Nyepeda Setelah Mudik

Waktu baru pulang dari Jakarta kemarin, paginya rasanya badan remuk redam. Padahal malamnya kami sudah tidur cepat. Super cepat malah. Jam 8 lewat semua sudah tertidur. Suatu hal yang sangat jarang terjadi di rumah ini hehe.

Tidur jam segitu, ternyata semuanya tetap gak bangun-bangun sampai Subuh. Kecuali aku dan si kembar yang pastinya ada sesi pipis tengah malamnya :D. 

Sebelum aku sholat Subuh, Abang sempat ngomong, “Nyepeda kita?”

Aku yang beberapa saat sebelumnya ngomong ke Abang kalau badanku sakit semua langsung kasih pandangan yang bisa diartikan…Whaaatt? Are you kidding? 😀

Baca selengkapnya Nyepeda Setelah Mudik

Resep Bubur Sumsum – Mudah dan Lembut

Resep Bubur Sumsum Mudah dan Lembut

Alhamdulillah. Membuat bubur sumsum insyaallah mudah dan cepat.

Yang mudah ini tetap butuh NIAT untuk membuatnya. Untuk resep ini, biar gak bingung, kita akan jelasin prinsip dasar perbandingan antara tepung dan santannya.

Bahan bubur sumsum:

  • Tepung beras 100 gr
  • Santan 800-1000 ml (bisa memakai 1 bungkus kara kecil campur air)
  • Garam 1/2 sdt
  • Daun pandan 1 lembar

Baca selengkapnya Resep Bubur Sumsum – Mudah dan Lembut

Rumus Hidup Bahagia

Rumus Pertama: Ingat Tujuan Hidup

Ingat bahwa tujuan hidup kita…adalah beribadah kepada Allah. Kita ini HAMBA-Nya

Yah..kok gini? Gak happy banget kesannya ya?

Tapi memang begitu adanya.

Ini yang justru menentukan kita bahagia apa engga. Karena Allah memang menciptakan kita untuk beribadah kepada-Nya (lihat Q.S. Adz Dzariyat: 56)

Masalahnya, kenyataannya orang menjalan hidup logikanya suka kebalik-balik. Yang dikasih tahu sama Allah malah dianggap menyusahkan atau mengekang.

Dia – orang yang lupa tujuan dia diciptakan – ingin menjalani kehidupan dengan cara dia. Akhirnya – sebenarnya – dia lupa diri. Gak ada lagi arah hidup. Tujuan hidup.

Kesannya sih bahagia. Menjalani semua bebas. Bergaul bebas. Pakai baju juga bebas.

Kebebasan ini tapi jadi semacam candu. Makin pingin bebas sampai level tertinggi. Akhirnya bosan dan gak sampai di titik benar-benar bahagia dengan kebebasan itu. Ujung-ujungnya gak bahagia kan?

Yang paling penting, kalau sudah sadar memang kita diciptakan untuk jadi hamba-Nya adalah patuh sama semua yang udah diatur sama Allah dan Rasulnya.

Ibadahnya harus sesuai sama yang diatur oleh yang menciptakan kita. Bukan asal melakukan sesuatu kemudian menganggap itu “ibadah”. Lagi-lagi, kalau seperti itu, akhirnya sebenarnya gak bahagia. Malah bisa jadi menyusahkan diri sendiri.

Baca selengkapnya Rumus Hidup Bahagia

Malas…

Kita ubah yuk,
Kata malas, menjadi kata lainnya…
Yang itu sebenarnya…
Sebagai bagian dari usaha kita melawan kemalasan

Kemalasan yang kita tahu ada di sana…
Di badan kita, di pikiran kita

Kemalasan itu, kita upayakan supaya tidak menjadi hal yang jelas-jelas menjadi bagian dari diri kita

Bahkan…
Tidak perlu kita sebarkan
Apalagi menjadi hal seru-seruan…

Malas adalah sesuatu yang memang tidak baik
Buktinya, Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita doa ,
Yang isinya harapan,
Agar kita terjauh dari kemalasan

Baca selengkapnya Malas…

Mindset Mendidik Anak

Salah Paham

Dari hasil diskusi berdasarkan dua tulisan #serihomeschooling sebelumnya, saya merasa ada selipan lagi yang harus disampaikan sebelum bahas tentang kegiatan homeschooling.

Saya jadi tersadar bahwa ada yang sedikit disalahpahami dari tulisan sebelumnya.

Kesalahpahaman bahwa  ketika seseorang memutuskan untuk menyekolahkan anaknya, seakan-akan itu adalah sebuah keputusan absolut sehingga meniadakan  pendidikan orang tua untuk anak di rumah.

Kesalahpahaman bahwa ketika seseorang memutuskan homechooling maka tidak memikirkan alternatif pendidkan (sekolah) lainnya sepanjang melakukan kegiatan tersebut.

Baca selengkapnya Mindset Mendidik Anak

Pikiran yang Tertelisik

Sejujurnya, setiap kali menuliskan tentang kegiatan homeschooling, pikiranku tertelisik. Mau tidak mau, homeschooling akan lebih mudah dilakukan jika sang ibu tidak memiliki kewajiban lain yang terikat dalam waktu yang cukup panjang (bekerja di kantor atau semacam itu).

Maksudnya, ketika ada ibu yang bekerja karena memang keutamaan yang banyak ketika dia melakukan pekerjaan tersebut, karena tidak ada yang bisa menggantikannya dan hal-hal semacam itu, maka kemudian memang tidak memungkikan untuk melakukan kegiatan homeschooling.

Baca selengkapnya Pikiran yang Tertelisik

Kholid Dijahit

Senin 18 Februari 2018, kami dapat pengalaman (ujian) baru lagi. Ini kejadian berarti sekitar 10 hari setelah Kholid terakhir di ambil darahnya. 

Gelas keramik yang cukup tebal, pecah pas dekat Kholid. Ketika dia mulai menangis, baru kami sadar kalau darah mulai mengalir dari kakinya.

Baca selengkapnya Kholid Dijahit

Meluruskan Kesalahpahaman tentang Homeschooling

Homeschooling tidak sama dengan mengejar kesempurnaan.
Homeschooling tidak sama dengan anak steril
Homeschooling bukan aktifitas antisosial atau meredam kemampuan bersosialisasi
Homeschooling juga bukan suatu aktifitas yang harus dibenturkan dengan sekolah

Baca selengkapnya Meluruskan Kesalahpahaman tentang Homeschooling

Menentukan Keputusan Homeschooling: Visi Misinya

Hal paling mendasar ketika memutuskan homeschooling adalah dari visi misi ini. Ketika visi misinya masih samar-samar, kemungkinan goyahnya akan lebih cepat. Ini bukan berarti yang sudah menentukan visi misi terus gak goyah ya. Saya sendiri juga melalui pasang surut sebelum akhirnya sampai di satu titik untuk lebih mantap dalam menjalankan homeschooling.

Kita bahas satu persatu ya.

Baca selengkapnya Menentukan Keputusan Homeschooling: Visi Misinya

Penulisan Terstruktur Tentang Homeschooling

I need to start.

So this is the start.

Dari beberapa waktu yang lalu, udah bikin beberapa tulisan tentang homeschooling yang lebih terstruktur dan sifatnya lebih fokus ke informasinya.

Sebenarnya ada berbagai hal yang udah aku bahas di tulisan-tulisan sebelumnya. Tapi memang mungkin nyampur dan didominasi sama ceritanya anak-anak. Jadi, infonya nyelip-nyelip :D.

Baca selengkapnya Penulisan Terstruktur Tentang Homeschooling

Ga Boleh Sombong dan Gak Boleh Komentar Negatif

Mau catat untuk diri sendiri.

Mudahnya gini.

Aku yang udah punya anak 5, jangan sampai mengatakan sebuah komentar kepada orang-orang sekitar yang baru saja memiliki anak 1 atau kurang dari itu.

Semisal, “Repot kan. Baru juga satu.”

Baca selengkapnya Ga Boleh Sombong dan Gak Boleh Komentar Negatif

Buku dari Penerbit Fulan itu Aman?

Beberapa kali ngomongin buku. Beberapa kali juga ada yang nanya ketika aku posting buku boardbook yang kebanyakan – kesannya – dari penerbit Fulan yang tidak perlu kita sebut di sini hehe.

Biar gak bolak-balik ngetik jawaban atau ngasih screenshot, aku jelasin di sini ya.

Baca selengkapnya Buku dari Penerbit Fulan itu Aman?

Ketika Aku dan Abang Berbeda Pendapat

Malam Hari

Waktu itu, adalah momen kami akan berenang bersama keluarga. Mumpung ada bapak ibu mertua bersama anak yang dititipkan ke mereka. Juga dengan adik ipar yang sekarang sudah punya anak.

Malam sebelum berangkat, aku memasak ayam ungkep. Persiapan besok tinggal digoreng sebentar. Pergi-pergi begini, apalagi berenang, pasti semua orang bakal lapar banget. Ini salah satu didikan Mama yang di”ajarkan” tanpa “didiktekan” secara langsung. Apalagi bapak mertua ada diabetes. Aku berpikir jangan sampai Bapak makan di luar. Apalagi makan nasi dengan kadar indeks glikemik yang tinggi. Bisa-bisa sisa hari liburan berlangsung dengan kondisi tidak sehat.

Aku minta Ziyad dan Thoriq menyiapkan barang yang diperlukan saat malam hari ini. Alhamdulillah mereka sudah bisa menyiapkan sendiri keperluan untuk berenang. Pagi hari biar bisa lebih ringan menyiapkan hal lainnya dan membantu aku di urusan bersih-bersih rumah.

Baca selengkapnya Ketika Aku dan Abang Berbeda Pendapat

Cerita Sunat Thoriq (Metode Tradisional)

Tunda Sunat

Sebenarnya, niat untuk sunat Thoriq itu, sudah ada dari dia usia 6 tahun. Inginnya sama seperti Ziyad dulu. Sebelum masuk masa mulai sholat di masjid usia 7 tahun, biar dzakarnya sudah bersih dari najis.

Nah, tapi kan skenario kami berubah seiring hadirnya si kembar wehehe.

Thoriq lahir tahun 2011. Kembar lahir tahun 2016.

Dulu, pas masanya Luma, sebenarnya punya niat kalau punya anak laki-laki lagi, pingin sunat anak pas masih kecil aja. Kayanya dari cerita orang-orang jadi gak terlalu repot.

Baca selengkapnya Cerita Sunat Thoriq (Metode Tradisional)