Akhir-akhir ini, di saat berpayah-payah di trimester pertama, banyak hal-hal yang membuat aku “tersadar” untuk semakin bersyukur walaupun si abang juga tak henti-hentinya mengingatkan aku untuk bersyukur dengan anugrah kehamilan ketiga yang sampai sejauh ini baik-baik kondisinya alhamdulillah.
Category: Islam
Jangan Benci Aku Karena Sesuatu yang Mereka Lakukan
Seringkali, kita mendengar, bahwa sendal atau sepatu bagus seseorang itu hilang di masjid. Bahkan ketika orang datang untuk sholat itu, mesti menitipkan sendal atau sepatunya karena kekhawatiran ini.
Dan pun ketika sang pencuri tertangkap dan ia adalah seorang muslim, kira-kira apa yang akan muncul di benak kalian? Dengan sudut pandang bahwa pencuri itu adalah “orang Islam”.
Baca selengkapnya Jangan Benci Aku Karena Sesuatu yang Mereka Lakukan
Masa-Masa di Ma’had ‘Ilmi
Baru aja jawab pertanyaan bu Er tentang kajian rutin yang ada di Jogja. Jadi campur aduk perasaan, pingin pindah ke Pogung hehehe. Keinget kajian sama Umi Farikhah, Anik, Siwi, Fera Rita, Athirah, Mutia Nova Abidin, Fafa waktu di ma’had ‘ilmi. Disuruh muroja’ah, dihukum berdiri kalau gak bisa jawab. Hehehe….
Hati-Hati Ketika Bermimpi
Maksud aku mimpi di sini adalah di luar mimpi tidur, dalam arti seperti angan-angan seseorang. Namun, sekarang ini makna mimpi bagi seseorang sepertinya lebih disempitkan lagi seperti menjadi cita-cita atau tujuan hidup, namun terkadang di luar jangkauan akal dan sepertinya sesuatu yang sulit sekali terjadi.
Aku akui, aku banyak belajar dari buku Hypnotic Writing-nya Joe Vitale. Tapi sebagaimana anjuran banyak ulama, ketika mengambil pelajaran dari orang kafir… adalah yang sesuai kebutuhan dan tidak bertentangan dengan syariat. Maka, aku sangat sangat dan sangat tidak setuju dengan teori dan keyakinannya bahkan dia menjadi ‘guru’ pada keyakinan tersebut, teori dan keyakinan yang dijadikan kemas dalam bentuk DVD dan buku The Secret yang dikarang oleh Rhonda Byrne.
Di Atas Langit Ada Langit
Lagi inget kalimat ini sejak kemarin. Mengingatkan diri untuk tidak sombong dan berusaha menempatkan diri berada pada posisi orang lain yang kita berikan sikap tertentu…
Kalimat ini keluar dari bocah berusia 15 -16 tahun. Waktu itu masih SMP. Aku senang membaca kalimat yang ia tuliskan di buku kelas kami. Kalimat itu ditujukan kepada seorang teman lainnya yang menunjukkan gelagat kesombongan – yang aku pikir hanya aku yang merasakannya –
Kadang…ketika aku mengira seseorang sombong, lama kelamaan aku berpikir (karena kemudian memikirkan kesalahan orang yang kuanggap sombong), “Jangan-jangan, akulah yang sombong dengan menganggap dia sombong, sehingga menganggap akulah yang benar sehingga aku merasa lebih tinggi dan paling benar.”
Karena kesombongan adalah merendahkan orang lain dan tidak menerima kebenaran… (blum bisa kasih hadits riwayat siapa, yg jelas shahih dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)
Kemana Artikel Bahasa Arab Itu…?
Pada gak nyadar ya??
Hehehe…artikel tulisanku yang judulnya “Bahasa Arab Bahasa Islam”, sedang hilang dari peredaran muslimah.or.id lho.
Kenapa?
Bukan karena isinya yang bermasalah. Jadi, ‘afwan jiddan itu tetap bukan merupakan kalimat arab yang benar, bahasa Arab itu memang benar-benar mulia, tidak ada hadits shahih yang menyatakan bahasa Arab bahasa surga, dan lain-lainnya. Hanya saja, kemarin sempat ada diskusi antara akh Satria dari badar.muslim.or.id yang juga merupakan teman suami dan teman satu tim di Penalette bersama suami dan tentu aja sama aku secara gak langsung. Berkaitan dengan kalimat yang bener dari ‘afwan itu. Sepertinya ada permasalahan berkaitan dengan nahwu dan shorof.
Setelah aku pikir-pikir, ada benarnya yang dikatakan akh Satria itu. Cuma perlu di cek ke ustadz. Akhirnya ditanyakan ke dua orang ustadz, tapi katanya belum dapat jawaban. Jadi, insya Allah mau ditanyain lagi ke ustadz Aris Munandar. Sebenarnya artikel itu memang sudah dimuraja’ah ustadz Aris. Sepertinya bagian yang ‘itu’ agak terlewat, karena memang dilihat secara kaidah, secara sepintas hasilnya benar. Tapi kalau dirunut-runut, ternyata kurang tepat.
Jadi, aku minta ke bang Hen di-unpost dulu aja, sampai dapat jawaban dari ustadz Aris insya Allah. Mohon maaf atas ketidaknyamaan tersebut.
Jangan Sampai Kita Tercatat Sebagai Pendusta di Sisi Allah
Gak usah ikutan april mop ya…
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya kebenaran itu menunjukkan kebaikan, dan kebaikan itu menunjukkan kepada surga.
Dan sesungguhnya seseorang itu berlaku jujur (benar) hingga ditulis di sisi Allah sebagai orang yang shiddiq.
Dan sesungguhnya dusta itu menunjukkan kepada fujur, dan fujur itu menunjukkan kepada neraka. Dan sesungguhnya seseorang itu berbuat dusta hingga ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.”
(HR. Bukhari – Muslim)
Judul-Judul Majalah Al-Furqon
Alhamdulillah, ini ada judul-judul majalah Al-Furqon (sebagiannya saja) yang bisa sedikit membantu di kala kita butuh referensi tentang suatu tema tertentu. (Dengan catatan ada majalahnya atau ada tempat yang menyediakan majalahnya).
Judul-judul ini tidak lengkap seluruh edisi, karena aku tidak memiliki seluruh edisi dari majalah Al-Furqon. Kemudian, untuk ketikan di bagian-bagian awal mungkin sedikit berantakan. Karena dulu awal mengerjakanya ketika masih hamil Ziyad Syaikhan (waktu senggangnya masih agak banyak, kalau sekarang mah susah ya nyari waktu senggang? hehehe). Dan kondisi hamil itu kan mudah capek. Kemarin sempat banyak juga yang tidak tertulis (sejak Ziyad Syaikhan lahir), karena proses adaptasi waktu antara mengurus anak dan hal-hal lainnya agak lama. Alhamdulillah sudah bisa aku lengkapi kemarin sampai edisi terakhir yang kami miliki.
Oh ya, tentu saja untuk lebih mudahnya lagi, majalah yang mungkin teman-teman miliki lebih baik jika diberi label. Misalnya, Edisi 10 Tahun V, yang ditempel di kedua sisi untuk memudahkan pencarian. Jadi gak perlu bongkar susunan majalah yang ada. Insya Allah kalau ada contoh fotonya aku upload di sini ya.
Silakan download di sini.
Jangan Mengejar Sesuatu yang Telah Dijamin oleh Allah
Beberapa hari yang lalu sempat mendengarkan kajian Ust. Armen rahimahullah. Alhamdulillah jadi muraja’ah berbagai hal tentang kehidupan. Salah satunya tentang rezeki dan ibadah. Di situ, ustadz mengatakan tentang bagaimana seseorang (bahkan yang telah mempelajari ilmu agama dan sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam), yang tadinya cahaya sunnah terpancar pada wajahnya, seiring dengan waktu, ia menghilang dari peredaran. Sibuk dengan urusan dunia. Tidak hadir di majelis-majelis ilmu. Dan kalimat-kalimat yang rasanya harus aku notulenkan supaya tersampaikan sebagaimana yang ustadz maksudkan.
Padahal urusan rezeki itu telah dijamin oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita cuma bisa berusaha dan tawakal. Tapi bukan kemudian ‘mengejar’ hal tersebut. Ada hal lain yang butuh diusahakan dan dikejar dengan sungguh-sungguh, yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena tidak ada yang dapat menjamin setiap amal ibadah yang kita lakukan itu pasti diterima oleh Allah. Aku jadi muhasabah deh sama diriku dan keadaan sekarang. Alhamdulillah jadi masukan berarti. Itulah pentingnya muraja’ah ya!
Alhamdulillah walaupun proyek yang kemarin rencananya ada 2, dan ternyata yang benar-benar aku kerjakan bulan ini satu buah (itupun belum dibayar :P). Yang satunya sampai saat ini gak fix karena orangnya sibuk. Yang dari surabaya terakhir ngelobi mau nyicil 4 kali terus kalau yang buat sekolah katanya mau dirapatin terus tapi sampai sekarang juga gak kasih kabar. Terus waktu kemarin bang Hen sempat cerita mau ada proyek dari Desperindag beberapa kerjaan yang nilainya lumayan besar. Aku cuma bilang, “Ah gak mau terlalu senang dulu.” Pengalaman dari kemarin, semuanya serba gak pasti. Jadi, pas dengar kabar kalau gak semuanya nanti dikerjakan Penalette, aku gak terlalu kaget atau kecewa. Kata Abu Aisya, karena peraturan dari pemerintah, untuk satu pekerjaan itu hanya boleh dikerjakan oleh satu perusahaan. Tapi belum ketahuan nanti dari Penalette bakal kebagian yang mana. Dan belum tahu juga apa aku akan diperlukan di situ. Kalau tidak berkaitan dengan desain, berarti ya engga. Hehehe…
Semoga rezeki dan usaha yang ada selama ini diberkahi oleh Allah. Semoga usaha bang Hen dan teman-teman bisa berkembang dan bisa mewujudkan cita-cita kami suatu saat. Pelan-pelan aja…
Untuk apa Hidup?
Hidup itu untuk ibadah kepada Allah lho…
Kalau melihat kehidupan di sekitar, ataupun di internet…sepertinya pada lupa. Aku sendiri juga sering jadi keterusan kalo dah connect internet (makanya lebih milih ga terlalu banyak berhubungan langsung dengan internet).
Jadi, kalo hidup itu untuk ibadah, maka jangan sampai ada yang sia-sia. Hatta waktu tidur kita. Karena semuanya kan dicatat sama malaikat, dan akan dipertanggungjawabkan dan dihitung.
Ini sebenarnya abis merenung ketika melihat bagaimana kehidupan teman2 SMA saat ini. Banyak yang berubah, banyak pula yang tidak berubah….
Ya uda ah…balik kerja lagi.
I Have My Past Away
Kemarin, aku terkejut dengan hadirnya sebuah komentar, dari seseorang di masa lalu. (Sayangnya tak dapat ku approve demi maslahatku sendiri). Tepatnya sekitar 7 tahun yang lalu. Aku hanya bertemu dengannya sekali, pada bulan Desember 2001 atau Januari 2002. Aku lupa waktu tepatnya, namun di sekitar 2 bulan itu. Aku mengingatnya karena aku dalam masa transisi dari pekerjaan lama sebagai operator warnet menjadi seorang designer graphics. Dari pekerjaan di daerah paling timur jakarta yaitu Bekasi, menuju ke daerah paling barat dari Jakarta, yaitu Bintaro.