“Izin…”

Hari Jumat kemarin, tanggal 10 April kami puasa. Yang lain puasa Syawal. Aku sama Luma puasa qodho.

Sebenarnya, ritme tubuh aku tepatnya dari sejak awal Februari karena final exam, kemudian Ramadhan, lebaran, sampai akhirnya baru sepekan dari lebaran itu langsung ngurus macem-macem masalah birokrasi (kartu keluarga, KTP, pajak motor dll), itu semua udah tanpa jeda.

Cuma jeda sehari dari ngurus birokrasi ke dukcapil (yang itu juga kehujanan dan telat makan, juga telat istirahat plus kurang tidur), abis itu Rabu-nya tanggal 1 April, kembar sunat. Ini pun tentu aja abis itu ada momen-momen kurang istirahatnya. Selama sepekan itu harap cemas dan bahkan di hari ke-10 masih sempat bawa Kholid ke klinik Kimia Farma untuk cek kondisinya.

Waktu itu, aku udah mulai ngerasa tambah gak karu-karuan sih sebenarnya. Susah diceritain gimana ritme istirahat dan gak istirahatnya di sini. Ada ketemu momen aku udah cape tapi gak bisa istirahat. Pas udah istirahat kebangun di tengah malam, atau dini hari, abis itu non stop gak bisa tidur sampai siang.

Jumat dini hari itu, dari kebangun dari tidur itu, aku udah ada tanda-tanda migren. Biasanya migren itu kalau mau haid aja. Tapi yang jelas ini bukan karena aku mau haid, karena aku baru aja selesai haid sepekan yang lalu. Aku pikir kalau aku banyak minum, insya Allah bisa berkurang.

Ternyata menjelang Subuh mulai tambah sakit. Mau minum obat migren tapi udah keburu minum kapsul habbatussauda yang dikasih Abang. Gak berani minum dalam satu waktu dengan obat kimia. Abis itu, siang, migrennya makin menghebat, sangat menghebat.

Baca selengkapnya “Izin…”