Alhamdulillah, setelah aku posting link tentang imunisasi di facebook (yg sayangnya dari segi konspirasi), setelah itu terjadi diskusi antara teman-teman yang mengimunisasi anaknya dan yang tidak. Kebetulan aku juga kmrn baru aja posting tentang itu, dan di postingan tsb, aku cuma nyebut sekilas tentang link tsb karena memang keputusan kami untuk gak mengimunsasi Ziyad 3th yang lalu bukan karena itu (konspirasi dsb). Namun, alhamdulillah hasil diskusi ini insya Allah tidak akan menyinggung hal-hal yang berkenaan dengan konspirasi dsb. Semoga dengan membaca artikel ini, yang masih bingung bisa menetapkan apakah dia memilih tetap mengimunisasi atau tidak.
Kesimpulan Ringkasnya:
Yang mengimunisi: yakin dengan kehalalan vaksin dan atau ridho anaknya terinjeksi vaksin tsb secara kontinyu.
Yang tidak mengimunisasi: tidak yakin dengan kehalalan vaksin dan atau kurang ridho anaknya terinjeksi vaksin secara kontinyu.
Kenapa tidak aku cantumkan masalah darurat di sini? Kita perjelas satu persatu dibawah ya hasil kesimpulan tsb.
Oh ya, yang perlu diingat bahwa insya Allah ketika kita menemukan saudara kita memutuskan hal yang berbeda dengann kita, maka tidak perlu gundah gulana dan emosi ataupun memaksakan pendapat kita, karena masing-masing pihak insya Allah telah mempertimbangkan secara masak dan alasannya adalah berkisar di kesimpulanku di atas.