Malas…

Kita ubah yuk,
Kata malas, menjadi kata lainnya…
Yang itu sebenarnya…
Sebagai bagian dari usaha kita melawan kemalasan

Kemalasan yang kita tahu ada di sana…
Di badan kita, di pikiran kita

Kemalasan itu, kita upayakan supaya tidak menjadi hal yang jelas-jelas menjadi bagian dari diri kita

Bahkan…
Tidak perlu kita sebarkan
Apalagi menjadi hal seru-seruan…

Malas ini sepertinya sesuatu yang memang tidak baik
Karens ada doa yang nabi kita ajarkan,
Yang isinya harapan,
Agar kita terjauh dari kemalasan

***

Tergerak dari melihat beberapa postingan di social media yang seringkali menunjukkan bahwa pada dasarnya ia adalah orang yang malas untuk masak, yang malas untuk ini dan itu. Makanya dia melakukan hal yang dia lakukan karena kemalasannya itu. Misal membuat makanan yang super praktis dan gak banyak bumbu.

Tergerak dari seringkali melihat tagar #mager. Yang kemudian baru aku tahu kalau artinya adalah malas bergerak.

***

Secara syari’at, kita diperintahkan untuk berdoa  dijauhkan dari lemah dan malas. Minta dijauhkan dari lemah lebih dahulu karena biasanya dari kelemahan itulah kemudian rasa malas muncul.  Intinya, tetap malas itu hal yang sangat diperhatikan oleh syari’’at.

Tapi yang namanya manusia kan memang pasti ada masa-masanya kurang semangat yang kemudian bahasa mudahnya jadi “malas”. Keadaan seperti itu, kita jangan bilang, “Males banget mau bla bla bla.”

Kalimat-kalimat pengganti malas,
“Aku lagi belum semangat melakukan itu nih.”
”Kayanya aku lebih suka masak dengan cara ini karena lebih praktis.”
“Aku lagi ngumpulin tenaga untuk gerak lagi.”
”Semoga aku bisa semangat lagi untuk begini dan begitu.”
dst

Sambil berusaha menggunakan kalimat yang berbeda yang menjauhkan kata “Malas”, kita juga harus berdoa supaya dijauhkan dari rasa malas itu.

Harus berjuang…harus berusaha…

Tak ada keberhasilan dari kemalasan.

6F845FF7-22FF-49EC-B93F-43B1426BA2FF.png

Cizkah

Jogja, Sya’ban 1440/23 April 2019

Leave a Reply