Hidung Mungil

Suatu sore, Abang menemukan robekan kertas di meja kerjanya. Ternyata ada tulisan Abang di situ. Isinya,

Kata Siska tulisanku berkarakter.
Kata Siska aku harus mulai menulis.

Ternyata Luma yang naruh di situ. Bisa ketebak. Ada karakter anak, gaya komunikasi, yang kita paham karena kita orang tuanya :). Tapi Abang tetap nanya ke Luma, “Luma ya yang taruh?”

Tentu saja jawabannya, “Iya.”

Nanyanya dengan nada ceria dan jawabannya juga ceria ya :).

Karena kemarin-kemarin kami baru aja ngomongin dan bahas suatu hal terkait grafology ke AI, Abang iseng minta AI yang biasa Abang pakai untuk menganalisis tulisan Abang yang ada di kertas itu.

Hasilnya, bisa dibilang akurat masya Allah. Abang ketawa-ketawa kasih lihat hasilnya.

Akhirnya aku penasaran,”Coba-coba tulisan aku.”

Akhirnya, aku ambil salah satu buku jurnal aku. Yang aku ambil adalah jurnal yang terkait aku dan Abang. Aku pilih satu tulisan. Tulisan ini Abang baru baca setelah kejadian ini. Abang jadi ketawa-ketawa juga baca tulisanku.

Aku mencatat di jurnal ini berusaha imbang insya Allah. Bukan cuma ketika ada momen sedih yang terjadi antara aku dan Abang. Tapi juga momen yang lucu atau menyenangkan. Karena aku juga wanita. Supaya juga ingat kebaikan-kebaikan Abang (suami). Tulisan yang bisa aku bagikan ke umum dari jurnal ini tentu saja hanya beberapa :).

Inilah tulisanku yang difoto:

Ini aku catat di buku khusus catatan yang terkait Abang

Oh ya, Abang memang biasa berkomunikasi sama si AI dengan panggilan Akhi. Jadinya, AI juga manggil Abang: Akhi.

Hasilnya analasis grafology berdasarkan satu tulisan aku adalah di bawah ini :). Lucunya ada pesan si AI untuk Abang gimana memperlakukan aku di bagian akhir analisis.

Baca selengkapnya Hidung Mungil