Belajar Bulan Hijriah dari Video Kartun Anak-Anak (Teks Senandung)

Dulu saya hafal urutan senandung bulan Hijriah dari video senandung bulan Hijriah yang saya mainkan untuk anak-anak. Kekurangan dari senandung tersebut adalah berbahasa Inggris dan ada bagian yang diulang-ulang dan bisa membuat bingung anak.

Baca selengkapnya Belajar Bulan Hijriah dari Video Kartun Anak-Anak (Teks Senandung)

Video Doa Buka Puasa Sahih untuk Anak-Anak


Apa yang kita dengar sedari kecil belum tentu benar. Bisa karena ilmu pengetahuan kita yang terbatas, bisa juga karena ilmu pengetahuan itu sendiri yang berkembang berdasar penemuan terbaru.

Contohnya jumlah planet di Galaksi Bimasakti (Milky Way).

Dalam urusan syariat, seringkali doa yang kita ketahui lebih karena sering di dengar dan pada umumnya dibaca (ilmu pengetahuan kita terbatas). Kita jarang (atau tidak pernah) diperkenalkan dengan yang namanya hadits sahih atau palsu atau dhoif.

Alhamdulillah, sekarang, pengenalan dan pemahaman tentang pentingnya hadits sahih untuk beramal semakin dikenal. Sehingga kita bisa memperkenalkan doa-doa kepada anak kita, sesuai yang diajarkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Salah satunya adalah doa berbuka puasa. Ternyata doa yang biasa kita lafalkan atau dengar di waktu kecil, yaitu doa “Allahumma lakasumtu…” bukan merupakan doa yang sahih dari Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Adapun doa yang sahih dari Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam adalah sebagai berikut:

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Artinya:

“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”

(HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani).

Doa ini dibaca setelah berbuka. Adapun ketika berbuka, membaca doa sebelum makan seperti biasa, yaitu dengan bacaan “Bismillah”.

Nah, supaya anak-anak lebih mudah menghafal doa ini melalui audio dan visual, (sebagaimana kita juga dulu terbiasa mendengar doa ini dari televisi :)), yuk perdengarkan doa ini melalui video yang dibuat khusus untuk anak-anak ini.

Semoga bermanfaat.

cizkah
Jogja 21 Juni 2016/16 Ramadhan 1437

Artikel www.ummiummi.com

Tips Mengkhatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan untuk Ibu-Ibu; Spesial untuk Tips ke-5 (Disertai Video)

Alhamdulillah, Allah masih mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan kali ini. Bulan ini begitu spesial karena banyak hadits yang menunjukkan pahala yang berlipat ganda untuk amalan ibadah di bulan ini.

Salah satu amalan ibadah yang utama untuk dilakukan di bulan ini adalah membaca Al-Qur’an. Dari contoh teladan kita nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pemimpinnya para malaikat yaitu Jibril ‘alaihissalam, menyetorkan bacaan Al-Qur’an di bulan ini (mengkhatamkannya). Contoh dari para generasi terbaik umat ini, yaitu para sahabat rodhiallahu ‘anhum dan orang-orang shalih yang datang sesudahnya pun menaruh perhatian khusus untuk membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan ini.

Lalu bagaimana dengan kita ibu-ibu? Apalagi yang anak-anaknya masih usia balita.
Yang pekerjaannya hampir tak pernah henti. Yang rasanya masih kurang 24 jam untuk menyelesaikan semua pekerjaan dan tanggung jawab rumah tangga dan keluarga? Apakah kita masih bisa meraih dan mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan yang penuh berkah ini?

Baca selengkapnya Tips Mengkhatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan untuk Ibu-Ibu; Spesial untuk Tips ke-5 (Disertai Video)

Yuk, Ajak Anak untuk Memuliakan Tamu (Bonus Video Anak)

Yuk Ayah Bunda, ajak anak-anak memuliakan tamu. Ajak pula adab-adab kepada tamu serta ketika kita sendiri menjadi tamu.

Kenalkan anak-anak kita dengan teman-teman kita. Agar mereka juga belajar memuliakan teman-teman Ayah Bundanya, dan melanjutkan hubungan baik ketika kita telah tiada.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Contoh-contoh dari kisah nabi yang memuliakan tamu bisa disampaikan sebagai teladan terbaik. Misalnya kisah nabi Ibrohim yang menghidangkan daging anak sapi yang gemuk dengan tangannya sendiri, bukan melalui budak atau pembantunya.

فَرَاغَ إِلىَ أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍ . فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ آلاَ تَأْكُلُوْنَ

“Dan Ibrahim datang pada keluarganya dengan membawa daging anak sapi gemuk kemudian ia mendekatkan makanan tersebut pada mereka (tamu-tamu Ibrahim-ed) sambil berkata: ‘Tidakkah kalian makan?’” (Qs. Adz-Dzariyat: 26-27)

Atau kisah nabi Luth yang juga memuliakan tamunya dan malu ketika kaumnya berbuat tidak sopan kepada tamunya.

“Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu membuatku malu,–Dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina.” (QS. Al Hijr: 68-69)

Semoga Allah memberi akhlak dan kepribadian yang baik untuk kita semua sekeluarga serta anak keturunan kita.

Bonus Video tentang Memuliakan Tamu

oleh: cizkah
Artikel: www.ummiummi.com
.