Catatan Pengelolaan Kompost

Biar lebih lengkap, aku pikir lebih baik aku tulis di blog dulu baru share di instagram (bukan sebaliknya).

Jadi, aku tuh udah punya banyaaak banget wadah kompost. Seperti pernah aku ceritakan di tulisan ini: Kompos Matang. Kadang terjadi hal yang biasa terjadi ketika yang melakukan lebih dari 1-2 orang dimana akhirnya kompos yang udah hampir matang karena kelihatan udah turun jadi kelihatan lapang, akhirnya di isi lagi. Jadinya kelihatannya si wadah kompost semuanya penuh terus.

Bulan Desember 2023, aku “insipeksi” satu persatu komposternya. Sampai aku kasih label perkiraan matang dari masing-masing komposter. Rata-rata perkiraan bulan Januari. Waktu itu, aku kosongin 3 wadah komposternya. Aku kasih tanda tali merah supaya yang diisi hanya 3 komposter itu sampai yang lainnya matang.

Karena berbagai kesibukan, sampai bulan April ini kok belum ada yang ketuang. Tapi kok kelihatannya penuh semua. Aku sempat agak kemerusung karena merasa masing-masing pakai cara-cara sendiri yang kurang tepat. Misal, kalau Abang nyapu dedaunan, ya udah langsung isi di salah satu kompost yang kelihatan lapang. Kalau Ziyad atau Thoriq juga nuang sampah organik ke mana pun komposter yang kelihatan ada ruang.

Aku bilang, mau dibeli komposter berapapun gak bakal cukup kalau modelnya gitu karena gak mateng-mateng nanti. Begitulah ya hehehe. Emang butuh cek ricek dan perbaikan bersama.

Baca selengkapnya Catatan Pengelolaan Kompost