Memiliki Anak adalah Anugrah

Akhir-akhir ini, di saat berpayah-payah di trimester pertama, banyak hal-hal yang membuat aku “tersadar” untuk semakin bersyukur walaupun si abang juga tak henti-hentinya mengingatkan aku untuk bersyukur dengan anugrah kehamilan ketiga yang sampai sejauh ini baik-baik kondisinya alhamdulillah.

Baca selengkapnya Memiliki Anak adalah Anugrah

Insya Allah Pindah Rumah (Lagi?)

Proses keputusan, “Iyah, kita pindah aja”, gak semudah dan gak setiba-tiba ini kok. Proses berpikir dan gundah gulananya lama. Dan ketika sudah diputuskan pun, aku masih gelisah. Soalnya berkaitan dengan pengeluaran yang gak sedikit (bahkan pinjem2 : D) dengan harapan tentunya segala sesuatunya harus lebih baik dari kemarin.

Baca selengkapnya Insya Allah Pindah Rumah (Lagi?)

Mengurai Benang Wol

Hehehe…sengaja bikin judul kaya gitu, biar gak mellow banget deh.

Iya ni, lagi agak mellow. Dan pendamping hidupku sedang tak ada di sampingku. Beberapa hari ini waktu ketemunya agak jarang, atau bisa dibilang, untuk diskusi dan curhat-curhatan agak sedikit. Pekerjaan beliau dan pekerjaanku sedang bertumpuk dan banyak trouble-trouble yang harus dibereskan. Kemungkinan sampai akhir pekan ini masih akan begitu.

Mungkin beberapa orang sudah tahu aktifitas terbaru kami, beberapa lagi masih nebak-nebak, dan beberapa lagi gak peduli dan gak tahu :D.

Baca selengkapnya Mengurai Benang Wol

“Yang saya rindukan…” (?)

Sekitar pukul 19.00 wib, kami keluar dari gedung book fair  dan ternyata ada  acara bedah buku yang baru saja dimulai. Aku dan abang sempat berhenti sejenak melihat dan mendengarkan sang penulis buku – seorang pria beristri -, sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar mencari tempat makan karena hari sudah cukup larut, terutama bagi jadwal makan Ziyad.

Ketika kami menuju tempat parkir dan keluar dari area book fair, sempat terdengar pembicara kedua yang merupakan seorang wanita bersuami – dan suaminya jelas bukan sang penulis itu sendiri – berkata, “Senang bisa bertemu dengan la bla … yang saya rindukan…bla bla.”

Baca selengkapnya “Yang saya rindukan…” (?)

Still In Unproductive Status

Ada beberapa hal yang membuat seorang cizkah, beserta tulisannya dan pekerjan-pekerjaan lainnya di luar pekerjaan mengurus si abang dan si bujang berada dalam status pending ataupun kalau dikerjakan sangat tertatih-tatih dan terbata-bata. Walaupun semangat sudah menggebu-gebu di hati dan jiwa, namun apa daya. (Ini namanya qudrah -keinginan- gak sesuai irodah -kemampuan-).

Yang paling utama adalah menghadapi buah hati yang sepertinya dalam fase perubahan tingkah laku yang penuh pemberontakan, menarik perhatian dalam bentuk protes, atau protes dalam bentuk pemberontakan, menginginkan sepenuhnya perhatian dari person lainnya (terutama si Ibu), menginginkan sekedar ditemani dalam berbagai permainannya. Semuanya membutuhkan energi dan waktu yang ekstra dan ekstra serta kesabaran yang juga mesti ekstra-ekstra.

Yang kedua adalah koneksi yang supppperrr bermasalah dari TelkomFlash.

Ada satu hal yang masih aku tunggu dalam mengatasi dua hal ini yang saling berkaitan satu sama lain. Dan kemungkinan akan membawa perubahan-perubahan dalam ritme kehidupan dan kehidupan kami sendiri. Mungkin ini adalah satu lagi saat bagi aku dan orang-orang di sekitarku untuk “melompat dari satu kehidupan ke kehidupan yang lainnya”. (Ini adalah quote buatanku yang sangat dihafal (hapal?) abang).

Antara Facebook dan Twitter

Tadi baca link yang dishare @dhezign di twitter. Dan isinya kurang lebih merupakan sebab yang membuat aku lebih merasa ‘aman’ membuka twitter. (Cuma reflek ‘menulis’ utk masalah beginian masih kurang deh).

Scoble bilang tentang penggunaan twitter yang gak ada fitur comment,

“That is a HUGE advantage for controlling noise and for keeping yourself productive.”

Baca selengkapnya Antara Facebook dan Twitter

Masih Malu Dikatakan Ibu-Ibu

Kemarin ada yang review website ini * jadi malu *. Tapi disitu banyak kata “ibu-ibu”nya. Hehehe…aslinya masih suka malu kalau dibilang ibu-ibu. Jujur juga masih belum ngerasa jadi ibu-ibu sihh…Kayanya si abang juga belum ngerasa jadi bapak-bapak. Maksud ibu-ibu dan bapak-bapak disini adalah orang yang sudah berumur dengan gaya tertawa ibu-ibu dan bapak-bapak yang khas dan nada bicara yang juga khas, berirama, berwibawa etc.

Makanya kalau kami sedang keluar bersama, kemudian ada yang manggil aku “Bu.” (maklum, gak kelihatan mukanya, cuma kelihatan bawa anak), biasanya abang langsung godain atau mesti dibahas di perjalanan. “Tadi adek dipanggil, Bu ya.” Hehehe…

Dulu waktu hamil Ziyad Syaikhan mulai besar, terus jalannya udah mulai lambat dan agak melebar, abang juga suka godain, “Kaya ibu-ibu…” Heheheh…tapi sekarang suka diterusin sih, “Lha emang udah jadi ibu-ibu kan?”

Suamiku yang Jayus tapi Lucu

😛

Abis becanda lagi sore ini. ALhamdulillah…alhamdulillah…canda gurau suami istri bukan sesuatu yang sia-sia ya di dunia ini.

Ceritanya, koneksi internet lagi luambat banget dari kemarin. Hari ini lebih parah lagi. Untuk domain-domain yang pakai server indonesia, semacam ekonomisyariat, detik, klikbca gak bisa dibuka blas.

Baca selengkapnya Suamiku yang Jayus tapi Lucu

Jual Sepeda Ontel Tahun 1959

Hari ini aku membulatkan tekad untuk menjual sepeda ontel yang sebenarnya baru kubeli sekitar 2 bulan yang lalu. Sebenarnya, waktu dari awal beli sudah senang, bahkan aku harus mengayuh perjalanan yang cukup panjang dari tempat pembelian sepeda ontel tersebut sampai ke rumah.

Baca selengkapnya Jual Sepeda Ontel Tahun 1959

Kisah Hidup di Desa

Sebenarnya sudah lama mau nulis tentang ini.  Tapi karena pingin nampilin foto, malah gak jadi-jadi nulisnya. Terus jadi termotivasi lagi deh, mbaca tulisannya ini.  Kebetulan aku juga bisa dikatakan tinggal di desa, tepatnya desa Sawo Wirokerten, Bantul. Sekalian review karena keputusan terakhir tadi siang sih, kita tetap di rumah sekarang tapi minta lantainya di’benerin’. Mudah-mudahan bisa deh ya, soalnya lantai rumah yang sekarang kan belum di-aci, apalagi dikeramik. 😛 Waktu awal-awal kontrak sih masih rapi-rapi aja dilapisi karpet plastik dan ruang depan dikasih evamat banyak-banyak. Tapi sekarang karpetnya dah sekarat, jadi bikin aku males ngepel rumah :P.

Baca selengkapnya Kisah Hidup di Desa

Mencoba Menjalani Gaya Hidup Lebih Sehat

Sebenarnya, ini juga sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkaitan dengan mengisi perut. Tapi aku lagi gak bisa nyari-nyari haditsnya.

Terkadang manusia lupa karena makan hanya karena sekedar mengisi perut, biar kenyang, mengecap kelezatan dan sebagainya. Padahal lebih penting lagi adalah makan itu untuk beribadah kepada Allah dan sangat penting juga kalau makan itu bukan menjadi hal yang membahayakan diri kita sendiri. Kok bisa? Baca selengkapnya Mencoba Menjalani Gaya Hidup Lebih Sehat

Ketika Akhirnya Berpisah dengan (Tim) Penalette

Ini, sebenarnya salah satu hasil merenung kemarin. Gak nyangka juga kalau hasilnya seperti ini.

Ceritanya, kita (aku dan bang hen) banyak melakukan diskusi, intropeksi dan semacamnya. Memikirkan berbagai hal dan gagasan yang berkaitan dengan hidup, cita-cita dan juga penalette. Dan salah satu wasilah yang kami harapkan kemarin untuk mencapai cita-cita itu adalah dengan kerjasama yang ada di penalette. Sayang rapat malam itu, harus berakhir tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Asa yang kami pupuk dan berharap bisa bersemi tunasnya dari rapat tersebut malah seakan-akan tenggelam oleh banyaknya air yang tersiram. Baca selengkapnya Ketika Akhirnya Berpisah dengan (Tim) Penalette

Saatnya Merenung…

Banyak banget kejadian akhir-akhir ini yang membuat aku sedikit banyak merenung. Memikirkan hal-hal yang tadinya tidak terpikir. Atau membalikkan perspektif pikiranku yang dulunya A menjadi Z. Dan seterusnya. Mungkin itu yang membuat akhir-akhir ini aku jadi lebih sedikit melow dan lebih mudah uring-uringan. Yang lebih membuat pikiranku berkecamuk adalah, hal-hal yang mungkin jika dipadankan dengan ilmu tentang Islam yang sudah aku ketahui. Sehingga di satu sisi aku terus memikirkan berbagai hal, namun di sisi lain aku juga membatasi diriku dengan seluruh pergolakan yang ada sehingga hal yang demikian membuat pikiranku semakin terhimpit. Masalahnya bukan berarti aku menyalahkan sisi syari’at. Bukan insya Allah. Dan aku berlindung dari hal yang demikian.
Baca selengkapnya Saatnya Merenung…