Klub Buku?

Mulai dari mana ya menyampaikan ini. Sebenarnya, ide tentang ini sudah sejak beberapa bulan yang lalu. Aku cerita sedikit dulu ya. Tolong jangan langsung scroll ke bawah, tolooong… Apalagi kalau ada yang langsung mau isi form begitu saja tanpa tahu latar belakangnya. Bisa gak paham mindset sesuatu yang mudah-mudahan bisa kita jalani ke depannya insya Allah.

Ide ini mulai muncul, sebab utamanya karena setiap kali ke toko buku Toga Mas, kondisinya dalam keadaan sepi masai. Sebagai orang yang udah ke Toga Mas dari masa kuliah dan dan juga rutin bawa keluarga ke sana, rasanya sedih. Ada rasa khawatir. Toko buku sebesar Gunung Agung aja udah berakhir gak ada lagi.

Toko Buku dan Kebiasaan Membaca

Sebentar, duh, beneran mengurai apa yang di otak sepertinya gak mudah. Aku cerita dulu aja ya tentang toko buku dan kebiasaan membaca. Teman-teman. Kita gak bisa pakai pemikiran, “Kan ada toko buku online.” “Gpp, di online malah lebih murah sering diskon.”

Kita gak sedang memikirkan diri kita sendiri dan apa yang sudah kita ketahui dan jalani. Kita pikirkan lebih jauh untuk orang-orang tercinta di sekitar kita. Anak-anak kita.

Mereka bukan sosok manusia yang sudah hidup dari kemarin dan sudah punya kebiasaan, pemikiran, kemampuan seperti kita. Ada hal-hal yang kita perlu tumbuhkan, sirami, bimbing, dan jaga.

Kegemaran membaca dan memiliki rasa kecintaan dengan buku bukan sekedar karena sudah dibelikan ayah dan ibu. Ada paket datang isi buku.

Ada hal yang gak bisa dirasakan dan dijelaskan dengan mendatangi toko buku.

Kadang, rasa ingin membaca itu belum muncul saat awal. Tapi dengan mengunjungi buku, melihatnya, memegangnya, sampai akhirnya MULAI membaca isinya. Pelan-pelan, insya Allah akan tumbuh kesukaan itu. Kesukaan membaca buku.

Rasa memegang buku, melihatnya, memilih buku, menahan diri saat menginginkan suatu buku, mengunjunginya bersama keluarga. RASA yang gak bisa didapatkan kecuali dengan mendatanginya langsung.

Homeschooling dan Toko Buku

Aku harus bahas bagian yang ini, karena bagi aku, dengan keberadaan toko buku yang menyediakan buku-buku pelajaran di semua tingkat kelas, ini adalah salah satu KEMUDAHAN yang harus disyukuri. Gak semua toko buku menyediakan ini. Di Jogja, ada beberapa toko buku. Tapi yang menyediakan buku pelajaran secara khusus bisa dihitung jari. Bahkan terakhir ke Social Agency, kondisinya sudah lebih menyedihkan daripada Toga Mas. Bau tokonya sudah seperti bau gudang tua yang penuh debu. Masuk ke toko yang gak ada pengunjung lain selain kami. Sedih..sedih..

Waktu corona, ± 2 tahunan aku beli buku pelajaran online. Rasanya benar-benar berkali lipat melelahkan dibanding ke toko buku. Ketika beli online, kita gak bisa melihat isi buku, gak bisa melihat materi, soal, pembahasan. Belum lagi satu toko belum tentu menyediakan semua yang kita cari. Jadi harus cari di beberapa toko.

Selain buku pelajaran, gak semua toko buku juga menyediakan buku anak-anak yang berlimpah dan dari penerbit-penerbit yang bervariatif. Alhamdulillah di Toga Mas juga banyak pilihan untuk buku anak.

Sharing Terkait Buku

Sampailah kegemasan ini dan ide untuk melakukan kegiatan di toko buku, khususnya Toga Mas. Waktu itu bulan Agustus 2024. Ngobrol-ngobrol sama Abang. Akhirnya Abang bilang, coba di Yufid dulu aja. Oke..walaupun agak berubah haluan ya, karena kan keinginan aku tuh keluarga datang ke toko buku. Tapi waktu itu aku tetap semangat insya Allah. Tapi ngejalanin ide ini pun gak mudah. Karena kantor Yufid kondisinya belum memungkinkan untuk ngadain ketemuan. Rak-rak buku yufidstore yang masih memenuhi ruangan. Untuk mengubah segala hal terkait ini, gak semudah seperti kalau aku mau ngubah tata letak di rumah. Harus dirapatin dan dikomunikasiin kerja sama dengan tim manajemen. Akhirnya sampai beberapa bulan, progresnnya cukup lambat. Karena untuk eksekusi juga terkait tim yang bekerja di sana.

Titik Terang?

Nah, akhir bulan Januari 2025 kemarin, aku ke Toga Mas sama anak-anak sore-sore. Kondisinya ya sepi banget ya. Walaupun pas kami pulang menjelang isya, alhamdulillah mulai ada yang berdatangan, tapi tetap gak sampai 10 orang atau keluarga ya. Ini kondisinya beda banget banget sama zaman kemarin sebelum corona. Aku bisa ngerasain bedanya karena masa itu benar-benar rutin bisa sebulan atau dua bulan sekali ke sana. Dulu pegawainya ada beberapa yang berseliweran. Kalau ada diskon, bisa sampai antri-antri mengular. Sekarang? Ya Allah…pas aku datang itu pas lagi masa diskon hari terakhir. Hiks. Pegawainya gak ada kecuali yang di meja kasir. Gak ada yang berbondong-bondong semangat untuk datang dan memilih buku kesukaan mumpung diskon besar.

Karena gemes banget, akhirnya pas pulang ngomongin lagi deh ide yang kemarin ke Abang. Akhirnya, aku coba langsung gerak aja deh yang berkaitan sama Toga Mas-nya. Gak ada ruginya. Aku kontak cs-nya. Nanyain apakah boleh kalau mengadakan kegiatan terkait buku di Toga Mas. Tujuannya ya supaya keluarga bisa membiasakan ke toko buku bersama anak-anak.

Alhamdulillah baru dua hari kemudian dapat jawaban dan diminta kontak ke kepala toko. Langsung aku kontaklah. Wah, jawabannya masya Allah. Beliau malah mendukung dan memudahkan insya Allah jika mau ada kegiatan. Sungguh menggembirakan. Kaya langsung berpendar-pendar banget rasa hati. Alhamdulillah ada titik terang.

Kantor Yufid pun sudah dalam tahap untuk pindah-pindah rak. Alhamdulillah, titik terang lainnya.

Khawatir

Nah, untuk menyampaikan ini kan aku gak bisa langsung nyodorin begitu aja ya ke teman-teman.. Aku pikirin bentuknya kira-kira gimana. Pelaksanaannya gimana. Ternyata akhirnya yang ada aku malah makin khawatir dan malah jadi ragu-ragu apakah bisa mewujudkan ide ini.

Sampai tadi malam pun hampiiiir aja gak bisa tidur.

Bertaburan hal-hal yang rasanya jadi berat. Aku sama sekali gak tau apakah ada yang tertarik jika ada acara ini. Bentuk acaranya gimana? Aku gak tau siapa aja keluarga yang kira-kira mau ikut. Anak-anaknya usia berapa? Kalau sudah tahu, apakah memungkinkan mengakomodasi seluruh usia anak? Nanti acaranya gimana. Siapa yang bisa ikutan bantu? Daan seterusnya.

Lalu melihat ke kebiaasan di keluarga kami sendiri yang juga untuk saat ini untuk aktivitas keluar bukan hal yang mudah. Ditambah lagi aku juga mulai lanjutin kuliah insya Allah, yang ngejalaninnya juga butuh perjuangan.

Alhamdulillah…akhirnya aku coba sederhakan lagi supaya ini bisa lebih realistis berjalan. Semuanya tentu saja butuh saling memahami bagi yang memang ingin mengikuti.

Aku ingat lagi tujuan awal idenya sebenarnya adalah:

  • Keluarga terbiasa ke toko buku.
  • Ada sharing buku/review buku di antara anak-anak -utamanya usia remaja-. Ini aku melihat dari kondisi anak-anakku yang udah di usia-usia remaja ya. Aku berharap ini memafasilitasi mereka bisa bertemu dengan teman-teman baru -karena kami homeschooling.

Nah, untuk awal sebenarnya seperti ini dulu. Tapi sambil jalan, aku perlu mendata keluarga yang tertarik untuk mengikuti kegiatan ini.

Kegiatannya gratis ya.

Tolong teman-teman yang nantinya mengisi form, bersabar dan ikut berdoa semoga kegiatan ini bisa berjalan. Sederhana saja. Gak muluk-muluk. Insya Allah. Sabar ketika memang belum dikontak, berarti memang belum bisa jalan. Sabar sabar sabar.

Ingat, kegiatan ini sebenarnya juga perjuangan. Perjuangannya sebenarnya untuk anak-anak kita insya Allah.

Silakan bagi yang ingin mengikuti isi Form Klub Buku Keluarga Muslim. Ini sekedar nama sementara aja biar mudah untuk menyebutkan kegiatan kita ini ya. Bisa aja nanti berubah.

Bagi teman-teman yang mau ikut mikir dan brainstorming tentang ini, tolong DM aku ya. Bahasa mudahnya, aku membutuhkan sukarelawan untuk saling membantu perjuangan ini.

cizkah
15 Februari 2025

Buku Menata Hati
Buku Menata Hati [versi cetak]
E-Book Menata Hati di Play Books

Leave a Reply