Lebih dari 10 tahun yang lalu, seorang kenalan Abang bertanya, “Bang Hen, buat apa belajar bahasa Arab? Kan udah banyak buku terjemahan?”
Mungkin pertanyaan itu muncul karena yang tersebar saat memotivasi untuk belajar bahasa Arab adalah “Bisa baca kitab.”
Waktu itu, Abang menjawab, “Kita ga bisa sepenuhnya mengandalkan terjemahan, Mas. Kita ga bisa merasakan dzauq-nya. Rasa bahasa itu sendiri.”
Terus terang, aku mikirin jawaban yang lebih mudah lagi dipahami karena aku sendiri masih kurang “mantep” dengan jawaban Abang.
Kadang, tolak ukur dan target pencapaian mempengaruhi proses kita memandang sesuatu, sikap yang kita ambil dan tekad yang muncul dari diri.
Baca selengkapnya Untuk Apa Belajar Bahasa Arab