Sama-sama tingkatan, beda arah.
Untuk ٱلدَّرَجَٰتُ, Al-Qur’an menyandingkannya dengan kata Al-‘Ula (الْعُلَى) = Paling Tinggi.
Untuk ٱلدَّرْكِ, Al-Qur’an menyandingkannya dengan kata Al-Asfal (الأَسْفَل) = Paling Bawah.
Contoh di ayat:
وَمَن يَأْتِهِۦ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَأُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَٰتُ ٱلْعُلَىٰ
“Dan barangsiapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh derajat-derajat yang tinggi (di Surga).” (Surat Thaha : 75)
إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan (lubang) yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.” (Surat An-Nisa’ : 145)
Sebenarnya ada kosa kata lainnya yang menarik tapi nanti malah jadi ga belajar hehe.
Ini dari kitab Nuzhatul Qulub karya Muhammad bin Uzaiz (Uzair) As Sijistani.
Kitab Ghorib Al-Qur’an yang ada di abad-4 H.
Kitab Ghorib Al-Qur’an yang diketahui pertama tersusun dalam bentuk alfabetis. Abad sebelumnya disusunnya berdasar surat.
Beliau menyusunnya selama 15 tahun dan dibacakan di hadapan gurunya Abu Bakar Al Ambari (Ilmu Ghoribil Al-Qur’an, Dr. Ibrohim bin Abdurrahim Hafidzah Husain).
*Buat catatan aku juga 😊.
Setiap belajar ada hal yang menarik alhamdullillah. Biasanya cuma sempet foto aja. Berlalu waktu udah lupa dan terlewat
Alhamdulillah bisa 1 ini ya yang disimpan.

