Category: Penuntut Ilmu
Catatan Haid
Setahun lebih sedikit ini, Abang belajar dengan seorang syaikh. Syaikh Labib hafidzahullah namanya. Tadinya beliau belajar hanya berdua dengan akh Agus teman sepenuntut ilmu. Yang dipelajari utamanya adalah berbagai hal terkait fikih madzhab Syafi’i.
Baca selengkapnya Catatan HaidBelajar Nasab Nabi ﷺ
Kita kadang suka gak sadar, kalau kita ilmunya masih cupu banget. Untuk sebatas nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah anaknya Abdullah dan kakeknya adalah Abdul Muththolib secara umum insya Allah semua tahu.
Tapi aku bicara dari sudut pandang penuntut ilmu yang mungkin sudah bertahun-tahun mempelajari ini itu. Kitab ini itu. Rasanya jadi jomplang ketika gak tahu atau gak berusaha untuk menghafal nasabnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Alhamdulillah Allah bukakan kesadaran ini. Benar-benar berasa selama ini masih banyaak lalainya.
Ada sebuah cerita nyata. Suatu ketika sekumpulan penuntut ilmu selesai membahas suatu kitab. Kemudian salah seorang di antara mereka bertanya yang intinya, sebenarnya cara baca nama kakek nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu “muthollib” atau “muththolib”. Tasydidnya pada huruf lam atau huruf tho.
Seorang ada yang langsung berusaha mencari tahu dari referensi online. Seorang diantaranya lagi berkomentar dan meyakini bahwa yang benar Abdul Muthollib (yang ditasydid huruf lam). Yang lainnya berkata bahwa selama ini ia mendengar dari berbagai kajian berbahasa Arab syaikh selalu membaca dengan lafal “muththolib” (yang ditasydid huruf tho). Yang lain mengomentari, mungkin kamu salah dengar.
Sampai di situ. Selesai cerita.
Kemudian sampailah ketika beberapa waktu lalu kami mulai menyadari apa yang tertinggal dari hal yang perlu kami pelajari.
Kemudian kami sama-sama mulai menghafal. Lalu aku teringat cerita ini. Jadilah aku merasa…ada yang kurang. Apakah berarti di antara penuntut ilmu itu semuanya belum hafal nasab nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?
Rasanya akan sangat lebih menyenangkan kalau setidaknya ada salah satu yang kemudian bisa memberikan ilmunya dan membacakan, insya Allah yang benar adalah “muththolib”, kemudian ia membacakan nasab nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
‘Ala kulli haal…kalau masih belum hafal…mari kita hafalkan. Gak wajib. Tapi setidaknya kita berusaha. Bukan untuk dapat nilai ujian. Tapi sebagai salah satu bentuk kecintaan kita.
Ini adalah nasab nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara runtut.
نسبُ النبيِّ ﷺ :
هوُ َمحُمَّدٌ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ابْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ المُطَّلِبِ بْنِ هَاشِمِ بْنِ عَبْدِ مَنَافِ بْنِ قُصَيِّ بْنِ كِلَابِ بْنِ مُرَّةَ بْنِ كَعْبِ بْنِ لُؤَيِّ بْنِ غَالِبِ بْنِ فِهْرِ بْنِ مَالِكِ بْنِ النَّضْرِ بْنِ كِنَانَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ مُدْرِكَةَ بْنِ إِلْيَاسَ بْنِ مُضَرَ بْنِ نِزَارَ بْنِ مَعَدَّ بْنِ عَدْنَانَ.
Ada video dari Syaikh Sa’id Al-Kamali yang membacakan secara langsung. Sebelumnya beliau bertana siapa yang hafal nasab nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.
Supaya mudah mengingatnya, ada nadzom yang insya Allah lebih memudahkan kita untuk mengingat urutan nasab nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
منظومة تسهل عليك حفظ نسب النبي ﷺ
آبَاءُ سَيَّدِ الوَرَى عَلَى الرُّتَبْ – هُوَ ابْنُ عَبْدِاللهِ عَبْدِالمُطَّلِبْ
وَهَاشِمٍ عَبْدِ مَنَافِ بْنِ قُصَىْي – ابْنِ كِلَابٍ مُرَّةٍ كَعْبٍ لؤيْ
وَغَالِبٍ وَ فِهْرٍبْنِ مَالِكْ – وَالنَضْرُ قُلْ كِنَانَةٌ كَذَلِكْ
خُزَيْمَةٌ مُدْرِكِةٌ إِليـَاسُ – وَمُضَـرٌ نِـزَارُهُم قِيـَاسُ
ثُمَّ مَعَّدٌ بَعْدَهُ عَدْنَانُ – وَبَعْدَ ذاكَ اخْتَـلَـفَ الْأَعْـيَانُ
Kami mengikuti cara baca syaikh Amir Bahjat hafidzahullah. Syaikh Amir Bahjat masih ada keturunan Indonesia. Kakeknya dulu Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawy berasal dari Minangkabau yang hijrah ke Mekkah.
File ini sudah aku share di channel telegram cizkahcom ya (t.me/cizkahcom)
Ini Thoriq lagi ngafalin. Alhamdulillah Luma juga dari dengar-dengar juga sudah mulai hafal. Karena Ziyad juga tiap pekan pulang, alhamdulillah juga bisa segera ikutan menghafal nasab ini.
Buat yang belum yakin dengan masalah muththolib tadi, bisa lihat nadzom lainnya tentang keluarga nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku belum belajar yang ini. Jadi teksnya belum bisa aku share ya.
Ini screenshotnya di bagian Abdul Muththolib dan video bacaannya.

Alternatifnya
Semoga bermanfaat.
cizkah (@cizkah)
22 Februari 2020
Belajar dari Doktor Abdul ‘Aziz Ash-Shiini عبد العزيز الصيني
Gimana mulainya?
Kita belum akan bahas kitab-kitab atau hal-hal semacam itu.
Mungkin sudah ada yang lihat salah satu postingan aku di instagram tentang Mandzumah Abu Ishaq.
Ada kisah dan perjalanan untuk sampai ke kitab itu.
Dan ada perjalanan dan liku untuk aku sampai menyadari betapa banyak pelajaran dan semangat yang bisa muncul dari mendengarkan bacaannya doktor Abdul Aziz Ash-Shiiniy ini.
Baca selengkapnya Belajar dari Doktor Abdul ‘Aziz Ash-Shiini عبد العزيز الصينيPerjalanan Seorang Penghafal Al-Qur’an
Ziyad dan ust Abdurrohim
Walaupun cuma 3-4 kali sempat belajar sama ust.Abdurrohim, bagi Ziyad, Ust. Abdurrohim adalah gurunya.
Belajarnya juga sebentar, diajak abang. Video di atas adalah pertemuan Ziyad pertama kali dengan ust. Abdurrohim. Umurnya sekitar 6 tahun. Kelihatan agak grogi dia hehe.
Ramadhan Karim?
Kalau ada yang merhatiin, pas hari pertama puasa kemarin, logo Yufid.com berubah dan ada tulisannya Ramadhan Karim.
Alhamdulillah dapat koreksi dari ust. Aris dan jadi tambah ilmu baru. Sekarang tulisannya berubah jadi Marhaban ya Ramadhan. Udah pada tahu/sadar belum kalo…
Baca selengkapnya Ramadhan Karim?
Masa-Masa di Ma’had ‘Ilmi
Baru aja jawab pertanyaan bu Er tentang kajian rutin yang ada di Jogja. Jadi campur aduk perasaan, pingin pindah ke Pogung hehehe. Keinget kajian sama Umi Farikhah, Anik, Siwi, Fera Rita, Athirah, Mutia Nova Abidin, Fafa waktu di ma’had ‘ilmi. Disuruh muroja’ah, dihukum berdiri kalau gak bisa jawab. Hehehe….
I Have My Past Away
Kemarin, aku terkejut dengan hadirnya sebuah komentar, dari seseorang di masa lalu. (Sayangnya tak dapat ku approve demi maslahatku sendiri). Tepatnya sekitar 7 tahun yang lalu. Aku hanya bertemu dengannya sekali, pada bulan Desember 2001 atau Januari 2002. Aku lupa waktu tepatnya, namun di sekitar 2 bulan itu. Aku mengingatnya karena aku dalam masa transisi dari pekerjaan lama sebagai operator warnet menjadi seorang designer graphics. Dari pekerjaan di daerah paling timur jakarta yaitu Bekasi, menuju ke daerah paling barat dari Jakarta, yaitu Bintaro.