami, tentang pendidikan sang buah hati, dan banyak hal lainnya. Yang membulat sehingga kutuangkan pada tulisan ini sebelum akhirnya tadi dilirik oleh sang kekasih dan memancingku untuk menumpahkan saja perlahan-lahan apa yang ada dipikiranku kepadanya ketika aku katakan,

“Aku ingin menulis…supaya tidak hanya berkecamuk di kepalaku.”

***

Alhamdulillah akhirnya kami berbicara panjang lebar dan saling membuka pikiran.
Yaa muqolibal quluuub, tsabit qolbi ‘ala dinika…


Allahumma inni as aluka min khoiri ma sa alaka nabiyyuka muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallam
wa a’udzubika min syarri masta’adza minhu nabiyyuka muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallam
antal musta’aanu wa ‘alaikal balaaghu
wala haula wala quwwata illa billah

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan yang diminta oleh nabi-Mu Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam kepada-Mu dan aku berlindung dari kejahatan yang nabi-Mu Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam berlindung daripadanya kepada-Mu, Engkaulah tempat meminta tolong dan atas0Mu segala kecukupan, tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan-Mu.”