Playdate #4

Acara hari playdate kali ini beragendakan kreasi flanel, games anak tentang rukun iman dan sharing antara ibu tentang proses belajar apa yang telah berhasil dilalui bersama anak dan apa yang belum. Oh ya satu lagi, bapak-bapak yang ikutan nganter kali ini juga bisa ada kesibukan belajar panah :D.

bahan-kreasi-flanel-homeschooling-jogja
Bahan kreasi flanel

Baca selengkapnya Playdate #4

Proses Thoriq Belajar Menulis (4 tahun)

latihan menulis latin
Salah satu gambar thoriq, terinspirasi game piggy yang merakit-rakit berbagai komponen biar jadi kendaraan. Lihat berbagai garis yang bisa menjadi dasar untuk sebuah huruf 🙂

Pada dasarnya, aku masih menggunakan cara yang sama seperti pas ngajarin Ziyad dulu. Dalam arti, gak banyak materi (formal) yang diajarin. Fokus.

Menulis, adalah sebuah aktifitas yang membutuhkan effort yang cukup besar dari seorang anak. Apalagi di usia balita heheh.

Jadi, sampai saat ini, sebenarnya aku gak pernah “menugaskan” Thoriq untuk belajar menulis.

Model belajar kami di rumah – terutama untuk usia balita –  adalah unschooling. Unschooling itu secara mudah bisa dipahami proses belajar tanpa kurikulum tertentu – yang biasanya ada jadwal terstrukturnya setiap hari – .  Model unschooling, anak dibiarkan explore belajar. Tapi bukannya dibiarkan tanpa aturan dan tanpa arahan atau sampe sama sekali gak ada acara “dibimbing dan diajarkan” :). Aku merasa cocok dengan model ini, karena sejatinya, setiap hal bisa dijadikan pelajaran. Dan kita belajar itu untuk diamalkan dalam kehidupan.

Baca selengkapnya Proses Thoriq Belajar Menulis (4 tahun)

Proses Thoriq Belajar Baca Iqro dan Latin

Proses belajar latin Thoriq memang lebih cepat dari Ziyad. Karena proses belajar Iqro-nya dia juga lebih cepat dari Ziyad. Bukan aku yang nyepetin…tapi dianya alhamdulillah yang lebih mudah. Mungkin juga faktor sering ngelihat flashcard atau poster wkwkwk 😀 (yang ini advertorial banget :D).

Tapi beneran ko. Alhamdulillah karena proses pengenalan perhurufnya udah lancar, jadinya pas proses awal-awal belajar lebih mudah.

Tapi dalam perjalanannya, gak selancar di awal-awal hehe. Karena mungkin kerasa makin susah ya. Kalau misalnya rajin sebenarnya bisa baca latin atau Qur’an dalam 6 bulan. Tapi karena proses belajar itu banyak cobaannya, jadilah sedapat momentnya. Gimanapun kan soalnya anak gak bisa dipaksa ngeluarin huruf yang kita minta hehe.

Kalo Thoriq ini, akhir-akhir ini aku ngerasanya dia mulai ngerasa sulit di belajar iqro. Jadinya kaya beban kalo pas aku bilang baca iqro dulu ya. Biasanya berhasil/mau baca kalo emang dia dah pingin banget nonton. Padahal kalo dijalanin sebenarnya dia bisa-bisa aja kalo baca perhuruf. Akhirnya kemarin aku putusin untuk, “Ya udah Thoriq, kita ulang lagi dari awal ya iqro 5-nya.”

Terus kaya masih berat juga nih ngelihat materi di halaman pertama. Akhirnya aku bilang lagi, “Ah…kita ulang lagi aja dari Iqro 4 ya.”

Baca selengkapnya Proses Thoriq Belajar Baca Iqro dan Latin

Resep Pempek Ubi

Punya kuah pempek berlebih, tapi rasanya kok tak sempat lagi untuk membuat adonan pempek. Dibuang mubadzir. Disimpan, sepertinya malah akan tak termakan – berarti mubadzir juga-.

Alhamdulillah, ternyata pasangan kuah pempek itu gak melulu adonan campuran tapioka dan ikan loh. Resep ini saya dapatkan dari mertua tercinta yang berasal dari Jambi. Rasa saat di makan, tak kalah nikmat dengan pempek ikan.

Bahan:

2 – 3 ubi
Terigu
Minyak untuk menggoreng
Garam seujung sendok kecil

Cara membuat:

1. Potong-potong ubi memanjang kotak-kotak.

pempek-ubi-cizkah-ummiummi1
Ini agak kebesaran irisan ubinya 😀

 

 

2. Campur dengan terigu dan garam. Dikira-kira sampai semua terigu tercampur rata dan licin.

pempek-ubi-cizkah-ummiummi1

 

pempek-ubi-cizkah-ummiummi1
Supaya gak salah paham, sendok di gambar sebelumnya itu bukan sendok makan hehe. Bisa jadi pembanding ini antara sendok makan dan sendok sayurnya. Potongan irisan ubinya jadi kelihatan ya kira-kira seberapanya.

3. Goreng

— Selesai ^^

pempek-ubi-cizkah-ummiummi1

Alhamdulillah, panganan praktis, mudah dan sehat karena dibuat sendiri bisa menjadi santapan keluarga tercinta.

Tambahan:
Panganan ini biasa disajikan di Jambi tempat suami saya.
Bahkan saat acara pernikahan, pempek ubi ini disajikan untuk sajian snack tamu para ibu-ibu.

cizkah
2 April 2015
.

Agar Buahnya Tak Rusak

Hama dan penyakit sering menyerang  jahe merah, kudu alias wajib kita ketahui pada saat kita memutuskan mencoba budidaya tanaman ini.  Serangan hama dan penyakit sedapat mungkin kita cegah, karena ini adalah cara yang terbaik.  Namun apabila serangan terhadap tanaman sudah terlanjur terjadi, setidaknya ada usaha dan cara untuk menanggulanginya.


Ini adalah kutipan yang saya dapat dari sebuah website tentang tanam-menanam. Lihatlah ungkapan yang saya cetak tebal. Betapa seorang yang bergelut di bidang tanam menanan sangat memperhatikan tanamannya. Kata-kata itu sebenarnya segaris dengan hal yang perlu kita lakukan saat kita sedang membimbing buah hati.

Bagaimana maksudnya?

***

Mendidik anak adalah perjuangan. Apalagi jika menginginkan anak itu menjadi anak yang salih. Anak yang bisa menjaga ketakwaan dirinya. Bahkan setelah kita tak ada lagi di dunia ini. Menjadi bekal bagi kedua orang tua.

Belum lagi jika kita sebagai orang tua ingin menghantarkan anak kita ke tingkatan tertinggi di dalam surga. Rasanya memang tak mungkin jika badan ini kemudian mendapatkan itu dengan bersantai-santai. Lalu apa bedanya kita dengan mereka yang dijadikan dunia dan isinya indah namun terhempas dalam nestapa di akhirat nanti?

Tingkatan tinggi yang saya maksud tadi adalah apa yang dikabarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita, bahwa seorang penghafal Qur’an, akan menaiki tangga sesuai bacaan (hafalan) yang dimilikinya*. Semakin banyak hafalannya tentu semakin tinggi tingkatannya. Bahkan bagi yang telah sempurna menghafalkannya, dapat memberikan mahkota kepada kedua orangtuanya.

Antara Asa dan Realita

Harapan tinggi itu, harus dihadapkan dengan segala apa yang ada pada seorang anak. Rasa malas, rasa ingin bermain terus, rasa ingin bersenang-senang. Jika membiarkannya, tentu saja mudah. Hidup mungkin jadi lebih santai.

Saat saya sedang terpuruk dengan rasa ketidakberdayaan, saya terus berpikir, bagaimana dan bagaimana. Namun saya tidak ingin kehilangan asa itu. Saya tidak ingin kalah. Apakah saya sudah cukup berdoa? Apakah saya sudah berusaha semaksimal mungkin? Apakah saya sudah bertawakal dengan baik kepada Allah?

Tiba-tiba saja, entah kenapa saya teringat kepada pak petani.

Lalu saya tersadar bahwa saya masih jauh dari pak petani. Saya salah ketika mengharapkan “tanaman” itu tumbuh dalam semalam. Saya sedang dalam masa merawat dan menjaga. Agar hasil dan buahnya nanti baik dan tidak rusak.

Belajar dari Pak Tani

Pak petani, tentu berusaha dengan sepenuh hati. Agar tanamannya tumbuh dengan baik. Diberi pupuk, dijauhkan dari hama. Di sisi lain, tak ada yang dapat tahu apa yang terjadi besok dengan tanaman yang ia tanam. Maka ia bertawakal kepada Allah sepenuhnya. Bukankah Allah sudah berjanji, siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan cukupkan baginya?

Perenungan itu menghibur dan menyadarkan saya. Bahkan saya sampaikan dari hati ke hati kepada anak saya yang telah berusia 8 tahun itu.

Kita ingin menjadi salih, maka harus berusaha. Dirawat, di siram, diberi pupuk, dijaga dari gangguan, dijauhkan dari sesuatu yang menyakiti dan berbahaya.

Pak petani, akan menghilangkan rumput-rumput di sekitar tanamannya. Ia kecil-kecil, tapi biasanya banyak. Ini membahayakan. Menyerap sari-sari yang seharusnya bisa diserap oleh tanaman utama. Bisa merusak hasilnya sebagiannya atau bahkan seluruhnya.

Ia akan menjaga tanamannya dari hama. Diusirnya jauh-jauh.

Maka jika diterapkan kepada anak kita, semua usaha tersebut bisa kita terjemahkan seperti ini.  Gangguan tentu akan selalu ada, bahkan banyak (rumput-rumput kecil). Maka kita harus sabar menguranginya, satu persatu, agar hasilnya nanti tak sampai rusak. Bahkan jika ada gangguan besar yang membahayakan dan berpengaruh besar, semisal kawan yang buruk, lingkungan yang buruk, maka kita harus segera menjauhkan anak kita dari hal tersebut. Ini demi kebaikan mereka sendiri di masa mendatang.

Maka mari Bunda salihah, kita bersabar, berdoa dan terus menjaga buah hati kita. Jangan menyerah dan jangan putus asa. Yang kita inginkan adalah anak salih. Buah yang baik. Semoga Allah selalu menjaga anak-anak kita dan kita dimudahkan untuk menjaga anak kita. Aamiin ya robbal ‘alamiin.

Oleh: cizkah ummu ziyad
Artikel: ummiummi.com

 

 

Tips Ketika Prahara Rumah Tangga Melanda

Diam kata orang adalah emas. Belum lagi ada hadits yang menyatakan bahwa berkata baik atau diam. Atau bisa dibilang, kalau mau bicara yang jelek-jelek -apalagi tentang suami- lebih baik ga usah aja, diam saja.

Namun, yang terjadi biasanya saat prahara rumah tangga, kecenderungan seorang wanita adalah ingin berbicara. Ingin membela diri. Ditambah lagi…ketika tak sampai rasa hati kepada suami, akhirnya untuk mendukung perasaan bahwa dia adalah yang paling benar, ingin saja ditumpahkannya cerita segala “salah”nya suami dan betapa “benar”nya dia sebagai istri kepada orang lain – baik itu teman ataupun orangtuanya sendiri-.

Ada dua tips untuk ibu-ibu salihah agar prahara tersebut tak makin membesar, yaitu diam dan tak diam. Prahara rumah tangga memang bertingkat-tingkat. Namun seringkali, yang kecil-kecil bisa menjadi besar dan memalukan karena perkara diam dan tak diam ini. Merugi rasanya jika sebenarnya perkara itu karena sekadar lantaran sang suami yang letih atau istri yang sedang dalam masa PMS (pre menstrual syndrom). Tapi kemudian masalah – kecil yang menjadi besar itu – diketahui segelintir sahabat yang kemudian menyebar ke sahabat si sahabat. Atau akhirnya menjadi bahan yang membuat martabat suami jatuh di depan orang tua kita sendiri.

Diam

  • Diam saat suami melepaskan emosinya adalah hal yang lebih tepat dibandingkan terus menjawab dengan perasaan dan logika apapun dari seorang perempuan. Jika memang perlu berkata menerangkan, maka terangkan dengan santun dan baik. Jangan berkata yang hanya menimbulkan pertentangan dan menambah runyam keadaan.
  • Diam menahan diri untuk tidak membuat “pengumuman” dalam bentuk apapun di social media. Mungkin zaman dulu, tidak perlu ada poin ini. Namun kini, di saat ada facebook, twitter, instagram, whatsapp dan lain-lain terbentang lebar menggoda seseorang untuk melontarkan segala apa yang ada di otak dan perasaannya sebagai bentuk luapan kekesalan – yang tidak pada tempatnya -, poin ini menjadi begitu penting.

Tak Diam

Jika terus berdiam diri hanya akan menambah kesempatan setan untuk menjejalkan berbagai hal buruk tentang suami dan masalah yang kita hadapi, maka Anda bisa tak diam dengan melakukan hal berikut.

  • Ambil wudhu, sholat atau bacalah Qur’an.
  • Mainlah dengan anak-anak dengan aktifitas yang “lepas” dan menyenangkan. Meniup gelembung sabun, bermain siram air atau hal lainnya yang membuat anak-anak tertawa bahagia -, maka semoga Anda pun menjadi bahagia -. Syukurilah nikmat itu.
  • Bicaralah dengan kawan-kawan Anda. Bukan..bukan untuk curhat masalah yang sedang terjadi di rumah tangga Anda. Tapi untuk berbincang ringan. Berbagi manfaat.Hal ini insya Allah juga akan meredakan rasa sesak di dada. Membuat pikiran Anda lebih terbuka.Curhat tentang masalah prahara rumah tangga bisa jadi malah menambah sesak karena Anda tak mendapatkan solusi positif dari permasalahan – yang sebenarnya anda dan suamilah yang paling tahu letak masalahnya dan sebenarnya bisa mencari solusinya -.Dengan curhat, bisa jadi yang bertambah malah kebencian kepada suami Anda – , membuka aib suami atau rumah tangga. Dan jika curhat itu kepada orangtua, maka hal itu bisa mengurangi rasa cinta dan kepercayaan dari orangtua kepada suami Anda.

Maka jika prahara rumah tangga melanda, yuk endapkan dulu baik-baik masalah tersebut. Biarkan air yang keruh kembali jernih. Coba selesaikan masalah itu terlebih dahulu berdua bersama suami. Jangan buru-buru “mengumumkan” persoalan rumah tangga – yang tidak ada keluarga manapun bebas darinya -. Semoga Allah memudahkan kita bersama suami terus saling menasihati dan membangun ketakwaan kepada Allah Ta’ala.

Oleh: cizkah ummu ziyad
Artikel: ummiummi.com
.

 

Bed Time Hadits Yuk!

Ada bed time story, kita bikin saja bed time hadits :).

Sampai saat ini, salah satu cara yang kami gunakan untuk menyampaikan hadits kepada anak secara menyenangkan adalah membacakannya saat akan tidur.  Tentu saja banyak juga moment lain yang kita bisa manfaatkan saat kegiatan sehari-hari. Karena pada dasarnya, semua amalan yang berkaitan dengan ibadah membutuhkan hadits sebagai dalil yang sahih.  Sehingga amalan itu jelas sesuatu yang diperintahkan oleh Nabi  sehingga bisa bernilai ibadah.

Sayangnya, kami sebagai orang tua juga belum banyak menghafal hadits secara teksnya. Dengan adanya bed time hadits ini, kita bisa membacakan lafal hadits yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta artinya. Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan hadits yang sebenarnya ujung-ujungnya juga akan bercerita :).

Contohnya adalah salah satu hadits yang kami bacakan di bawah ini:

 

bed time hadits

 

Biar Thoriq memperhatikan, malam itu saya bantu dengan menggambarkan 2 tokoh anak. Si A dan si B. Kalau anak A mencela orang tua B, biasanya yang terjadi anak B akan mencela pula orang tua si A. Jadilah ini yang dinamakan mencela kedua orang tuanya sendiri.

bed time hadits
Gambar saya yang di atas, kemudian dikembangkan oleh Ziyad jadi seperti sebuah peperangan antar kelompok karena masing-masing person punya orang-orang yang membelanya. Sounds familiar eh? hehe…

Buku Hadits untuk Anak

Judul buku: Rasulullah Teladanku

Penerbit: Gema Insani Press
Penyusun: Dr. Ahmad Luthfi Fathullah MA

rasulullah-teladanku-cizkahcom-ummiummicom
Tampilan depan dan salah satu halamannya. Yang hadits tentang jangan mencela orang tua juga dari buku ini,

bed-time-hadits-gema-insani-press
Daftar Isi. Hadits-hadits tersebut dikelompokkan menjadi 3 Bab.

Hadits-hadits dalam buku ini dikelompokkan menjadi 4 bab.
Bab 1: Sayangi Sesama
Contoh haditsnya adalah tentang:

  • Berakhlaq Mulia
  • Orang Penyayang Disayang Allah
  • Menyayangi Adik dan Menghormati Kakak
  • Tidak Menghina Orang
  • dst

Bab 2: Aku Anak Muslim

  • Muslim Pasti Masuk Surga
  • Muslim Tidak Kekal di Neraka
  • Sesama Muslim Bersaudara
  • Cinta Sesama Muslim
  • Berkatalah yang Baik
  • dst

Bab 3: Aku Bisa

  • Ilmu Memudahkan Jalan ke Surga
  • Kewajiban Menyebarkan Ilmu
  • Jawablah dengan Ilmu
  • Keutamaan Seorang Ulama
  • Menyukai Kebaikan
  • dst

Bab 4: Generasi Qur’ani

  • Keutamaan Belajar Al-Qur’an dan Mengajarkannya
  • Al-Qur’an Bacaan Mulia
  • Perumpaan Orang yang Tidak Menghafal Al-Qur’an
  • Keutamaan Membaca Al-Qur’an
  • dst

 

Judul Buku: Aku Anak Baik

Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
Penyusun: Abu Nadifa

bed-time-hadits-aku-anak-baik-pustaka-alkautsar
Cover buku dan daftar isi buku “Aku Anak Saleh”

Contoh tampilan isi. Memang tidak semuanya isinya benar-benar hadits :). Karena Al-Qur’an dan Sunnah (hadits nabi) memang sumber landasan kita beramal salih.

bed-time-hadits-aku-anak-baik-pustaka-alkautsar2

bed-time-hadits-aku-anak-baik-pustaka-alkautsar3

 

 

 

Judul Buku: 42 Kisah Pilihan Hadits Arba’in untuk Anak

Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
Penyusun: Muhammad Yasir, Lc

Buku hadits mengadopsi hadits-hadits yang terdapat dalam kitab yang berisi 42 hadits karya imam An-Nawawi.  Seorang ulama yang juga menulis kitab yang sangat bermanfaat dan kita kenal, yaitu kitab Riyadush Shalihin.

Dalam buku Hadits Arba’in untuk anak-anak, selain terdapat hadits, juga terdapat kisah yang dialami oleh Rasulullah dan para sahabatnya yang masih berkaitan dengan hadits yang dibahas. Pun setelahnya juga diberikan pesan-pesan moral untuk anak sebagai pembaca.

bed-time-hadits-arbain-pustaka-alkautsar

bed-time-hadits-arbain-pustaka-alkautsar2

 Catatan:
Hadits yang disampaikan ke anak dan patut dijadikan dalil adalah hadits-hadits yang sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. In sya Allah buku-buku yang kami tampilkan di sini memuat hadits-hadits dan kisah-kisah yang sahih – sebagian besar dibawakan oleh Bukhari dan Muslim -.

Oleh: cizkah
Artikel: ummiummi.com
22 Maret 2015

Ternyata Berarti Bagi Mereka

Cerita tentang Khodimah (aka ART atau yang sering disebut sebagai pembantu)

Dulu, pernah aku seringkali mengharapkan ada ART. Melihat fulanah enak sepertinya bisa senggaang mo ngapa-ngapain. Apalagi kalau anaknya disekolahin. Kayanya waktu luang jadi seperti waktu masih gadis aja. Sedangkan aku, anak-anak homeschooling dan masih dengan tanggung jawab lainnya.  Dalam bayanganku, punya ART berarti enak :D.

Ternyata Allah berikan rezeki punya ART pas hamil Luma kemarin. Kita sebut namanya mba N. Karena pengalaman sebelum-sebelumnya yang kalo aku hamil itu, tenaga kaya tinggal 20% hehe. Tapi, menjelang Luma lahir, aku udah minta ke abang, untuk stop saja. Aku mulai tidak nyaman dan merasa tidak mengenal dan “menguasai” medan rumah. Waktu itu tugas utama mba N memang membantu cuci piring, setrika, jemur baju dan bersih rumah. Mencuci baju, masak dll masih aku kerjakan sendiri. Tapi lama-lama aku seperti kehilangan privacy. Mau tidur mesti mencocokkan dengan datangnya mba N -apalagi waktu itu lagi hamil. Plus aku jadi banyak gak tahu letak barang :D. Ini sesuatu yang penting banget bagi aku. Kemudian qodarullah, ada alasan lain lagi yang membulatkan kami berdua untuk berhenti meminta bantuan mba N. Waktu itu usia Luma sekitar 3 bulan. Ziyad dan Thoriq tentu saja masih di rumah, belajar bersamaku. Jadi sekitar setahunan aku menikmati keberadaan ART.

Ternyata punya ART tidak membahagiakanku sebagaimana yang aku pikirkan waktu dulu.

Aku jadi merasakan bahwa ga ada ART itu juga membahagiakan. Bisa cuci piring sampai bersih berkilat itu menyenangkan. Bisa mengatur kembali semua barang-barang dan lain-lainnya itu menyenangkan.

Baca selengkapnya Ternyata Berarti Bagi Mereka

Jual Poster Perkalian, Bonus Versi Siap Print Gratis Ukuran A4

Karena Ziyad sudah kelas 2, sudah menghadapi pelajaran perkalian. Akunya juga sadar, di poster sebelumnya ada kesalahan yang aku buat.

Alhamdulillah, seiring perjalanan waktu, jadi sadar gimana sih poster perkalian yang lebih cocok untuk anak-anak in sya Allah. Untuk memudahkan, di setiap kolom perkalian ada judul jelas angka perkalian berapa. Jadi misalnya anak lagi nyari 4 x 7. Ayo coba cari di perkalian 4. Langsung bisa lebih mudah ke kolomnya.

Dan jadilah versi terbaru dari poster perkalian ini.

Yang dijual yang ukuran A3+ seperti ini ya (33cm X 48cm). Harga Rp 15.000 R 12.000

poster perkalian - jual poster perkalian - gratis download poster perkalian

Untuk versi gratis ukuran A4 bisa didownload di [download id=”40″].

*

It Can Be Sooo Complicated…

Pekerjaan rumah tangga itu…satu haaal aja…bisa jadi complicated pelaksanaannya. Makanya mungkin bagi orang yang belum mengalaminya atau mungkin ada juga para suami yang kemudian menganggap, ‘perasaan gampang deh, kalo aku kerjain’, ‘cuci piring kan gitu aja…’, ‘itu aku lihat kalo pembantu yang kerjain ko cepet banget ya..berarti kan gampang’. Daan berbagai keraguan bahwa pekerjaan rumah tangga itu…bisa jadi complicated, butuh kesabaran tinggi, perjuangan…dan tentu saja yang paling utama…butuh banget pertolongan Allah.

Satu contoh aja nih…jemur baju kaya yang kemarin aku alami.

Jemuran kali itu itu, sudah  dua hari melambai-lambai diterpa angin. Itupun jemuran hasil dua kali mencuci. Jemuran itu memang posisinya di dalam teras. Cuma sudah dekat sekali dengan tepi atap. Plus lagi ternyata ada beberapa baju yang sempat dijemur abang di samping rumah.

Di dalam rumah, ada seember besar cucian yang sudah mesti dijemur.

Rencananya…

Kalau dengan pikiran “gampang” sih ya udah ambil aja tuh jemuran di luar terus jemur yang baru kaan?

Kenyataannya…

Baca selengkapnya It Can Be Sooo Complicated…

Belum Tamyiz…

Suka lucu kalau ngobrol sama Thoriq. Dari sisi dia yang suka kontroversi…kita bilang kanan…dia bilang kiri. Kadang pake gak nyambung juga…udah gitu tetep dilanjutin.

Pagi-pagi bangun nyamperin kita di kamar. Aku lagi nenenin Luma. Dia dipeluk-peluk sama abinya sambil tiduran.

Terus sampai ke pembicaraan,
Ummi: “Temen ummi ada yang anaknya sakit cacar..”

Thoriq: “Apa Mi? Cadar?”

U: “Bukan…caacarrr…itu lho sakit yang mirip kaya Thoriq dulu. Gatal…ada airnya…tapi kalo Thoriq flu burung…apa flu singapur ya?”

T: “Burung? Terbang kaya kupu-kupu itu ya…wiii wii…wii ( kaya suara robot terus tangannya bentuk kaya sayap kupu-kupu sambil ngepakin sayap.”

Gak nyambung atuh Thoriiq…jauh bener arah pembicaraannya.

Baca selengkapnya Belum Tamyiz…

Buku Pelajaran Homeschooling Ziyad Kelas 1 SD

Ziyad mulai kegiatan homeschooling untuk tingkat SD kelas 1 sekitar bulan Desember 2013. Waktu itu aku lagi hamil Luma 7 bulan. Alhamdulillah waktu ke Toga Mas, buku paket serta LKS tersedia. Untuk LKS, yang tersedia hanya untuk semester 2. Mungkin karena memang pada saat itu sudah mau pergantian semester kedua. Jadilah kami membeli buku-buku paket dan LKS untuk semester 2 kelas 1. Beberapa buku memang ada yang untuk satu tahun ajaran.

Cerita kegiatan homeschooling Ziyad – terutama pas awal-awal – in sya Allah di tempat lain ya hehe. Postingan kali ini biar fokus bahas tentang buku.

Mungkin ada yang bilang bahwa semua buku pada dasarnya sama aja. Alasannya, karena pada dasarnya materi yang dibahas di buku sama. Nah..kalau aku tapi tipikal tetep yang pilih-pilih…lihat isi…dll. hehe.  Karena ngerasain aku yang nyampein ke Ziyad, jadi bisa kerasa kalau gak semua buku sama walaupun isi bahasannya ya sama. Lebih berasa lagi karena antara kelas 1 dan kelas 2 kurikulum yang kita pake beda, buku pelajarannya juga beda-beda.

Baca selengkapnya Buku Pelajaran Homeschooling Ziyad Kelas 1 SD

Proses Hafalan Qur’an Ziyad Saat Ini

Aku kasih judul pake waktu “saat ini” karena proses hafalan Ziyad itu beda-beda dari waktu ke waktu. Dari caranya…dari waktunya.

Semuanya butuh proses. Proses mengenali kemampuan anak. Proses membiasakan anak. Proses mengenali waktu yang tepat (untuk anak dan akunya hehe). Mendapatkan cara yang tepat.

Menghafal kan butuh kesabaran. Kesabaran dari yang menghafal…sama yang mengajar. Jangan sampai nanti lagi sama-sama kondisi perut mulai perih, tapi masih hafalan. Aduh..isinya bisa derai air mata dan nada tinggi 😀 (based on my own experience hehe).

Baca selengkapnya Proses Hafalan Qur’an Ziyad Saat Ini

Tips Agar Badan Fit dan Tidak Mudah Malas untuk Para Ibu

Karena Malas Bukan Solusi

Malas bukan solusi. Bayangkan, seorang ibu yang pada umumnya dalam satu waktu mengerjakan berbagai hal; memasak, sambil mencuci piring, diselingi mencebok si kecil daaan seterusnya. Jika malas, apa yang terjadi. Banyak pekerjaan yang terbengkalai. Tadinya malas karena banyak kerjaan, ternyata kerjaannya tidak selesai dengan malas hehe.

Tapi badan ini rasanya kok lemas terus. Gak kuat.

Nah…kalau cara ilmiah, semacam tidur di awal waktu, cukup istirahat, makan yang bergizi tetap merasa lemah…simak tips di bawah.

Tips Agar Badan Fit dan Tidak Mudah Malas untuk Para Ibu

Pertama:

Tentu saja berdoa. Ada doa-doa khusus yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lafalnya secara khusus menyebutkan meminta perlindungan dari sifat malas.

Misalnya doa ini.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

Ya Allah Subhanahu wa Ta’ala , aku berlindung kepada Engkau dari kelemahan, sifat malas, sifat pengecut, bakhil, pikun dan siksa kubur. Ya Allah Subhanahu wa Ta’ala, anugrahkan kepada kami ketaqwaan jiwa. Sucikanlah, Engkau adalah sebaik-baik dzat yang mensucikannya. Engkau adalah pelindung dan penjaganya. Ya Allah Subhanahu wa Ta’ala, aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak pernah khusyuk, jiwa yang tidak pernah puas dan doa yang tidak dikabulkan. (HR. Muslim no: 2722 dikutib dari fiqh al ad`iyah wa al adzkar)

Bagian minta dihindarkan dari lemah adalah pada kata “minal ‘ajzi” dan dari rasa malas adalah di kata “minal kasali”…tapi doa di atas terlalu bagus – bagi saya – untuk dilewatkan satu kalimatpun. Jadi, sambil minta dijauhkan dari rasa lemah dan rasa malas…kita juga minta hal-hal baik pengiringnya.

Berikut tulisan doa tersebut dalam bentuk gambar yang sudah dibagi menjadi tiga bagian untuk memudahkan menghafalkannya.

doa-terhindar-malas-lemah-pelit-jompo-pikun
doa-berlindung-dr-keburukan-hati-jiwa
doa-minta-kesucian-jiwa-yufidcom

Kedua:
Berdzikir sebelum tidur; Allahu Akbar 34x, Alhamdulillah 33x dan Subhanallah 33x.

ٍRasa malas saat hendak mengerjakan pekerjaan bisa jadi dikarenakan kondisi fisik kita yang lemah atau memang letih.

Fatimah, putri kesayangan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga seorang ibu. Rasa letih pun yang dirasakan oleh Fatimah radhiallahu ‘anha. Ia pernah mengadukan kesulitannya pada nabi dan berharap bisa mendapatkan budak untuk membantunya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata memberikan tips ini sebagai gantinya – alias beliau tidak memberikan budak kepada Fatimah rodhiallahu ‘anhu -. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam sengaja mengunjungi Fatimah dan Ali rodiallahu ‘anhum untuk memberitahu tips ini,

Maukah kutunjukkan kalian kepada sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta?” tanya beliau. “Jika kalian berbaring di atas tempat tidur, maka ucapkanlah takbir (Allahu akbar) 34 kali, tahmid (alhamdulillah) 33 kali, dan tasbih (subhanallah) 33 kali. Itulah yang lebih baik bagi kalian daripada pembantu yang kalian minta.” lanjut Nabi (HR. Bukhari dan Muslim).

Faidah dzikir ini bisa dibaca lebih lengkap pada artikel ini

Ketiga:
Rasa malas juga bisa muncul karena kita merasa kita melakukan itu dengan fisik badan kita dan kemampuan kita seorang diri. Ini kesalahan. Seharusnya kita tidak menyandarkan semuanya pada diri kita sendiri. Tapi serahkan pada Allah.
Saya sering mengingatkan diri saya pribadi dengan doa ini. Segala hal yang kita lakukan sangat butuh pertolongan Allah. Seringkali saat bangun dari tidur kemudian melihat semua pekerjaan rumah tangga, tugas-tugas lain dan amanah-amanah yang bertumpuk di depan mata; rasanya di hati ini sudah ada semburat kepanikan, “Aaa…gimana ni nyelesein semuanyaaaa!”

Tapi cepat-cepat saya ingatkan dengan doa ini, in sya Allah hati langsung menjadi tenang. Apa sih doanya?

Yuk di hafal juga.

doa-dimudahkan-urusan

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.

“Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (HR. Al-Hakim Shahih dlm. At-Targhib wat Tarhib 1/273.)

Oleh:  cizkah ummu ziyad
Artikel ummiummi.com

2 Channel Resep Masak yang Mudah untuk Keluarga

Hampir semua ibu suka masak. Ada pula yang kemudian anak-anaknya juga suka masak. Beberapa keluarga bahkan mencari buku resep yang mudah dipraktekkan untuk anak-anaknya.

Dua channel berikut – menurut penilaian  kami – masuk ke semua kriteria yang baru disebutkan. Ditambah lagi, video-video pada channel ini bisa menjadi alternatif tontonan “sehat” untuk anak-anak. Karena tidak ada unsur aurot wanita yang biasa terjadi pada acara masak lainnya.

Dapur Umami

Resep-resep masakan di channel ini in sya Allah sangat mudah. Bisa dipraktekkan oleh sang ibu…maupun sang anak. Bahan-bahan yang dibutuhkan biasanya sudah disajikan di bagian depan. Semuanya jadi terlihat sederhana dan mudah. Membuat orang yang melihat ingin segera mencoba resep yang disajikan.

 

Dapur Bujang

Nah..channel yang satu ini di”temukan” oleh anak pertama saya yang juga suka dengan video acara memasak. Pemateri adalah orang berkebangsaan Malaysia. Karena saya tidak tinggal di Malaysia, saya hanya menebak-nebak bahwa video-video yang ada juga disajikan di stasiun televisi di sana.

Yang menarik, adalah gaya bicara dan kosakata sang pembawa acara  yang banyaak sekali kemiripannya dengan suami saya yang berasal dari Jambi. Jadilah acara ini semacam acara tontonan keluarga. Mungkin karena pada dasarnya Malaysia dan Indonesia berasal dari satu rumpun. Kalau ditanya kue 8 jam, orang Melayu mana yang tidak tahu. Kalau ditanya kue Lemang…siapa yang tidak tergiur mendengarnya. Yang bukan orang Melayu, mungkin tidak tahu, sebagaimana saya dulu juga tidak tahu :D.

Resep yang disajikan juga in sya Allah mudah. Dari namanya juga bisa ditebak. Resep-resep yang disajikan, pada dasarnya untuk para bujang. Ini adalah bahasa yang umum digunakan – di daerah suami – untuk menyatakan seorang laki-laki.

Hayo…siapa yang suka masak sotong? ^^

***

Oleh: cizkah
Artikel ummiummi.com