Hisab – Pertanyaan Kholid

Ini adalah tulisan yang aslinya dari tulisan tangan di jurnal khusus untuk catat kejadian, pertanyaan atau celetuk anak-anak.

Hisab - Pertanyaan Kholid

Hisab

Sabtu,29 Agustus 2026, 08.13 am Pagi

Pagi ini, Luma hafalan di kamar ummi Abi. Kholid sesekali masuk ikut ngobrol.
Karena Luma lagi hapalan surat Al A’rof dan bagian nabi Musa dg kaumnya, dia beberapa kali nanya tentang nabi Musa.

Aku sempat sejasin kisah meninggalnya nabi Musa dari buku Kisah Nabi dari Ibnu Katsir yang pernah aku baca. Salah satu kisah yang aku tangkap adalah saat kaumnya kebingungan berkeliling ttulah, nabi Musa meninggal. Akhirnya kenabian diteruskan olen nabi Yusya.

Entah gimana mulainya, Kholid mulai nanya tentang hisab.
“Mi, hisab tu ditanya-tanya?”
Bertanyalah dia dengan nada khas Kholid yang juga bisa dibilang nada soft spoken itu.

“lya, dihitung amalannya. Hisab.. hitung…” aku jawab.

Dia tanya lagi, “Allah kan tau?”

Maksudnya kok nanya-nanya. Luma juga ikutan nanya dan nyahut dengan pertanyaan yg sama.

“Iya.. Bagus (pertanyaannya)”
“Jadi, kalo Allah emang Maha Tahu. Tapi kan manusianya nanti suka ga ngaku.. atau lupa… Jadi nanti tinggal dibuka catatan amalannya..:


Pas aku lagi pertengahan jelasin Abang masuk kamar lagi, abis dari dapur. Aku masih jelasin ke mereka,”Nanti kan kalo ga ngaku, kulit bersaksi, ngomong…”


Abang nyambung jelasin, “Manusia kan suka berdebat. Kalo ga pada ngaku.. bla bla bla..”

Nah, masuk deh tuh ke topik yang biasa terjadi di rumah dan yang baru-baru ini terjadi…

“Misalnya, kalo ditanya siapa yg pake cotton bud terus ditaro sembarangan… kan ga ada yg ngaku tuh…”


Haha… Aku langsung ngomong,”Masuk Pak Hendri!”

Kebayang kalo, bang Thoriq ikutan langsung heboh, bakal bahas kebiasaan Abi masukin nasehatnya ada semi nyindir” atau ngingetin yang biasa terjadi di mereka.

Badan Kita Akan Bersaksi

Dalilnya semuanya ada di Al-Qur’an ya.

1. Surah Fussilat (41) Ayat 20–22

Kulit Bersaksi

حَتَّىٰ إِذَا مَا جَاءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (20) وَقَالُوا لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدْتُمْ عَلَيْنَا ۖ قَالُوا أَنْطَقَنَا اللَّهُ الَّذِي أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (21) وَمَا كُنْتُمْ تَسْتَتِرُونَ أَنْ يَشْهَدَ عَلَيْكُمْ سَمْعُكُمْ وَلَا أَبْصَارُكُمْ وَلَا جُلُودُكُمْ وَلَٰكِنْ ظَنَنْتُمْ أَنَّ اللَّهَ لَا يَعْمَلُ كثِيرًا مِمَّا تَعْمَلُونَ (22)

Artinya:
“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi bagi mereka terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Dan mereka berkata kepada kulit mereka, ‘Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?’ Kulit mereka menjawab, ‘Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan.’ Kamu sekali-sekala tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu, bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.” (QS. Fussilat: 20–22)

2. Surah An-Nur (24) Ayat 24

Lidah bersaksi

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya:
“Pada hari (ketika) lidah, tangan, dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. An-Nur: 24)

3. Surah Yasin (36) Ayat 65

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya:
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65)


4. Surah Al-Isra’ (17) Ayat 36

Pertanggungjawaban

Walaupun ini gak ada menyebut “bersaksi”, tapi yang jelas semuanya kita akan dimintai pertanggungjawaban. Hati kita pun begitu. Semoga Allah memberi petunjuk dan Allah jadikan hati kita dijauhkan dari penyakit-penyakit hati.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Artinya:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra’: 36)

Tentang wafatnya nabi Musa dan buku Kisah Nabi dari Ibnu Katsir insya Allah dibahas di tulisan yang berbeda ya.

Merk Retro
Niatnya untuk preview warna pena Retro

cizkah
Jogja — Senin, 7 September 2026

Buku Menata Hati
Buku Menata Hati [versi cetak]
E-Book Menata Hati di Play Books

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *