Di 10 hari terakhir Ramadhan kali ini (tahun 2026/1447H), alhamdulillah Ziyad mendapat sarung lagi seperti tahun kemarin. Hadiah sarung ini adalah titipan dari salah seorang bapak di kampung sini yang disampaikan melalui takmir masjid. Aku gak paham apakah sarung itu dia dapatkan karena menjadi imam. Sarung pertama yang dia dapatkan ini, hanya dia yang menerima. Waktu itu dia udah seneng.
Beberapa hari kemudian, pulang dari sholat tarawih, dia masuk kamar sambil tertawa bahagia menunjukkan bungkusan hadiah yang dia dapatkan.
Dia sudah tahu kalau itu adalah sarung lagi.
Tapi kebahagiaannya tetap sama. Lucu.
Ternyata untuk yang kali ini, Thoriq juga mendapatkan. Semuanya dititipkan melalui takmir. Aku juga gak tahu, apakah sarung ini khusus untuk yang terlibat di kegiatan Ramadhan, semisal yang juga mengajar di TPA ataukah semuanya mendapatkan.
Poin yang aku tangkap adalah alhamdulillah anak-anak happy banget. Momen dan hal inilah yang waktu itu aku terpikir ingin simpan. Akhirnya aku rekam.
Aku jadi berpikir, betapa bahagianya bapak yang memberikan ini kalau melihat kebahagiaan yang ia berikan. Sesuatu yang diberikan di 10 hari terakhir Ramadhan.
Betapa bahagianya kalau sang bapak tahu kalau sarung yang ia berikan dipakai untuk ibadah, baik sholat, membaca Al-Qur’an.
Sang pemberi hadiah mungkin gak tahu bahwa hadiah yang diberikan itu, bisa meringankan sebuah keluarga karena tidak perlu membeli sarung lagi untuk anak-anaknya.
Semoga suatu hari nanti, anak-anak ingat momen ini dan bisa melakukan hal yang sama atau lebih baik lagi insya Allah.
cizkah
Jogja, Senin 30 Maret 2026
4.50 sambil jeda menunggu
sholat Subuh bareng Luma

