Catatan Stationary

Pena-pena ini aku beli sekitar setahun yang lalu. Sebabnya adalah ketika aku melihat catatan haid aku yang terkena cipratan air ternyata tulisannya hilang total. Waktu itu, aku menggunakan fineliner faber castle.

pena fine liner fiber
ini pena fineliner fabercastle yang langsung luntur kalau kertasnya kena air

Langsung berpikir bahwa aku gak bisa melanjutkan catatan ini dengan tetap menggunakan pena fine liner tersebut. Karena resiko tulisan hilang besar sekali.

Akhirnya, aku putuskan untuk nulis ulang dengan pena yang berbeda. Nah, karena harus lebih hati-hati dan karena masih panndemi, aku memang lebih banyak melakukan belanja online.

Tapi karena sudah tahu yang kira-kira dicari, alhamdulillah bisa dapat yang diinginkan.

Berikut pena yang aku pakai untuk penggantinya.

Drawing Pen

Pena ini penting karena dipakai untuk catatan utama. Alhamdulillah sesuai harapan. Karena aku suka yang ujungnya kecil supaya tulisannya bisa lebih rapi gak bleber atau membesar kemana-mana. Aku senang – alhamdulillah – mulai mengenali apa yang aku butuhkan supaya mencapai tujuan yang aku inginkan.

Yang paling penting tentu saja poin bahwa pena ini waterproof. Benar-benar walau kertasnya kena air, gak bleber sedikit pun alhamdulillah.

Yang aku pakai saat ini adalah merk Pilot ukuran 02. Pilihan lainnya bisa juga pena Sakura Micropen.

Dengan satu pena ini, sampai setahun ini – alhamdulillah – sudah aku pakai nulis banyak banget belum habis-habis.

Catatan: jangan sampai dipakai sama krucil balita ya. Karena ada kemungkinan ujungnya bakal rusak yang bikin gak bisa dipakai lagi ^^. Alhamdulillah anak-anak tahu banget kalau pena yang ini mereka gak boleh pakai sama sekali.

Pena B-Live Standard

Ini sebagian kertas kena air. Alhamdulillah tulisannya gak hilang. Yang sangat beleber hanya tinta warna ungu. Tulisan utama gak luntur sama sekali

Pena jenis ini aku pakai untuk catatan haid di bagian warna-warninya. Alhamdulillah sampai setahun juga masih lancar.

Ujungnya tipe yang juga kecil, jadi juga sesuai dengan yang aku suka. Warna yang dihasilkan dari pena ini gak terlalu terang. Jadi kaya ngesoft tapi bukan pastel.

b-live standard
Untuk penulisan tanggal dan heading pakai pena b-live

Untuk pena jenis ini, kalau kertas yang kita pakai kena air, ada sedikit efek tintanya bleber tapi masih akan ada bekas tulisan yang masih bisa dibaca. Jadi, insya Allah masih termasuk aman dibanding fine liner yang benar-benar total tulisan kita hilang dari kertas.

Gel Pen

gel pen
gel pen + highlighter, gel pen, b-live standard.
Yang enak lagi karena satu set dan ada tempatnya jadi masih bisa rapi sampai sekarang alhamdulillah

Nah, yang ini juga sesuai harapan. Waktu itu aku beli tiga jenis yang warna-warni karena belum tahu karakter dari masing-masing. Dan ada 2 tujuan yang berbeda untuk penggunaan pena warna-warni ini.

  1. Tujuan pena yang satu adalah untuk catatan haid dan harus jangan yang mudah luntur.
  2. Tujuan kedua adalah untuk menulis arab. Tulisan arab itu beda karakternya dengan tulisan latin biasa. Jadi, akan lebih baik kalau pakai pena yang bukan tipe ballpoint karena gerakan menulis tulisan arab itu naik turun dan harusnya lancar terus keluar tintanya. Cerita tentang menulis arabnya aku tulis di tulisan yang berbeda ya. Karena ada detil lain yang insya Allah mau aku catat.
buat tulisan arab

Alhamdulillah tujuan pertama tercapai dari pena b-live, tujuan kedua tercapai dengan pena gel pen. Karakter gel pen yang aku beli walaupun sama-sama Joyko dan sebenarnya sama-sama gel pen, tapi cukup berbeda. Yang lagi aku banyak pakai adalah yang gel pen + highlighter (highlighternya tapi udah pada rusak semua ujungnya karena dipakai mewarnai si kembar).

Yang lebih mengalir dan cenderung agak sedikit beleber yang jenis gel pen + highlighter.

Alhamdulillah keduanya sampai setahun ini juga lancar gak macet-maccet dan belum habis sampai sekarang.

Harganya termasuk worth it karena sekitar 25rbuan dapat 8 pena dan bisa dipakai untuk belajar.

Pena Lainnya

Untuk sehari-hari, pena murah meriah dan lancar bisa pakai pena yang modelnya kaya lilin. Aku biasa beli 1 pak isi 12. Harganya kalau dihitung satuan gak sampai 1000. Tapi insya Allah lancar gak macet-macet. Ziyad juga jadi minta disediain pena ini untuk dia belajar di pondok karena ternyata enak.

Pena lilin
Kokoru yang sebelah kiri. pena bentuk lilin yang hitam putih. Fine liner yang paling kanan.

Aku juga pernah coba pena kokoru untuk tulisan arab. Sebenarnya penanya juga enak dan cocok untuk menulis arab. Tapi kalau salah perawatan, jatuh atau semacam itu, entah kenapa mudah macet. Kalau sudah macet, sedih banget karena benar-benar jadi kurang nyaman dipakai atau bahkan gak bisa dipakai sama sekali. Padahal harganya cukup maha.

Buku Dot

Yang merk languo yang sebelah kiri. Aku pernah salah beli, gak lihat merknya, harganya beda jauh banget. Alhamdulillah cuma ngambil satu waktu itu :D.

Karena ini termasuk yang juga sering ditanyain, aku masukkan juga di sini ya. Yang aku biasa beli adalah buku dot merk Languo. Aku belinya biasanya di toko Merah pusat di jalan Gejayan (sekarang ganti nama jadi Affandi).

Harganya jauh lebih murah dibanding buku dot lainnya dan dibandingkan kalau beli online.

Ada jenis yang spiral dan model buku biasa. Keduanya sama-sama bagus insya Allah. Covernya sama-sama transparan. Yang ada spiralnya lebih mahal karena ada penggunaan spiral di situ.

Ukurannya ada B5 dan A5. Yang biasa aku pakai untuk catatan haid adalah yang ukuran B5.

Alhamduilllah…

Tidak menutup pena lainnya juga enak dan nyaman. Tapi memang yang aku beli kemarin sengaja yang merk joyko karena beeberapa kali beli merk ini alhamdulillah bagus hasilmya.

Semoga catatan ini bermanfaat.

cizkah
Jogja, 20 Maret 2020

Leave a Reply