Fokus dan Langkah Kehidupan Kita

Kemarin abis diskusi sama seseorang yang sedang bersedih karena ada salah satu sosok yang cukup dekat tapi malah jadi seperti kurang mendukung pilihannya bahkan cenderung menyalahkan.

Aku rasa kita seringkali kecewa dengan manusia karena meyakini dan memercayai bahwa dia akan begini dan begitu. Apalagi sosok ini dekat dengan kita. Apalagi kalau sosok ini “harusnya” lebih paham dengan keilmuannya.

Ketika kita mendapati sang sosok tidak menjalankan apa yang kita percayai, disitulah kita merasa “dikhianati”. Dan karena itulah kita jadi merasa sangat sedih sekaligus kecewa.

Di sini kita bisa memahami maksud lain dari kalimat “jangan berharap pada manusia”. Termasuk berharap bahwa jalan kita akan sama dengan dia, atau jalan dia akan sama dengan kita. Berharap bahwa dia akan mengerti kita dan mendukung kita dalam langkah-langkah kehidupan kita.

Salah satu pesan aku lagi adalah kadang orang mempertanyakan langkah kita lebih karena apa yang ada di dirinya. Jadi, fokusnya lebih kita memahami cara berpikir dia saja, dan tidak mengharapkan dia memahami kita. Karena ini sebenarnya tentang “dia”.

Catatan penting:
Ini kalau langkah kehidupan kita pada dasarnya tidak bertentangan dengan yang syariat ajarkan. Karena bisa jadi kalimat aku di atas diputarbalikkan untuk pembenaran bagi orang yang melakukan hal yang tidak sesuai secara syariat atau norma kehidupan. Semisal berbakti kepada orang tua: ada saudara yang terlihat kurang adab kepada orang tua, kemudian diingatkan oleh saudara lainnya. Maka tidak patut saudara yang dingatkan kecewa karena merasa saudara lainnya tidak memahami dia dan merasa dialah yang benar.

Baca selengkapnya Fokus dan Langkah Kehidupan Kita

Pelajaran Kehidupan

Sampai bingung mau mulai darimana, padahal keinginan buat nulisnya udah menggebu-gebu dan yang mau ditulis itu sebenarnya banyak banget.

Kok aku bingung banget ya mau jelasin yang mau aku urai dari kepala.

Setahun terakhir, ada banyak hal yang membuat aku merasa…merasa apa ya. Merasa berubah? Mungkin.

Tapi perubahan ini juga karena banyak hal yang aku temui setahun terakhir. Bahkan semakin banyak lagi pelajarannya selama 6 bulan terakhir ini.

Aku ingat, dulu waktu aku disakiti oleh teman-teman ketika SD, aku mulai belajar bahwa dunia itu ternyata isinya gak semuanya “baik-baik”. Tapi itu adalah kenyataan dengan tolak ukur anak-anak. Sekarang, di dunia orang dewasa, ragam dan bentuknya semakin banyak. Sesuatu yang tadinya bagiku mustahil, ternyata terjadi bahkan di orang-orang yang aku kenal atau bahkan dekat denganku.

Baca selengkapnya Pelajaran Kehidupan

Mengurai Sedih

Mba M meninggal…
Menyadari ini, malam ini aku nangis lagi.
Menyadari bagaimana dan dengan sebab apa, membuatku lebih menangis lagi.

Kehidupanku, caraku memandang dunia, bagaimana aku memandang dalil dan informasi…semua jadi jungkir balik karena apa yang terjadi pada mba M dan apa yang terjadi ketika proses semuanya ini….

Aku udah nulis sebagian cerita proses bagaimana ketika aku mendengar kabar dan mulai berangkat ke sana. Tapi masih terhenti. Karena dari sampai lagi ke Jogja di hari Kamis, sampai hari ini Ahad, masih ga habisnya mengolah dan mengurai semua hal terkait mba M.

Kemarin, aku, mas L, Jdan I bahkan video call hampir 3 jam! Kami membicarakan banyak hal. Kami menyatukan kepingan-kepingan cerita.

Ya Allah…

Aku akan bercerita insya Allah.
Aku akan mencatat.

Supaya kalian yang mendapatkan kondisi yang sama, bisa lebih awal menyelamatkan. Supaya bisa mengenali sinyal tanpa harus mendapat panggilan.

cizkah
22 Desember 2025