“Adek Pokoknya Istirahat aja”

Hm hmm…kehamilan kali ini, qodarullah, banyak ujiannya ^^ alhamdulillah ‘ala kulli haal…
Tapi mudah-mudahan semuanya tetap berakhir baik, baby lahir sehat, normal, jadi anak sholeh/sholehah, dan akunya juga sehat, bisa ngasuh dan didik dia sampai besar…aamiiin.

Dua minggu setelah pendarahan kemarin, hari Ahad itu, karena udah lama gak kemana-mana juga, seperti biasa, beresin dan bersihin rumah merupakan alternatif refreshing buat aku. Soalnya kalo udah liat rumah bersih, rapi, wangi, perasaan aku juga jadi seneng, ada kepuasan tersendiri (ya tau deh yang melankolis sejati plus koleris hampir sama rate-nya).

Baca selengkapnya “Adek Pokoknya Istirahat aja”

Ingin Tertawa dan Menangis…

Kejadiannya tadi malam, di usia Ziyad 3 tahun kurang 8 hari. Masya ALlah, rasanya bahagia, seneng, campur aduk. Ziyad tiba-tiba aja bisa baca al-Fatihah ngikutin aku baca dari awal sampe akhir…huhuhu…walaupun ada beberapa kalimah (kata) yang ketinggalan dan masih ngikutin aku baca, tapi ini benar-benar…apa ya…pokoknya hal yg luar biasa menurut aku, begitu pula Abang. Sampe tadi pagi pun, Abang masih ngebahas itu. Ada satu pelajaran yang pentiiingg banget yang aku makin sadari dari kejadian ini. Insya Allah di akhir ya, biar kita sama-sama merasakan hikmah dan pelajaran penting itu.

Baca selengkapnya Ingin Tertawa dan Menangis…

Pendarahan…

Pendarahan

^^ Judulnya ngeri ya hehehe…

Iya nih, qodarullah hari Ahad kemarin, pendarahan. Padahal baru selang dua hari dari periksa terakhir. Hari Jumat kan aku posting2 tentang sakit flu dsb dsb. Hari Ahad itu ya masih nafas pake mulut, kepala berat etc. Qodarullah, terus pendarahan…sempet shock banget, nangis, etc. Suami juga ikutan. Soalnya bukan cuma flek, tapi darah mengalir. Karena udah ngerasain yang namanya keguguran, terus ngerasain darah ngalir yang berakhir kuret, makanya sedih banget pas kemaren itu pendarahan. Suami langsung telpon Sakina Idaman, tapi kayanya nyasar ke nomor rumahnya bu Muslimatun, soalnya kata suami, mobil ambulans yg jemput ke rumah, yang nyetir salah satu anaknya bu Muslimatun (yang hampir semuanya dokter).

Baca selengkapnya Pendarahan…

11 Week 5 Day…

Alhamdulillah, walau bikin janjinya hari ini, dan nyaris gak bisa karena udah full (soalnya dr. Detty kalo hari Jumat cuma ba’da ashar sampe sore, pokoknya dibatasin banget pasiennya), akhirnya bisa juga dapet nomor periksa. Pas di telpon, ibu yang njawab, nanya, ada keluhan gak (maksudnya kan kalo ada keluhan yang parah, masa mesti nunggu dua hari baru bisa periksa ke bu Detty). Dan of course, aku jawab adaaaa….pileknya gak sembuh-sembuh.

Iya ini, qodarullah, pilek udah hampir 4 minggu deh, alias sebulan. Kemaren, pas udah 3 mingguan, akhirnya sms dr. Detty, nanya, gimana baiknya, trus buat perkembangan janinnya bahaya gak. Akhrnya dijawab, minum panadol flu aja 3x/sehari, kalo 3 hari gak sembuh diperiksain. Dan suami waktu itu gak langsung beliin. Soalnya aku udah kebanyakan makan obat, ya itu vitamin, ironyl yg dari dr. Muzayanah, trus mylanta juga. Akhirnya, setelah aku bener2 drop, bersin2 gak berhenti2 dan ya pokoknya tambah parah, baru dibeliin, dan dari apoteknya dibilangin, kalo ibu hamil, minumnya 2x/sehari aja, siang sama malam. Baiklahh….

Baca selengkapnya 11 Week 5 Day…

Ziyad, Tiga Tahun Kurang Satu Bulan (35 Bulan)

Huhu…akhirnya nulis lagi tentang Ziyad. Terakhir pas 2 tahun 9 bulan kalo gak salah ya. Sebenernya banyaaaaaaaak banget yang pengen ditulis, dan itu selalu ada aja setiap bulan perkembangan terbarunya. Tapi pengennya sebenernya ditulis selengkap-lengkapnya sama cerita-cerita lucu berkaitan dengan perkembangan si bujang satu ini. Tapi, menulis itu (hal lainnya juga kali ya), kalo menunggu sampai sempurna duluan, ternyata malah gak jadi-jadi. Oh ini berarti jangan di contoh *merunduk lesu*.

Baiklah *menyingsingkan baju*, mari kita catat perkembangan bujang satu kita ini.

Perkembangan Bahasa

HUWAAA!! Tau gak kalo anak umur empat tahun itu akan bertanya sebanyak 400 berapaa gitu dalam sehari. Pas baca tweet itu, aku langsung komen, “Kayanya Ziyad baru tiga tahun udah kaya gitu deh.” Hihi. Kalo yang pernah lihat film pendek cuma berapa menit yg dibikin sama negara mana itu, yang bapaknya nanya, “Itu burung apa?” Sampai beberapa kali, trus anaknya lama-lama marah, akhirnya bapaknya ngasih catatan pas dia masih kecil, dia juga nanya seperti itu berkali-kali, tapi bapaknya gakkk pernah marah. Konsep ini akhirnya diadopsi sama iklan Petronas yang tahun berapa, tapi kalo di iklan Petronas, ibunya yang nyatet gimana anaknya nanya berkali-kali. Oh, dan ternyata itu memang bagian dari perkembangan anak-anak tooh…

Baca selengkapnya Ziyad, Tiga Tahun Kurang Satu Bulan (35 Bulan)

Memiliki Anak adalah Anugrah

Akhir-akhir ini, di saat berpayah-payah di trimester pertama, banyak hal-hal yang membuat aku “tersadar” untuk semakin bersyukur walaupun si abang juga tak henti-hentinya mengingatkan aku untuk bersyukur dengan anugrah kehamilan ketiga yang sampai sejauh ini baik-baik kondisinya alhamdulillah.

Baca selengkapnya Memiliki Anak adalah Anugrah

Trimester I Kehamilan Itu…

Buat yang belum tahu, “Iya aku dah hamil lagi alhamdulillah!” ^^
Ini adalah kehamilan ketiga yang seharusnya ditunda selama satu tahun sejak kuret bulan Oktober tahun lalu (2009). Alhamdulillah, Allah memberi rezeki ini jauh lebih cepat dan alhamdulillah sejauh ini perkembangannya juga baik insya Allah.
Baca selengkapnya Trimester I Kehamilan Itu…

Belum Hafal Al-Qur’an

Catatan usia 2th 10 bln (sambungan yg baca iqro)

Lanjut yang tadi, kenapa analisaku dia adalah pebelajar visual, ya karena lancar itu mengingatnya dari apa yang dilihat. Sedangkan ngajarin dia dengan ditalqin surat al-ikhlas udah lama banget, belum bisa-bisa. Masi kurang mau. Baru sampe qul huallohu adad. Dia nangkep qolqolahnya dilafalin, bukan dipantulin hehehe.

Doa yang sudah dia hafal adalah doa mau tiduuur…Masih pelan2, kadang masih diingetin dikit2. Tapi insya Allah dah hafal dan bisa melafalkannya. Bis mika allahumma amuutu wa ahyaa….

Karena lancar kata “bis”, keluar kamar mandi ingetnya, “Bisnaka”, hehehe, “Ghufronaka sayangg…”.

Iqro Ziyad

Ziyad, belajar iqro, baru-baru ini. Ya…lupa sih tepatnya. Sekitar 4 bulan-an. Tapi ketika beli iqro, gak langsung belajar kaya anak-anak di TPA. Sekedar beli dulu, sekedar ngasih tau ada huruf arabic.(Ini juga pertimbangan karena Ziyad baru “lancar” bicaranya ya baru-baru ini).

Alhamdulillah, di usia Ziyad 2 tahun hampir 10 bulan ini, hari ini Ziyad sudah masuk ke huruf ر.

Baca selengkapnya Iqro Ziyad

Buah Hatiku Trauma…

Yap yap…kemungkinan besar, Ziyad mengalami trauma, pada rumah sakit, dokter dan hal-hal berkaitan dengan kesehatan itu. Supaya runtun…aku cerita latar belakang dan hal-hal sebelumnya yang terjadi dan seterusnya…

Pertama

Kami, alhamdulillah, tidak memberikan hukuman atau ancaman kepada Ziyad ketika mengarahkan atau memerintah Ziyad dengan suatu hal yang positif atau hal yang memang tidak patut utk dijadikan hukuman. Misalnya, ketika dia melakukan kesalahan, maka kami tidak memberi ancaman, “Ayo, nanti kalo gak patuh sama ummi, disuntik sama dokter lho.” Atau misalnya, “Nanti ummi suruh makan sayur lho.”  atau misalnya lagi, “Nanti ummi taro tempat gelap lho ya.”

Tidak…kami alhamdulillah tidak memberikan hal-hal semacam itu.

Baca selengkapnya Buah Hatiku Trauma…

“Jadi anak sholeh ya sayang…”

Kejadiannya setelah kejadian yang tadi…beberapa jam kemudian…

Ziyad, dari dulu termasuk anak yang sulit tidur. (Tapi pernah baca di status facebook mba Lia yang mbicarain anaknya yg sulit tidur, dan banyak ibu-ibu lain yg komentar hal yang sama, akhirnya aku baru tahu, kalau aku tuh gak sendirian).

Malam ini, seperti aku cerita barusan, aku kan dah capek banget. Gak seperti biasanya, jam 9 aku dah matiin laptop. Pingin istirahat, pingin tidur cepet. Pingin Ziyad juga ikut tidur cepet, biar dia bangun pagi, biar dia tidur siang, dan ritme kehidupan kembali normal seperti ketika kami berkomitmen utk merubah ritme kehidupan kami beberapa bulan yang lalu (dan alhamdulillah sempat berhasil).

Tapi, karena kemaren Ziyad habis sakit DB, dan kami sengaja membiarkan dia istirahat, ndak pingin bangunin dan ngeliburin dia dari sekolah selama hampir 10 harian…ritme kehidupan kembali berubah. Tidurnya jadi tengah malam, bangunnya siang, gak tidur siang, dan akan baru bisa tidur setelah tengah malam lagi.

Baca selengkapnya “Jadi anak sholeh ya sayang…”

“Cayang…”

Hum…malam ini pingin cerita-cerita….dah lama gak cerita ya…walau sebenernya pengen cerita…(kok mbulet…)

Langsung aja…Kejadian pertama yang pingin aku “catat” adalah…

Ketika malam ini, aku semakin penat, bercampur antara keadaan haid yang emang suka bikin mellow, terus jadi cepet capek, terus juga seharian ini qodarullah full banget kerjaan, cuci piring, masak, jemput Ziyad, termasuk abis itu langsung ke Indomaret di jln. Nyi Condro Lukito ituh (pake sepeda mini lho…), yang berarti pas pulang itu ngayuh sepeda, sambil bawa Ziyad di antara lalu lalang lalu lintas yang padat dan itu jalan adalah tanjakan….fiuwh….ya…intinya penat deh…kegerahan juga, ngerombak kamar Ziyad juga krn kalau malam Ziyad batuk-batuk, kayanya dindingnya bermasalah, jadi aku ubah posisi dan tata letak semua barang…nyapu2,ngepel2 seluruh rumah.

Baca selengkapnya “Cayang…”

Jangan Benci Aku Karena Sesuatu yang Mereka Lakukan

Seringkali, kita mendengar, bahwa sendal atau sepatu bagus seseorang itu hilang di masjid. Bahkan ketika orang datang untuk sholat itu, mesti menitipkan sendal atau sepatunya karena kekhawatiran ini.

Dan pun ketika sang pencuri tertangkap dan ia adalah seorang muslim, kira-kira apa yang akan muncul di benak kalian? Dengan sudut pandang bahwa pencuri itu adalah “orang Islam”.

Baca selengkapnya Jangan Benci Aku Karena Sesuatu yang Mereka Lakukan

Nyeta-in…Awalll…

Heuehehe…hayo apa ituu…

Itu adalah kalimat Ziyad yg sepertinya merasuk ke dia, jadi dia ocehin sendiri sambil main. Nadanya juga nada copy paste dari si Umm-nyah. Ceritanya beginih…

Udah sejak lama Ziyad mulai diperkenalkan dengan lafdzul jalalal Allah dan Dzatnya. Nah…kalau dulu-dulu kan cuma bisa diceritain, misalnya, “Ziyad yang menciptakan Allah.” Atau yang semacamnya. Memang untuk tahap awal, masih dalam tahap pengenalan tauhid rububiyah dulu. ^^ Nanti dengan sendirinya insya Allah pelan-pelan dia bakal tahu konsekuensi dari tauhid rububiyah itu.

Baca selengkapnya Nyeta-in…Awalll…

Insya Allah Pindah Rumah (Lagi?)

Proses keputusan, “Iyah, kita pindah aja”, gak semudah dan gak setiba-tiba ini kok. Proses berpikir dan gundah gulananya lama. Dan ketika sudah diputuskan pun, aku masih gelisah. Soalnya berkaitan dengan pengeluaran yang gak sedikit (bahkan pinjem2 : D) dengan harapan tentunya segala sesuatunya harus lebih baik dari kemarin.

Baca selengkapnya Insya Allah Pindah Rumah (Lagi?)