Keimanan dalam menjalankan ibadah itu…ga sesuai logika atau hitung-hitungan manusia.
Kenyataannya, keimanan kita diuji:
Baca selengkapnya Berharap Keberkahan Al-Qur’anKeimanan dalam menjalankan ibadah itu…ga sesuai logika atau hitung-hitungan manusia.
Kenyataannya, keimanan kita diuji:
Baca selengkapnya Berharap Keberkahan Al-Qur’anPekan kemarin banyak kejadian sehari-hari (saking ketundanya tulisan ini, sebenarnya awalnya aku nulisnya “pekan ini”, tapi ketunda sepekan dan udah mau akhir pekan lagi aja masya Allah). Sebenarnya tiap hari ada aja kejadian yang rasanya aku ingin catat lebih detil di s ini. Di blog. Bukan di story instagram. .
–
Ini kejadian hari Senin 6 November 2023. Hari Senin biasanya memang mesti dibawa selow. Tambah lagi aku juga lagi harus belajar intensif buat ujian tengah semester (sekarang udah bisa cerita tentang kuliaah hehe).
Seperti biasa anak-anak karena masih juz ringan 29-30, aku nyimak sambil nyetrika. Kali ini lagi Handzolah yang setoran dan duduk dekat aku di sisi sebelah kiri.
Tapi Handzolah bawaannya lagi gak serius. Ditegur juga tetap bercanda. Sampai aku tegur yang keberapa kali, ternyata tangan kiri aku lagi posisi gak megang baju sedangkan setrika udah keangkat. Duh susah ya jelasin momen sejenak sampai akhirnya sisi tangan kiri aku “kesenggol” setrikaan. Kesenggolnya kerasa kali ini bukan cuma ujung tapi lumayan areanya.
Yang namanya kena setrika itu kan gak langsung muncul melepuhnya, tapi sakit pedih panasnya udah kerasa langsung.
Baca selengkapnya Kenangan Kecil Saat Nyimak Hafalan HandzolahBeberapa waktu yang lalu, ada yang mengomentari salah satu story yang aku buat di instagram. Berkaitan tentang balance-nya aku dalam berkegiatan bisa di dunia maya dan bermedia sosial.
Jawaban aku :)?
Itu kemungkinan karena “kelihatannya”. Padahal sebenarnya, saat aku bikin story di instagram itu, setelah hampir 10 harian aku gak bikin story atau bikin postingan di feed.
Bahkan kalau dibilang balance berbagai hal di kehidupan nyata ya bisa dibilang “nggak juga”. Yang jelas berusaha menjalankan prioritas.
Utamanya kalau untuk aku, dalam pendidikan anak, prioritas paling utama adalah mendidik Al-Qur’an.

Aku tulis ulang di sini ya yang di story beberapa waktu yang lalu.
Jawaban untuk kapan dan bagaimana nambah hafalan sebenarnya ga bisa satu jawaban. Begitupun muroja’ah.
– Anak yang sudah lebih bagus ritme tubuhnya, sudah mulai sholat 5 waktu, menambah hafalan setelah Subuh.
– Yang belum bisa teratur sholat Subuh, bisa cari waktu di hari itu. Bebas. Kita sesuaikan dg diri kita.
Anak harus patuh saat kita minta untuk hafalan.
– Yang lebih kecil lagi, balita, lebih fleksibel lagi. Ajak aja ngulang- ngulang 1 ayat, 2 ayat, 3 ayat sambil kita masak atau aktifitas kita lainnya. Panggil mereka. “Sini hafalan sama, Ummi.”
Kalau sudah mulai nambah terus hafalannya, harus juga ada waktu muroja’ah. Silakan lihat di feed yang judulnya Murojaah ya
Tapi memang masalah muroja’ah ini juga mesti didetailkan lagi. Karena masih sering muncul pertanyaan terkait setoran.
Semoga Allah mudahkan dijadiin tulisan utuh biar lebih runtut ya.
—
Ini tadi pagi.
Ternyata lagi pada bangun pagi semua. Langsung berubah planning aku hehe. Niatnya mau nyelesein kerjaan, berubah jadinya aktifitas sama krucil.
Makanya aku pernah tulis, ga bisa diceritain dari pagi sampai malam gimana. Karena menyesuaikan keadaan. Tapi yang jelas target-target utamanya insyaAllah udah tahu. Itu yang berusaha dikerjakan..
—
Kholid dan Handzolah insyaAllah mau 5 tahun
Luma 7,5 th