Sekitar pertengahan November 2025, aku mencoba membuka subscription di Instagram.
Niatnya: akan aku isi dengan sesuatu yang gak aku share di story atau feed public insya Allah.

Ternyata dalam perjalanannya, ga bisa sesuai harapan aku –apalagi sejak mba Maya meninggal (pertengahan Desember) yang membuat aku butuh jeda untuk menata kehidupan dan menjalankan aktivitas. Baru sekitar Januari aku mulai pelan-pelan kembali ke ritme yang keseluruhan yang biasa aku jalankan, tau-tau udah harus final exam dan akhirnya bertemu Ramadhan. Jadilah sekitar hampir 2 bulan aku gak mengisi di subscription. Bahkan untuk mengisi feed dan story pun aku gak semangat.
Tapi… pada akhirnya, memang aku merasakan dilema dalam subscription ini sejak awal.
Aku biasa membagikan semua hal –yang semoga bisa diambil manfaatnya–secara gratis, di story, feed, blog. Dan aku melakukannya dengan tanpa beban dan dilakukan di sela-sela aku melakukan kewajiban..
Sedangkan ketika mau membuat konten subscription aku merasa harus membuat sesuatu yang “spesial” atau yang “beda” dari yang aku berikan di ruang public (non-subcription).
Dan ini cukup terasa berat, karena kenyataannya waktu aku terbatas.
Jadi aku minta maaf untuk yang pernah subscribe, aku ga bisa memberikan konten spesial itu. Aku juga mohon maaf ga bisa mewujudkan niatku untuk membuat rutin konten tentang buku.
Tadinya, aku gak ingin menutup bagian subscription karena sudah ada yang aku post di situ. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya aku putuskan tutup.
Pertama: teman-teman yang subscribe akan membayar. Yang subscribe sebenarnya bisa saja cukup berlangganan sebulan dan kemudian menghentikan karena sudah melihat semua isi di feed. Tapi ada yang tetap setiap subscribe sampai akhirnya aku hentikan mode ini. Biaya subscription sekitar ± Rp5000 – ± Rp7000 (5rb – 7rb rupiah) per bulan. Jadi kalau ke dollar ini belum sampai $1.
Semoga yang sudah terbayar sudah refund ke teman-teman ya. Aku jelaskan alasannya seharusnya direfund pihak instagram di poin kedua di bawah.
Kedua: aku sendiri gak bisa merasakan “hasil” dari subscription itu kalau belum terkumpul nilai minimal yaitu $100 dolar. Which is setelah berjalan selama ini, masih sangat jauh dari target itu, jadi sampai sekarang pun aku belum merasakan “hasil” dari subscription ini.

Alternatif

Aku sempat kepikiran, apakah aku membagikan cerita dan catatan seperti biasa, dan kemudian hal yang aku bagikan di story aku simpan di bagian subscription. Tapi di sisi lain tetap saja nantinya insya Allah aku berharap akan bisa bahas di public yaitu blog ini. Intinya sebenarnya, subscription jadi bentuk “dukungan”. Tapi…ah rasanya aneh sekali.
Akhirnya karena terlalu banyak musykilah yang gak nyaman di hati, aku putuskan menghilangkan sama sekali mode ini :). Rasanya kalau informasi atau hal yang aku bagikan bermanfaat untuk lebih banyak itu lebih membahagiakan insya Allah.
Semoga Allah berikan rezeki dan bukakan pintu rezeki lainnya untuk aku.
cizkah
Jogja, 28 Maret 2025

