Hampir setiap aku post di story atau feed instagram tentang khot naskhi, akan ada yang nanya, “Belajar dari mana?”
Jawabannya tentu saja sama: Belajar dari Youtube dan sudah aku tulis di blog untuk channel-channel untuk belajarnya.
Tapi, sebenarnya ada hal-hal lain yang belum tersampaikan di postingan pertama, yang fokusnya memang lebih ke cerita awal perjalanan aku mulai memperbaiki tulisan Arab. Jadi, di sini aku rangkum sekalian ya, supaya kalau ada yang tanya lagi, nanti aku bisa arahkan langsung ke sini dan gak perlu search lagi insya Allah.
Link Channel Youtube untuk Belajar
Aku mencatat cerita awal aku belajar menulis khot naskhi dan channel-channel untuk belajarnya di tulisan ini:
Menulis Arab Khot Naskhi dengan Pena Biasa atau Pensil
Aku membagikannya di instagram di postingan ini:
Ini momen pertama kali post tentang khot naskhi. Jadi udah hampir 5 tahun yang lalu. Postingan instagram: July 31, 2021
Menulis Arab. insyaAllah jadi kegiatan bermanfaat. Apalagi kalau dibuat nulis hafalan Al-Qur’an ☺️. Aku dan Abang bukan dari basic dari sekolah Islam apalagi pondok. Sama-sama dulu basicnya dari sekolah umum.
Aku di Jakarta, Abang di Jambi. Ketemu di Jogja, alhamdulillah sama-sama dapat hidayah taufik untuk belajar Islam lebih dalem. Jadi, buat belajar bahasa Arab dan yang lain-lain, semuanya dimulai waktu kuliah. Itupun belum lama belajar. Kemudian nikah. Jadi, proses belajar itu masih terus berlanjut ketika nikah. Jadi, jangan salah dipahami kalau semua tiba-tiba “jadi” ☺️. Jangan juga dipahami kami tuh “jago”. Sampai sekarang pun masih terus belajar.
Untuk bahasan belajar nulis Arab ini, menulisnya dengan pena biasa. Bukan dengan pena kaligrafi. Dan alhamdulillah ada channel khusus untuk belajar ini.
Dulu, aku belum tahu bahwa yang aku butuhkan itu belajar menulis naskhi dengan pena biasa. Aku cari dan praktek dari akun khusus buat belajar. Tapi rata-rata ternyata lebih ke menulis indah (kaligrafi).
Padahal, sebenarnya yang aku perlukan itu lebih ke menulis Arab dengan pena biasa. Selengkapnya silakan di tulisan dengan judul “Menulis Arab Naskhi dengan Pena Biasa atau Pensil” ya. Slide terakhir itu buku latihan aku waktu latihan nulis per huruf.
Gimana Cara Belajarnya
Di sini aku menceritakan proses untuk belajar ini.
Detik awal itu speed asli nulis. Supaya kelihatan aslinya nulisnya ya masih lambat ☺️. Semoga yang baru mulai tetap semangat.
Proses awal itu biasanya terasa berat.
Karena hasilnya “seakan-akan” belum ada.|
Padahal hasil itu ada, setelah adanya proses.
Kadang prosesnya bukan sehari dua hari atau sebulan dua bulan. Kelihatan kalau di sini pun, garis aku masih suka miring-miring ^^.
Postingan instagram October 17, 2021
Karena gak semua punya instagram, dan untuk postingan yang ini adalah postingan lama (belum zaman reels), jadinya harus keplay di instagram. Aku post yang versi youtube biar bisa lihat di sini.
Proses belajar aku:
- Dulu awalnya belajar nulis huruf per huruf.
- Setelah nyoba semua huruf, akhirnya coba kalimat-kalimat pendek yang dicontohkan di video.
- Akhirnya, aku coba aja langsung praktek ke nulis banyak. Di situ, perbaikannya alhamdulillah terjadi bertahap dan jadi kerasa antara belajar dan prakteknya.
- Misal di awal nulis, ternyata setiap nulis huruf ـهـ itu kok gak pas-pas. Lihat tutorialnya lagi. Praktek lagi.
- Nulis مـ (mim di awal) atau ـمـ di tengah itu kok kagok dan belum enak. Lihat tutorialnya lagi. Belajar sambil praktek lagi.
Terus begitu perlahan-lahan.
Ini juga masih terus begitu insya Allah.
Belajarnya ga yang super intensif kok (misal setiap hari).
Semampunya aja. Apalagi kalau kita punya prioritas lain. Tapi continue terus berusaha, bulan ini belajar. Bulan depan belajar lagi. Tahu-tahu udah setahun, insya Allah ada perkembangan :).
Karena kadang yang terjadi, bulan ini belajar. Bulan depan udah gak lagi. Bulan-bulan kedepannya patah semangat. Ternyata yang setahun belajar sudah ada proses. Mau ngejar ko ternyata ngerasa berat.
Jadi, berproses aja terus.
Ini berlaku ketika belajar apapun ya.
Ketika aku post ini, aku sekalian tulis doa selengkapnya dari potongan doa supaya gak ditimpakan musibah di agama. Selengkapnya kemarin aku tulis di postingan tersendiri ya: Doa Dijauhkan dari Musibah Dunia dan Akhirat
Pakai Pensil Biasa
Pakai Pena Gel
Postingan instagram: November 11, 2021
Sambil nulis, sambil dengerin bacaan Syaikh Minsyawi, diiringi hujan 🌧️🤍.
Kemarin-kemarin, videonya tulisan pakai pensil. Sekarang video yang pakai pena. Berdasar yang aku rasain, ga semua pena enak dibuat nulis khot. Kalau ga mengalir lancar, bawaannya nanti ada bagian garis yang ga muncul.
Yang aku pakai di atas pena gel ink joyko.
Reviewnya ada di tulisan Catatan Stationary.
Pakai Pensil Mekanik
Nyoba nulis khot pakai pensil mekanik.
Kemarin-kemarin pakai pena Sarasa Nano agak effort karena tarikan buat nulis khot nih agak beda, jadi kadang tintanya kaya kurang keluar pas beberapa tarikan garis (seakan macet padahal ga macet).
Akhirnya nulisnya kaya kalau kita lagi nulis catatan mode nyatet biasa, terus lama-lama kaya bentuk hurufnya mulai senulisnya aja.
Walau hasilnya pas dilihat lagi ga berantakan insya Allah, tapi mutusin nyoba nulis selain Sarasa Nano.
Agak susah jelasinnya ya tentang ini…huhu.
Kaya jadinya aku ga berusaha lagi untuk nulis sesuai bentuk khot naskhi. Terus jadi inget masa-masa awal nulis tuh lambat tapi berusaha “bener”.
Walau ga harus ya, tapi kaya kita belajar makhorijul huruf kan pas baca harus berusaha supaya bacanya bener. Kalau mulutnya maunya “santai” pada akhirnya kemampuan baca yang bener itu ga terbentuk.

Pakai Drawing Pen (Micron)

Tips Ketika Menulis Al-Qur’an
Karena pernah nulis udah sehalaman penuh ternyata kelewat satu baris ayat…akhirnya pakai cara ini biar ga ada yang kelewat lagi.
Kejadian kelewat nulis ayat ini 2x di halaman kanan dan kiri. Baru sadar pas nulis halaman berikutnya karena lebih full.
Contoh Menulis Per Huruf
Di video ini, aku sambil memberikan tips agar di awal pakai pensil aja. Karena kalau pakai pena, belum tentu cocok. Karena tarikan garis untuk menulis Arab itu naik turun, melungker. Kalau kita tahu sistem tinta mengalir, untuk jenis ballpoint misalnya, nanti di posisi tertentu, bagian tintanya sudah habis karena “bola” yang menggoreskan sudah ga ada tinta, sedangkan di gerakan nulis Arab itu masih butuh adanya tinta. Atau kalau pakai gel ink, bisa jadi yang terjadi adalah bleber, padahal kita belum bisa kontrol tarikan garisnya.
Menulis Basmalah
Ini aku nulis bismillah di salah satu notebooks. Kemudian ada cerita kalau Mama ternyata nyoba nulis Al-Fatihah. Jadinya aku post di feed. Jadi inget belum nerusin ayat lainnya nih. Semoga Allah mudahkan.
Manfaat Menulis Secara Umum
Masih ada beberapa yang nanya, buat apa nulis Al-Qur’an. Kalau ini aku nulis buat yang lagi dihafal.
Ada manfaatnya?
Aku ga tau kalau yang dimaksud manfaat/efek yang terasa LANGSUNG saat itu juga atau dalam waktu singkat mungkin kayanya ga kerasa dan aku ga bisa sebutin.
Tapi sama seperti orang makan makanan sehat, yang sedikit-sedikit dilakukan itu insyaAllah ada manfaatnya secara KEHIDUPAN.
Bukan sekadar “kenyang” atau “nikmat” yang semuanya dirasakan secara cepat.
Karena ini berkaitan dg Al-Qur’an, yakin aja insyaAllah ada manfaatnya.
Di postingan ini, aku sertakan bahasan tentang manfaat Handwriting secara umum. Kalau secara umum aja udah bermanfaat, apalagi berkaitan degnan Al-Qur’an ya insya Allah.
Buku Apa
Oh ya, hal lain yang juga sering ditanyakan ketika aku post tentang nulis Al-Qur’an adalah pakai buku apa?
Sebenarnya ini juga udah pernah dibahas pas awal-awal aku post tahun 2021. Tapi bedanya, zaman itu, buku dot (bukan garis) belum banyak pilihan seperti sekarang.
Jadi, yang aku pakai itu buku dengan tipe isi kertasnya dengan dot atau grid. Kalau sekarang, untuk mudahnya bisa cari merk Joyko. Yang lainnya juga ada, tapi aku pribadi cukup picky dari segi ketebalan warna garis/dotnya. Karena aku merasanya gak enak kalau warna garisnya terlalu tebal. Karena fungsi garis/dot/grid itu untuk membantu tulisan kita rapi. Bukan jadi dominan di seluruh kertas.
Ini waktu aku post tentang buku merk Languo yang aku pakai saat itu. Tahun 2021.
Bisa disimpulkan, bahwa aku mulai menyampaikan tentang khot naskhi ini sejak tahun 2021. Sudah 5 tahun berlalu. Apakah ada yang sudah memulai? Atau sudah mulai merasakan manisnya menulis Arab atau bahkan menulis Al-Qur’an? :)/
Semoga bermanfaat ya rangkumannya.
Jogja, Senin 19 Januari 2026

