Alternatif Penyapihan (The Hypnoparenting Way)

MasyaAllah, aku sama abang baru dapat masukan dari seorang teman. Beliau bernama mas Abdulrachman, termasuk tim Yufid juga :D, istrinya bernama Vita. Mungkin yang tinggal di Purwokerto pernah ketemu ^^.

Beliau bercerita tentang teknik penyapihan yang digunakan untuk anak pertama. Tanpa konfrontasi, tanpa ribut-ribut. Beliau menjelaskan prosesnya, dan dikaitkan dengan penjelasan gelombang otak.

Pas baca ceritanya, masyaAllah. Baru ingat. Itu kan namanya hypnoparenting. Pernah baca di salah satu forum di TUM. Tapi waktu itu gak dikaitin sama proses penyapihan, jadi gak kepikiran sama sekali untuk nerapin untuk nyapih.

Proses yang beliau jalani seperti ini.

  1. Dijalankan ketika akan mau tidur.
  2. Dikatakan kepada Shobi bahwa nanti kalau dia sudah berumur 2 tahun, sudah besar dan berhenti nenen.
  3. Ketika siang hari, Shobi juga sering ditanya, kalau sudah 2 tahun nanti gimana? Nanti dijawab, berhenti nenen.
  4. Pas malam menjelang hari lahir Shobi, ditanya, “Shobi, besok Shobi umur 2 tahun. Berarti ga boleh nenen lagi.”
  5. Besoknya ketika bangun tidur, Shobi langsung mengatakan, “Abi … Umi, shobi sudah 2 tahun. sudah ga mau nenen lagi.sekarang shobi mimi putih. dan dia lsg ngambil gelas serta pergi ke dispenser ngambil air putih.” Perkembangan bahasa dari Shobi dan Ilyas memang bagus sekali masyaAllah. Jadi gak heran kalo Shobi sudah membuat kalimat panjang seperti itu di usia 2 tahun.

MasyaAllah jazahullahu khayron krn sudah berbagi ilmu ini.

Ada banyak artikel yang juga menjelaskan secara teori dan teknis tentang hypnoparenting ini. Tapi menurut aku yang bagus insyaAllah yang di Kompas. Nanti di ending aku copypaste, siapa tahu aja nanti dari kompas filenya ilang :D. (Ada loh, artikel  tentang sunat yang bagus di detik health, tapi broken link. Alhamdulillah ada orang yang copypaste di blognya. Jadi malah tahunya dari blog orang itu).

Nah, menurut aku, positifnya pake cara ini BAGUS banget masyaAllah.

  1. Si bayi tetap dapat hak mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun, tanpa kita kurang-kurangi, kita tahan-tahan, kita larang-larang. Hehehe…Wah, rasanya damai hati dan dunia.
  2. Gak ada ribut-ribut dan tangisan insyaAllah.
  3. Si bayi tidak kehilangan rasa aman. Serius lho, baru sebentar kemarin, kerasa banget Thoriq jadi “takut” kehilangan nenen. Jadi kalo pas abis ribut minta nenen, besoknya malahan dia seakan-akan gak mau lepas dari nenen.

Aku sendiri juga masih nyoba dan berdoa dan berharap semoga berhasil.

Terkait dengan syariat, insyaALlah ini juga tidak mengapa. Pernah baca tulisan ust Arifin Baderi yang bagus tentang ini di KonsultasiSyariah.com. Jadi ada penjelasan rincinya. Memang ada yang haram. Tapi ada juga yang dibolehkan. Monggo dibaca.

Btw, mungkin cara pas nyapih ke Ziyad ada unsur hypnoparentingnya ya. Tapi bedanya suasananya. Soalnya biasanya dibujukin, dikasih nasehat pas dia udah abis nangis-nangis gak dapat nenen trus ketiduran deh hehehe.

Aku rasa, Bed Time Story dan  Motivasi Tanpa Konfrontasi ini juga sebenarnya penerapan dari hypnoparenting. Ziyad soalnya senang sekali dan ingeet banget kalo ada tindakan dia yang aku puji pas mau tidur itu.

Oya, berkaitan tentang ini. Secara gak sadar juga mraktekin ini ke Ziyad dari kemarin. Walau gak dilakukan sebelum tidur. Hal ini berkaitan tentang perintah sholat ketika umur 7 tahun. Jujur, aku tuh dag dig dug juga. Soalnya selama ini Ziyad jarang dibawa ke masjid, karena memang kami rasa belum siap. Malah membuat keributan. Dan dari kemarin, aku sering banget ngomong ke Ziyad, “Ziyad, insyaAllah kalo Ziyad umur 7 tahun, sholatnya di masjid ya. Tahun depan insyaAllah Ziyad umur 6 tahun. Latihan pelan-pelan ya. Ke masjid.” Dst, dst. :D

Di bawah ini copy paste dari Kompas:

KOMPAS.com – Mendidik anak dengan metode HypnoParenting dapat dilakukan siapa saja. Mulai orangtua terhadap anak-anaknya, pendidik seperti guru kepada murid-muridnya, termasuk juga kakek-nenek, terapis, dan pengasuh atau orang dewasa yang mengasuh anak. Aplikasi HypnoParenting juga terbilang praktis dan dapat dilakukan di berbagai kesempatan di antara aktivitas anak.

“Namun memang waktu yang paling efektif menerapkan HypnoParenting dengan memberikan sugesti positif pada anak adalah saat jelang tidur ketika mata anak mulai berat namun ia belum tertidur,” jelas Dr Dewi Yogo Pratomo, MHt, penulis buku HypnoParenting yang juga adalah pengajar, dosen, konsultan sumber daya manusia, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Waktu sesaat sebelum tidur ini otak anak berada dalam gelombang alpha atau theta sehingga RAS terbuka lebar dan sugesti lebih mudah ditanamkan, lanjut Dr Dewi.

Meski begitu, mengasuh dan mendidik anak dengan metode HypnoParenting dapat dilakukan pada waktu-waktu efektif berikut agar sugesti yang ditanamkan menancap dan menetap. Selain itu penggunaan alat bantu juga bisa membantu orangtua saat memberikan sugesti positif kepada anak. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memberikan sugesti positif dalam HypnoParenting:

Waktu efektif

  • Saat mengajak anak berdoa, suasana relaks dan suara lirih sehingga tercipta ketenangan dan anak pun mudah terhipnosis.
  • Saat anak bermain, anak biasanya fokus pada permainannya. Kondisi ini bisa Anda manfaatkan untuk menanamkan sugesti positif.
  • Menggambar adalah media yang bisa digunakan untuk menghipnosis anak. Gunakan gambar sebagai awal masuk sugesti.
  • Sesaat sebelum bangun tidur kondisinya mirip seperti anak jelang tidur. Perhatikan ketika di pagi hari ia mulai terbangun, menggerak-gerakkan tubuhnya, dan ada gerakan bola mata. Di balik matanya yang terpejam, suntikkan sugesti yang Anda kehendaki, saran Dr Dewi.
  • Anak yang sedang makan berada dalam keadaan rileks. Selain menikmati makanan ia juga menikmati suasana di sekitarnya. Saat inilah Anda bisa memasukkan sugesti positif ke dalam pikirannya.
  • Saat mendiamkan anak menangis, masukkan sugesti ke dalam pikiran anak. Pasalnya, ketika anak menangis ia berada dalam keadaan “tersakiti”. Tetapi saat tangisan mereda, ia sedang menciptakan ketenangan dalam diri. Sembari menenangkan perasaan dan pikirannya, Anda bisa menghipnosis secara perlahan.
  • Saat menggendong, dalam bentuk buaian, inilah waktu efektif yang dapat digunakan untuk menghipnosis anak. Anak berada dalam kondisi sangat tenang, mirip seperti ketika ia akan tertidur. Pikiran dan perasaannya juga berada dalam level terendah.
  • Melalui nyanyian, Anda juga bisa menghipnosis anak. Ada banyak jenis nyanyian yang bisa digunakan untuk menghipnosis anak. Nyanyian yang lembut dan pelan bisa membuat anak terhipnosis dengan mudah. Anda juga bisa menggubah syair lagu yang familiar dengan kalimat yang menggugah semangat anak melakukan sesuatu atau meningkatkan rasa percaya dirinya.
  • Mendongeng bisa menjadi metode hipnosis yang juga efektif. Pilihlah cerita dongeng yang sarat hikmah dan memotivasi. Anda juga bebas berkreasi menciptakan cerita menarik yang disajikan atraktif.
  • Saat anak belajar ia sedang fokus akan sesuatu, inilah waktu tepat memberikannya sugesti dengan suara lembut dan nada rendah.

Alat bantu

Untuk membantu Anda mensugesti anak secara positif, gunakan alat bantu berupa benda yang familiar dengannya. Alat bantu berfungsi sebagai pusat konsentrasi anak dan pelengkap sugesti. Anda bisa menggunakan alat bantu seperti boneka kesayangan, mainan lego warna-warni, alat gambar, kaset atau CD lagu anak, bola karet, boneka tangan, permainan jari tangan, dan lainnya. Dengan alat bantu ini, anak menjadi lebih tenang, nyaman dan tidak tertekan. Biarkan anak bermain dengan alat permainan kesukaannya, perlahan Anda bercerita sambil melibatkan benda-benda tersebut untuk memberikannya sugesti.

Naskah sugesti

Naskah sugesti tak harus selalu digunakan, namun merupakan salah satu penentu keberhasilan HypnoParenting. Saat membuat naskah, perhatikan bahasa dan pemilihan kata. Setiap orangtua dapat membuat sendiri naskah sugesti sesuai kebutuhan. Berikut saran yang diberikan Dr Dewi:

1. Gunakan bahasa yang lekat dengan keseharian anak dan sesuai usianya.

2. Lakukan pengulangan kalimat agar tertanam dalam pikiran bawah sadar.

3. Gunakan nama panggilan kesayangannya saat menyapanya.

4. Jangan gunakan kata negatif seperti “Tidak”, “Bukan”, “Jangan”. Kata-kata negatif ini tidak bisa diterjemahkan oleh pikiran bawah sadar.

Leave a Reply