Monkeytype.com: Ukur Kecepatan Ngetik Sekaligus Hiburan di Rumah

Semakin anak besar, ternyata ada pengetahuan ada hal-hal baru yang kita dapat justru dari anak kita. Salah satu contohnya, monkeytype.com ini. Tadinya aku gak terlalu gimana-gimana dengan monkeytype.

Tapi, ketika kejadian meninggalnya mba Maya, sebenarnya aku masih berat buat melakukan aktivitas pekerjaan, ngajar atau yang lain-lainnya di depan komputer.

Ternyata, monkeytype ini jadi hiburan tersendiri. Transisi sebelum melakukan pekerjaan. Karena ada semacam relaksasi ketika ngetik. Gak pakai mikir, cuma langsung ngetik. Menariknya kalau pas ngetik di bagian quote, karena suka ketemu quote-quote bagus, walau banyak juga yang agak aneh.

Cognitive Shifting
Ternyata ada istilahnya. Ini aku cari tahu setelah bikin tulisan di blog. Cognitive Shifting. Mungkin bisa diterapkan ke anak-anak juga ketika proses belajar. Aktivitas transisi.

Awalnya

Awalnya anak-anak yang minta aku nyoba ngetik di keyboard mekanik barunya Thoriq-yang dia beli pakai uang tabungannya sendiri. Mereka seneng banget ketika ngeliat aku ngetik. Jadi terobsesi juga bisa ngetik cepet. Walaupun aku sering juga bilang,

“Kalau kalian jangan ngejar cepet dulu. Tapi yang penting bener dulu posisi jarinya.Gpp lebih lambat asal bener.”

Aku juga baru tahu kalau mereka sebenarnya merhatiin aktivitas aku. Thoriq bilang, “Ummi tuh, cepet banget kalau ngetik. Apalagi kalau lagi ngetik kerjaan.”

Haha…tapi itu karena momen itu yang biasanya mereka bisa ngeliat aku ngetik. Kalau lagi ngetik tulisanku sendiri, biasanya aku gak mau dilihat. Bahkan sama Abang sekalipun. Aku baru bolehin lihat kalau udah selesai. Malah emang biasanya aku minta Abang baca.

Monkeytype

Di monkeytype, kecepatan ngetik kita bisa tercatat. Kita juga bisa terkoneksi dengan sesama user monkeytype. Kita bisa menguji kecepatan ngetik kita berdasarkan

  • time (ketika ngetik dibatasi waktu tertentu).
  • word (jumlah kata)
Ini hasil kecepatan berdasarkan jumlah kata. Yang ini untuk 10 kata. Semakin sedikit kata atau semakin kecil waktu, ternyata kecepatan semakin tinggi.

Untuk yang masuk ke statistik ketikan kita adalah yang dua jenis ini. Tapi kalau untuk have fun aja -walau tetap juga diukur kecepatannya, kita bisa milih mengetik berdasarkan quote, atau kalau mau menguji kemampuan kita di tanda baca atau angka juga bisa.

Untuk quote, ini sebenarnya adalah input dari orang-orang yang memasukkan quote. Aku jadi kepikiran pingin masukin hadits-hadits ke sini hehe. Tapi sampai terakhir aku coba ternyata masih gak bisa karena traffic; terlalu banyak yang memasukkan input kalimat.

Jadilah sebulanan ini, apalagi di bulan Desember kemarin, seringnya kalau lagi baru duduk di depan laptop, aku bakal ngetik-ngetik dulu di monkeytype sebelum lanjut kerja.

EdClub.com – Latihan Ketika 10 Jari

Nah, selain monkeytype, aku juga tahu edclub.com dari Thoriq. Anak-anak aku arahin untuk pakai ini aja. Lumayan ya, mereka jadi tahu tata letak jari dan bahkan bisa ada latihannya.

Kalau dulu, aku latihannya ya sambil ngetik beneran. Zaman jaga warnet. Aku inget banget aku diketawain sama anak rental di sebelah warnet yang aku jaga. Tempat aku jaga di kasir itu sampingnya ada jendela. Jadi, si anak rental ngeliat aku ngetik terpatah-patah sambil lihat keyboard.

Sampe sekarang aku gak 10 jari bener-bener kok. Kemarin sempat coba benerin posisi kelingking di huruf P dan huruf kelingking lainnya. Tapi ternyata, emang posisi kelingking kanan ke huruf di keyboard itu beda dengan posisi kelingking kiri di huruf A dan yang lainnya. Kelingking kanan itu harus agak menjorok ke dalam dan malah bikin ketikan jadi lambat.

Pas aku lihat beberapa orang ngetik, kebanyakan memang gak pakai kelingking kanannya untuk ngetik. Salah satunya di video ini:

Oh ya, karena ngerasain keyboard mekaniknya Thoriq, akhirnya Abang juga pakai keyboard mekanik. Ternyata enak ya pakai keyboard mekanik. Aku pikir, dulu itu ya karena anak-anak muda aja yang pingin something different. Ternyata keyboard mekanik pun ada banyak-banyak istilah teknis dan yang “dicari” dari penggunanya. Ini juga salah satu pengetahuan yang akhirnya sekarang aku tahu. Apa itu creamy, thocky, clicky.

Pas udah lagi kaya begini, qodarullah keyboard logitech aku yang usianya udah beeertahun-tahun, rusak karena salah satu tombolnya (tombol nomor 1) gopel. Sebenarnya karena ada salah satu anak yang ngira kalau keyboard membran logitech aku itu sistemnya sama kaya keyboard mekanik. Padahal abis itu jadi bubar. Qodarullah gak bisa “dipasang” lagi tombolnya. Karena ada satu tombol yang gak ada, secara naluri tangan aku, jadinya mengira tombol 2 jadi tombol 1. Ini karena ketika ngetik, aku gak ngeliat keyboard. Jadi cukup eror dan memperlambat pekerjaanku. Karena kerjaan aku juga sering berkaitan dengan angka-angka.

Akhirnya, sekarang aku juga beralih ke keyboard mekanik. Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimushsholihaat.

cizkah
16 Ju

Buku Menata Hati
Buku Menata Hati [versi cetak]
E-Book Menata Hati di Play Books

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *