Memiliki buah hati, apalagi di usia balita merupakan masa lucu-lucunya. Masa-masa seorang anak tampak sangat menggemaskan. Ketika orang tua kehilangan buah hatinya – apalagi di usia ini – rasanya tentu sangat sedih.
Baru-baru ini, seorang anak berusia dua tahun yang bernama Ashira Shalva Riko menarik perhatian masyarakat Indonesia. Bayi lucu ini menderita penyakit Neuroblastoma. Dengan sebab itu, Allah menakdirkan “Non” – panggilan sayang dari orang tua Ashira – meninggal ketika menjalani pengobatan di Ghuangzou.
Saya adalah salah satu di antara orang tua yang juga ikut merasakan kesedihan karena meninggalnya Ashira. Banyak orang-orang yang mendoakan kebaikan dan memberi semangat untuk orang tua Ashira agar terus bersabar.
Banyak pula komentar-komentar di akun instagram “prayforashira” yang dibuat untuk penggalangan dana yang menyatakan bahwa Ashira sudah bahagia di surga.
Apakah benar anak yang meninggal berada di surga ataukah itu hanya kata-kata penghibur?
Untuk menjawab hal yang ghaib ini, kita harus melihat penjelasan yang ada dalam syari’at Islam. Tidak bisa berdasarkan kepercayaan belaka atau karena apa yang sering didengar di televisi.
Ruh Anak Mukmin yang Meninggal
Di hadits yang sangat panjang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang mimpi beliau yang diajak oleh dua malaikat. Mimpi itu merupakan kejadian nyata yang dialami penghuni kubur sebelum nanti menghadapi hari penghisaban.
Dalam hadits itu, ada salah satu bagian yang menceritakan tentang sebuah taman yang di tengahnya ada sebuah pohon. Di bawah pohon itu ada seorang laki-laki yang dikelilingi oleh anak-anak.
Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan kepada malaikat yang menemaninya perihal mimpinya, mereka menjawab,
“…Sedangkan orang tinggi yang berada di dalam taman adalah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Adapun anak-anak yang ada di sekitar Ibrahim adalah setiap anak yang meninggal dalam keadaan fitrah. ‘Sebagian kaum Muslimin berkata: “Wahai, Rasulullah. Apakah juga anak-anaknya orang-orang musyrik?’ Beliau menjawab,”Ya, juga anak-anaknya orang-orang musyrik.”* (HR. Al-Bukhari no. 7047, kitab At-Ta’bir, bab Ta’birur Ru`ya ba‘da Shalatish Shubh)
Mayoritas ulama berpendapat bahwa mereka berada di surga. Bahkan Imam Ahmad menyatakan bahwa hal ini merupakan ijma’ (kesepakatan).
Dalil yang mendukung pendapat ini adalah riwayat yang menceritakan ketika Ibrahim putra Rasulullah meninggal dunia, Rasulullah bersabda,
انَّ إبْرَاهِيْمَ ابْنِي وَإِنَّهُ مَاتَ فِي الثَّدْيِ وَإِنَّ لَهُ لَظِئْرَيْنِ تُكَمِّلاَنِ رَضَاعَهُ فِي الْجَنَّةِ
“Sesungguhnya Ibrahim putraku meninggal dalam masa persusuan, dan sesungguhnya baginya di surga dua orang ibu susuan yang akan menyempurnakan susuannya.” (HR Muslim no 2316)
Sabdanya pula,
أطفال المؤمنين يكفله إبراهيم
“Anak-anak orang mukmin ditanggung Nabi Ibrahim di surga.” (HR. Ibnu Hibbân 1826, dishahihkan oleh Al Albânî dalam Shahîhul Jâmi’ 3/155).
Hadits-hadits di atas merupakan hadits umum yang berlaku bagi anak muslim yang meninggal.
Kesimpulan
Beberapa kesimpulan yang bisa diambil berkaitan dengan anak muslim yang meninggal adalah
1. Insya Allah mereka berada di surga bersama nabi Ibrohim
2. Anak kecil yang meninggal tidak lantas menjadi malaikat atau bidadari di surga. Mereka tetap menjadi anak-anak.
3. Anak kecil yang meninggal adalah manusia dan bukan titisan (reinkarnasi) malaikat.
Wallahu a’lam.
Kami mendoakan untuk para orang tua Ashira dan orang tua lainnya yang kehilangan anaknya..
Ya Allah jadikanlah anak ini sebagai pendahulu bagi kedua orang tuanya, tabungan/ simpanan dan pahala bagi keduanya.
Ya Allah beratkanlah timbangan keduanya dengan kematian si anak, besarkanlah pahala keduanya.
Ya Allah, jadikanlah anak ini dalam tanggungan Nabi Ibrahim dan gabungkanlah dia dengan pendahulu yang shalih dari kalangan (anak-anak kecil) kaum mukminin.
Lepaskanlah dia dari adzab neraka jahim dengan rahmat-Mu.”
(Al-Mughni, fashl Ad-Du’a` li Walidayith Thifl Al-Mayyit)
Penyusun: cizkah
Muroja’ah: Ust. Ammi Nur Baits
Referensi:
http://asysyariah.com/shalat-jenazah/
http://kisahmuslim.com/nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam-bersama-malaikat-jibril-dan-mikail/
http://pesantren-alihsan.org/bunda-relakan-kepergian-anakmu.html