Sebenarnya timbang-timbang ni mau cerita bagian ini. Tapi ini adalah rentetan dari postingan-postingan selanjutnya (insyaAllah) yang kalau gak ditulis bisa menumbilkan eh menimbulkan kesan “wah” atau pikiran “ih hapenya baru niyee…” padahal di balik itu ya aslinya tidak semudah itu (gak semudah ganti hape 5x dalam satu setengah tahun yang jelas *wink wink ke tia* :D). Hehe…yang namanya kebahagiaan manusia itu memang terlihat menyilaukan orang-orang di kejauhan. Cobalah kau ketuk sebentar dan lihat ke dalam rumahnya, kalau kau boleh masuk, mungkin ia dalam keadaan menangis karena ujian yang menimpa yang tak terlihat dari luar. (Ada satu puisi seorang sastrawan yang nohok banget deh tentang itu). Oh baiklah…kok jadi berpuitis puitis…
Dua Handphone Samsung MasyaAllah
Rezeki handphone datang dari dua orang, suamiku dan bu Erlina…Ya Allah…sampai mau nangis pas buka kotak dari bu Er. Kejadiannya sehari setelah dibeliin hp Samsung sama abang. Sampe langsung nelpon bu Erlina, bilang jangan kaya gitu…saya malah jadi gak enak, pokoknya kaget bangettttttt….langsung ngetok abang yang lagi di kamar mandi, “Abaang…aku dikasih HP sama bu Er…” Bu Er ini sebenernya udah mau ketemuan aku dari seminggu sebelumnya, tapi akunya lagi gak bisa karena udah ada rencana sama abang. MasyaAllah…alhamdulillahiladzi bi ni’matihi tatimushsholihaat…Gak lama abis aku telpon, bu Erlina nelpon lagi, bilang jangan merasa gak enak, itu tidak seberapa, dan sebagainya yang tetep bikin aku tambah berkaca-kaca banget, hiks. Jazahallahu khoiron jazaa…